Rabu, 05 November 2025

Mengaplikasikan "F1 Theory" Dalam Karir

Amati hiruk pikuk Formula 1, di mana hanya 10 tim dan 20 pembalap terbaik dunia (segera 11 tim dan 22 pembalap di tahun 2026 dengan kedatangan Cadillac) yang berhak berkompetisi. Persaingan yang sangat ketat ini telah menginspirasi saya untuk melahirkan "F1 Theory" yang bisa diterapkan dalam perjalanan karir. Teori ini saya gunakan untuk bisa bertahan dalam karir dan dunia pekerjaan saya yang sangat ketat kompetisinya.

Sekarang saya ingin membagi teori ini kepada pembaca agar bisa menjadi filosofi dalam berkarir maupun berbisnis. Dalam teori ini, seseorang membayangkan diri sebagai salah satu pembalap di grid F1. Tujuannya sangat jelas dan krusial: bertahan di level tertinggi—menghindari degradasi ke "F2" apalagi "F3". Ini diterjemahkan menjadi keharusan untuk selalu relevan, memiliki tempat, dan diakui dalam industri atau bidang profesional yang digeluti.

 

Inti dari "F1 Theory" adalah konsistensi dan bertahan dalam persaingan yang ada. Di awal, mungkin seseorang berada di posisi 20, sesekali menyusul dan mencuri posisi ke 19, 18, atau 17. Fokus utamanya adalah menjaga kursi di "tim F1" dan menghindari terlempar keluar dari persaingan. Ini adalah fase survival yang menuntut ketahanan mental dan ketekunan. Sama seperti pembalap harus menyelesaikan balapan, profesional harus memastikan bahwa semua proyek dan tugas diselesaikan dengan standar terbaik yang tersedia saat ini.

 

Selagi mempertahankan posisi, fokus selanjutnya adalah pengembangan berkelanjutan dan peningkatan performa "mobil". Mirip dengan pembalap yang bekerja sama dengan tim teknis, profesional yang menerapkan teori ini terus memperbaiki "skill mengemudi" (kompetensi inti), mengasah strategi (perencanaan karir), dan yang paling penting, meningkatkan value dan branding diri (performa mobil). Peningkatan ini melibatkan "penyesuaian aerodinamika dan mekanikal," yang berarti adaptasi cepat terhadap tren pasar, penyesuaian gaya kerja, serta pengembangan "komponen baru"—yaitu skill dan sertifikasi yang menambah daya saing di tengah lintasan karir.

 

Tentu, menjaga posisi dan meningkatkan performa adalah fondasi, namun "F1 Theory" tidak berhenti di sana; ia diimbangi dengan mindset seorang juara. Sambil bertahan dan memperbaiki diri di barisan belakang, disertakan keyakinan bahwa kemampuan akan meningkat untuk merangkak maju, masuk ke 10 besar, lalu 5 besar, dan akhirnya bersaing di 3 besar. Ini adalah teori yang berhasil menggabungkan realisme (bertahan di persaingan saat ini) dengan ambisi tertinggi (mengejar podium di masa depan).

Instagram @iwelsastraofficial

Minggu, 25 Februari 2024

Pelatihan Motivasi Keren Untuk Para Leader

 

Banyak perusahaan mengadakan pelatihan leadership untuk para leader. Beragam modul yang ditawarkan trainer maupun motivator. Saya mengemas materi motivasi leadership yang bertajuk Effective Motivational Laedership bertujuan agar para leader bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada tim agar semangat dalam mewujudkan target-target yang telah ditetapkan perusahaan.

Menjadi leader yang mampu memimpin dengan inspirasi dan motivasi, memimpin perubahan ke arah yang lebih baik dengan kecerdasan emosional serta spiritual.

Follow IG @iwelsastraofficial

Minggu, 31 Desember 2023

Debat Pilpres 2024 Amunisi Debat di Media Sosial. Pengaruh Debat Pilpres Pada Elektoral.

 


Dalam kapasitas praktisi komunikasi dan analisis pemasaran politik, saya bersama Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah diminta radio MNC Trijaya untuk menjadi komentator debat cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat 22 Desember 2023. Acara ini selain disiarkan melalui jaringan radio MNC Trijaya juga disiarkan melalui kanal Youtube iNews. Sebelum kami mengudara, saya ditanya mengenai bagaimana debat yang sesaat lagi akan dimulai. Saya katakan, ketiga kandidat ini adalah orang-orang yang sudah terbiasa berbicara di hadapan publik, seharusnya dari sudut public speaking tidak ada yang mengalami kesulitan. Apalagi mereka pasti punya tim coaching yang membantu persiapan. Justru tantangannya adalah pada pesan yang akan disampaikan dan antisipasi pertanyaan dari panelis dan kandidat lain.

Acara debat yang berlangsung sebanyak 6 segmen berjalan dengan lancar. Berbagai kejutan muncul dalam debat yang ditunggu-tunggu ini. Debat bukan sekadar pertarungan kemampuan public speaking, tetapi juga gaya komunikasi politik masing-masing kandidat. Muhaimin tampil jenaka dengan istilah slepet yang diformulasikan menjadi slepetnomics. Gibran bagaikan striker muda yang mencoba menunjukan kemampuan menggiring bola dengan gaya menyerang. Sedangkan Mahfud MD tampil tenang berwibawa dengan lebih fokus pada substansi. Sepanjang debat berlangsung media sosial ramai dengan komentar warganet yang mendukung masing-masing kandidat. Potongan-potongan video debat dengan berbagai keterangan berseliweran dengan sangat cepat di media sosial. Analisis tren positif, negatif, hingga netral terhadap masing-masing kandidat di media sosial bermunculan. Sejalan dengan yang diungkapkan Reveilhac (2023) gaya komunikasi politik terbukti berperan dalam memicu keterlibatan publik di media sosial.

Sebelumnya, menjelang debat pertama capres pada Selasa 12 Desember 2023 berbagai pendapat muncul di media tradisional, media sosial, dan grup percakapan bahwa debat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap elektabilatas capres-cawapres. Pendapat ini tidak salah jika mengacu kepada hasil penelitian beberapa tahun lalu. Perkembangan infrastruktur komunikasi dengan jaringan internet yang luas serta pemilik telepon pintar berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika sebanyak 167 juta atau sebanding dengan 89% dari total penduduk Indonesia membuat hasil penelitian beberapa tahun lalu yang menyebut minimnya pengaruh debat ini perlu dikaji ulang. Rekaman debat berada dalam genggaman yang bisa dikaji dan ditelaah setiap waktu oleh calon pemilih khususnya pemilih mengambang (swing voters). Para pembuat konten yang berpihak kepada masing-masing kandidat pun memahami ini sehingga walau debat sudah berakhir, tren kontennya masih bisa bertahan berhari-hari.

Ada hal menarik yang disampaikan oleh Karlsen dan Enjolras (2016) seperti yang dikutip Reveilhac (2013) bahwa pesan-pesan aktor politik di media sosial tidak hanya dapat dilihat oleh pengguna lain (pengikut atau pengguna yang tertarik dengan politik), tetapi juga dilihat oleh nonpengguna melalui saluran media tradisional. Saya mengembangkan gagasan ini dengan mengatakan bukan hanya pesan-pesan aktor politik, tetapi juga perilaku aktor politik yang terekam media sosial bisa berkembang menjadi pemberitaan yang tersebar melalui media tradisional. Sebagai contoh, pascadebat cawapres saya melihat sebuah video yang tersebar dalam sebuah grup percakapan yang berisi capres Prabowo yang ikut menyaksikan debat cawapres secara langsung memanggil Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Ketika Bahlil mendekat, terlihat Prabowo menarik jaket Bahlil sambil mengucapkan sesuatu kepada Bahlil. Video ini kemudian viral lalu, menjadi pemberitaan sejumlah media nasional. Tercatat Detik.com menurunkan berita tersebut dengan judul, “Viral Prabowo Tarik Bahlil Saat Debat Cawapres, Begini Faktanya” dan Tempo.co “Beredar Video Prabowo Tarik Jas Bahlil, TKN: Wong Mereka Ketawa, Kok Dibilang Kekerasan.” Sementara Kompas.com memberi judul, “Ditarik Prabowo saat Debat Cawapres, Menteri Bahlil Kaget Narasi Dikasari Prabowo.”

Sulit untuk menentukan siapakah yang lebih unggul pada pada debat pilpres pertama yang menampilkan para capres serta debat kedua yang menampilkan para cawapres. Tidak ada keunggulan mutlak karena debat ini tidak dinilai oleh juri yang memiliki wewenang menentukan pemenang. Pemenang debat ditentukan oleh masing-masing pemilih. Saya beranggapan bahwa di era sekarang kemenangan debat tidak hanya ditentukan pada saat debat berlangsung namun terus bergulir hingga debat telah selesai. Debat pilpres memberikan amunisi untuk para pendukung berdebat di media sosial untuk mempersuasi dan memengaruhi pengguna media sosial. Ripolles, Olivella & Franch (2017) mengutip Enli (2017) yang menyebutkan media sosial memiliki dampak agenda setting. Hal ini dapat dipahami bahwa berbagai komentar debat pilpres yang bertebaran di media sosial yang bahkan dilengkapi dengan foto maupun video bukan sekadar kiriman dari warganet biasa. Namun itu bisa saja bagian dari agenda setting untuk saling menempatkan kandidat masing-masing pada peringkat atas.

Rabu, 14 November 2018

Inspirasi Jerry Seinfeld

Belakangan ini, saya sering mendapat undangan berbagai perusahaan untuk memberikan motivasi. Meskipun sekarang dikenal sebagai sebagai motivator bukan berarti saya meninggalkan dunia komedi. Saya masih berkiprah didunia komedi baik sebagai Stand Up Comedian maupun Ventriloquist. Bukan hanya di depan layar tapi saya juga berkiprah di belakang layar sebagai konseptor. Diantaranya yang fenomenal di tahun 2018 adalah saya menggagas acara Ventriloquist Indonesia di Perpustakaan Nasional RI. Pertama kali di Indonesia lebih dari 20 Ventriloquist berada dalam satu panggung. Selain itu saya menjadi ketua panitia dan juri Lomba Stand Up Comedy Kritik DPR.
Di tengah naik daunnya Stand Up Comedy di televisi Indonesia, saya memang tidak dilibatkan oleh para pihak televisi. Bisa jadi mereka tidak tahu kalau saya adalah pelopor Stand Up Comedy di Indonesia. Bahkan ada media di Indonesia pada bulan Maret 2004 menyebut saya sebagai Stand Up Comedian pertama di Indonesia setelah saya mengadakan pementasan Stand Up Comedy di Gedung Kesenian Jakarta 6 Maret 2004. Saya pula bersama Ramon Papana mengadakan open mic Stand Up Comedy di Comedy Cafe Kemang di tahun 2010. Open mic ini kami unggah ke youtube yang kemudian memancing para Stand Up Comedian pemula datang ke Comedy Cafe untuk mencoba panggung open mic. Saya berpikiran positif, tidak dilibatkannya saya oleh para kreator acara Stand Up Comedy di televisi Indonesia,  baik sebagai pembawa acara maupun juri karena mereka sedang membuat sejarah Stand Up Comedy di Indonesia berdasarkan versi mereka. Melahirkan bintang Stand Up Comedy yang sesuai dengan keinginan mereka.
Saya selalu optimis dengan masa depan karir saya sebagai komedian karena punya referensi. Di Amerika kematangan karir komedian banyak di usia 40 thn. Di Amerika banyak komedian ketika memasuki usia 40 tahun karirnya semakin matang dan bersinar. Tak heran mereka bertahan sampai tua.
Jerry Seinfeld selain menginspirasi saya untuk menekuni stand up comedy juga menjadi inspirasi saya dalam optimis berkarir. Jerry Seinfeld yang sekarang berusia 64 tahun tetap eksis dan laris sebagai stand up comedian. Penghasilan terbesarnya dari panggung. Data Forbes “list of the world’s highest paid comedians” Jerry Seinfeld berpenghasilan $36 million dari 1 Juni 2014 hingga 1 Juni 2015. Saat ini Jerry Seinfeld mengelola program Comedian in Cars Getting Coffee.
Komedian Terry Fator dan Paul Zerdin, menjadi juara America’s Got Talent di musim yg berbeda saat usia mereka diatas 40 tahun. Jeff  Dunham yang saat ini berusia 56 tahun juga masuk dalam daftar majalah forbes sebagai 10 komedian berpenghasilan terbesar.
Referensi ini yang membuat saya selalu yakin bahwa karir saya sebagai komedian maupun motivator bisa panjang selama saya terus berusaha meningkatkan kemampuan diri dan beradaptasi dengan perubahan. Ketika kita memiliki keyakinan untuk sukses dengan terus berusaha, maka jalan menuju sukses bukan dibukakan oleh orang lain. Melainkan Tuhan yang membukakan jalan bagi siapa saja yang yakin terhadap kesuksesan.

Rabu, 06 September 2017

Netizen Bahagia Raisa Menikah

Pernikahan penyanyi cantik Raisa dengan Hamish Daud disambut gembira oleh netizen.  Dalam polling yang dilakukan oleh Iwel Polling Center terhadap pemilik akun twitter, 68% menyatakan bahagia dengan pernikahan Raisa. Hanya 32% yang menyatakan sedih. 

Mereka yang menyatakan sedih bisa jadi para jomblo yang  merasa kehilangan kesempatan untuk mempersunting Raisa, he he he. Atau mereka yang sedih karena tidak diundang. Lagian nanti kalau diundang malah memperpanjang antrian salaman dan bikin repot tukang catering karena harus masak lebih, he he he.


Selamat menempuh hidup baru Raisa dan Hamish Daud.

Selasa, 08 Agustus 2017

Jadikan HP Sebagai ATM Pintar Melalui Paytren

Bersama Ustadz Yusuf Mansur
Atas ajakan ustadz Yusuf Mansur, sejak bulan Februari 2017 yang lalu saya bergabung dengan Paytren dengan mengambil paket titanium. Selain karena ajakan ustadz Yusuf Mansur, hal lain yang membuat saya tertarik bergabung dengan Paytren salah seorang komisarisnya adalah Dr Irfan Syauqi Beik, sahabat saya yang dikenal sebagai pakar ekonomi syariah. 

Setelah bergabung dengan Paytren saya merasakan berbagai kemudahaan dalam bertransaksi. Paytren memberikan fasilitas virtual payment, virtual shopping, virtual retail dan virtual education. Dari setiap transaksi yang kita lakukan di Paytren, kita akan menerima cashback transaksi pribadi. 

Saya sendiri sudah menggunakan Paytren untuk membayar iuran tv berlangganan, tagihan listrik, dan membeli pulsa. Selain kemudahan dalam bertransaksi kita juga mendapatkan cashback dari komunitas yang kita bangun. Saya sendiri sudah membuktikan cashback dari berbagai transaksi pribadi yang saya lakukan langsung ditranfer ke rekening saya.

Pada 7 Agustus 2007 yang lalu Paytren mendapatkan sertifikat syariah yang diberikan langsung oleh ketua MUI KH Ma’ruf Amin kepada pendiri Paytren Ustadz Yusuf Mansur. Ini sekaligus menegaskan bahwa Paytren merupakan aplikasi pembayaran syariah pertama di Indonesia. Bahkan Ustadz Yusuf menyebutkan, “boleh jadi yang pertama di dunia”.

Bergabung dengan Paytren caranya sangat mudah. Cukup mendaftarkan diri dengan memilih paket yang diinginkan. Ada 2 macam paket yaitu, basic dan titanium. 

Selasa, 21 Februari 2017

Belajar dari Mike Tyson dan Michael Jackson



Pada 23 November 1986 sejarah mencatat, Mike Tyson yang saat itu baru berusia 20 tahun 5 bulan menjadi juara dunia termuda tinju kelas berat setelah mengalahkan Trevor Berbick. Tak sampai setahun kemudian, Tyson menjadi juara sejati setelah mampu menggabungkan tiga sabuk juara dunia versi IBF, WBC, dan WBA. Setelah itu, berbagai pertarungan pun berhasil ia menangkan. Tiga tahun kemudian, setelah berhasil menjadi juara sejati keadaan berbalik. Dalam sebuah pertarungan yang berlangsung di Tokyo Jepang pada 11 Februari 1990, Mike Tyson dipukul KO pada ronde ke-10 oleh James “Buster” Douglas. Setelah kekalahan tersebut karir Mike Tyson naik turun hingga akhirnya ia memutuskan menggantung sarung tinju pada 2005.

Penyebab terbesar hancurnya karir Mike Tyson adalah karena ia terjebak di zona nyaman. Ia terlena dengan status dan kenyamanan yang sudah diraih. Ini membuat fokusnya di dunia tinju berkurang. Tyson kemudian lebih banyak disibukan oleh persoalan pribadi diluar tinju, mulai doyan pesta, dan malas berlatih. Nasehat pelatihnya, Kevin Rooney, sudah tidak lagi ia dengar. Bahkan Mike Tyson memecat Kevin Rooney tanpa sebab pada tahun 1988.

Sekitar tahun 90-an saya mendengar kisah Michael Jackson yang membentuk tim khusus untuk menilai penampilannya. Konon tim ini disisipkan di antara penonton setiap kali Michael Jackson tampil. Tim inilah kemudian yang memberikan evaluasi dan masukan dalam setiap penampilan penyanyi yang akrab dengan panggilan Jacko itu. Evaluasi mulai dari soal kostum, gerakan tari bahkan tatapan mata Jacko selama di atas panggung. Bisa jadi inilah yang membuat Jacko dikenal sebagai King Of Pop hingga akhir hayatnya.

Kisah Mike Tyson dan Michael Jackson ini sangat menginspirasi saya dalam berkarir. Baik sebagai komedian, pembawa acara, motivator maupun trainer. Saya menghindari zona nyaman. Terus meningkatkan kualitas diri dan terbuka pada kritik yang membangun.

Untuk seminar dan training hubungi 08176655874

Selasa, 07 Februari 2017

A1 Setengah Trans7

Acara perbincangan yang membahas isu-isu terkini A1 Setengah tayang setiap hari Senin pukul 21.30 WIB di Trans7. Host Effendi Gazali dan Iwel Wel. Didukung oleh duo komedian Coki Pardede dan Topenk

Senin, 17 Oktober 2016

Kayra Terjatuh

Sabtu lalu anak perempuan saya, Kayra, terjatuh saat sedang bermain di playground. Kayra anak perempuan yang tough, biasanya kalau jatuh pasti dia bilang nggak sakit lalu lanjut main lagi.  Tapi kemarin dia nangis kencang dan mengeluh kalau tangan kirinya sakit. Saya coba memijit-mijit tangannya tapi dia tetap menangis kesakitan. 

Ayah mana yang tidak langsung panik dan deg-degan melihat anaknya menangis kesakitan. Tangan Kayra dikompres es sebagai pertolongan pertama.

Kayra pun diurut oleh kakeknya yang memang paham mengurut. Setelah itu dia merasa jauh lebih baik & kembali ceria. Sepanjang sabtu saya kehilangan nafsu makan saking khawatir, sedih dan panik melihat Kayra. Saking khawatirnya dan tidak mau jauh-jauh dari Kayra, keesokan harinyaketika memerikan training public speaking seharian saya ajak Kayra agar saya bisa mengamati perkembangan kondisi tangan kirinya. 

Untuk meyakinkan diri kalau tangan gadis kecil saya ini tidak kenapa-kenapa akhirnya Senin pagi saya bawa Kayra untuk diperiksa di dokter spesialis tulang (ortopedi). Awalnya dokter curiga tulangnya ada yang retak tapi setelah di rontgen syukur alhamdulillah tidak ada tulang Kayra yang retak atau patah, hanya uratnya saja.

Tapi tangan Kayra belum bisa kena beban berat dulu, jadi harus istirahat dan disangga dulu. Cepat sembuh bidadari kecilku.

Minggu, 21 Agustus 2016

Hari Pelanggan Nasional

Sekitar tahun 2002 karena karir melawak yang belum jelas saya mengirimkan lamaran pekerjaan ke Frontier Consulting karena saya memang suka komunikasi & marketing. Saya pun mendapat panggilan wawancara pekerjaan dari Frontier.

Setelah saya diwawancara oleh pak PJ Rahmat Susanta (sekarang pemred majalah Marketing) saya pun diminta untuk mengikuti wawancara akhir dengan CEO Frontier Bapak Handi Irawan.

Pada hari saya akan menjalani wawancara dengan Pak Handi saya menyaksikan film Benyamin S yang diputar salah satu tv swasta. Film tersebut mengingatkan saya pada cita-cita saya semenjak kecil untuk menjadi seorang pelawak.

Saya pun membatalkan wawancara dengan pak Handi serta membuang keinginan saya untuk kerja kantoran saat itu. Saya fokus pada mimpi saya menjadi seorang pelawak.

Dua tahun kemudian 6 Maret 2004 saya membuat pementasan Stand Up Comedy di Gedung Kesenian Jakarta. Pementasan yang mengantarkan saya menjadi pelopor Stand Up Comedy Indonesia.

Hari membahagiakan dalam sejarah karir saya insyaAllah segera tiba. 1 September 2016 saya akan sepanggung dengan pak Handi Irawan yang dulu nyaris menjadi bos saya dalam acara peringatan Hari Pelanggan Nasional di Balai Sarbini.

Jumat, 12 Agustus 2016

Hari Motivasi Nasional

Bersama Pembicara Senior Andrias Harefa dan Handi Irawan
Sejak tahun 2013 saya menekuni dunia motivasi dengan menjadi seorang motivator. Latar belakang saya sebagai seorang stand up comedian membuat saya dikenal dengan sebutan stand up motivator. Profesi ini membuat saya kemudian berinteraksi dan bergaul dengan motivator-motivator lainnya. Salah satunya saya berinteraksi dengan para pembicara dan motivator yang tergabung dalam Whats App Group "AMA's Great Speakers. AMA merupakan singkatan dari Asosiasi Manajemen Indonesia.

Dalam berbagai diskusi yang dilakukan oleh anggota grup ini baik melalui perbincangan di grup maupun kopi darat muncullah ide untuk melahirkan Hari Motivasi Nasional (harmonas). Menurut Presiden Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA-Indonesia), Handi Irawan D harmonas  adalah gerakan nasional yang mengajak semua komponen bangsa untuk lebih semangat dalam bekerja dan berkarya bagi masyarakat dan Indonesia jaya

Gagasan ini pun kemudian di eksekusi pada hari Jumat 12 Agustus 2016 bertempat di Gedung RRI Jakarta sekaligus menetapkan bahwa setiap tanggal 12 Agustus merupakan Hari Motivasi Nasional. Kita sering mendengar bahwa motivator yang terbaik adalah diri kita sendiri namun ada kalanya manusia membutuhkan motivasi dari luar. Setidaknya harmonas mengingatkan kita semua bahwa dalam setiap kesulitan yang dihadapi ada ada jalan keluar yang bisa kita jalani dengan semangat. Sesuai dengan tema harmonas tahun ini "Indonesia Semangat"

Senin, 08 Agustus 2016

Motivator Perubahan

Motivator Perubahan
Kenapa orang butuh motivasi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motivasi artinya dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Jadi motivasi adalah dorongan alamiah yang seharusnya ada dalam tiap diri manusia.

Dalam makna motivasi juga disebutkan bahwa ada tujuan. Agar tujuan bisa dicapai pasti diperlukan penyesuaian dan perubahan dalam cara, sikap serta perilaku. Sering kali dalam sesi motivasi di berbagai perusahaan saya temukan individu yang sudah memiliki tujuan, punya motivasi yang kuat tapi kok tetap mandeg?

Disinilah perlunya motivasi perubahan. Motivasi bukan lagi agar seseorang punya semangat atau dorongan untuk sekadar action. Tetapi motivasi yang bisa membangkitkan kesadaran untuk berubah. Masih banyak yang belum paham bahwa untuk mencapai tujuan seseorang harus mampu menyesuaikan cara kerja, pola pikir hingga perilaku sehari-hari agar selaras dengan tujuan yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, saya selalu melakukan sesi motivasi interaktif. Saat memotivasi saya tidak mengambil posisi sebagai guru yang tahu segalanya tetapi memposisikan diri sebagai teman. Istilah yang saya gunakan adalah "Change Buddy". Selayaknya dengan teman, kita bisa curhat, menumpahkan kekesalan dan mengeluhkan kesulitan. Dengan teman pun kita bisa jujur mengatakan bagus kalau ia berhasil dan mengritik kalau belum sesuai harapan.

Dengan memposisikan diri sebagai change buddy, sesi motivasi yang saya bawakan menjadi interaktif dan membuat peserta aktif terlibat. Dengan cara ini, selain membuat peserta lebih fokus, saya jadi lebih memahami kesulitan yang sedang dihadapi team. Ini membuat saya bisa mengajak peserta sama-sama mengidentifikasi masalah kemudian merangsang mereka untuk mencari solusi bersama yang paling mantap untuk team.

Senin, 01 Agustus 2016

Kunci Sukses Teamwork

Iwel Sastra bersama Tim Lenovo Indonesia
Dinginnya udara pegunungan Lembang malam hari tak menyurutkan semangat team Lenovo Indonesia. Sessi motivasi saya malam itu disambut dengan hangat dan antusias. Team Lenovo Indonesia yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini sedang bersiap untuk "making the leap" mencapai target selanjutnya.

Tentu keberhasilan perusahaan mencapai target dan mewujudkan mimpinya sangat dipengaruhi kualitas teamwork. Lalu apa kunci sukses sebuah teamwork dalam perusahaan? Bagaimana cara perusahaan bisa membangun teamwork yang tiap anggotanya memahami dan mampu mewujudkan mimpi perusahaan?

Dalam sesi motivasi teamwork malam itu, saya sampaikan ada dua kunci sukses keberhasilan sebuah team mencapai target. Pertama, memperkuat leadership dalam tim. Siapa leader dalam tim? Tentu para pimpinan, manager dan penanggung jawab team yang sudah ditunjuk oleh perusahaan. Namun yang perlu ditumbuhkan adalah semangat bahwa setiap orang dalam tim adalah pemimpin.

Setiap orang adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas setiap bagian tugas dan pekerjaannya. Kadang ada anggota tim yang meremehkan tugas dan pekerjaannya sendiri. Padahal tugas kecilnya itulah yang menggerakkan roda teamwork. Jadi buang mental "bukan orang penting" dalam diri Anda. Setiap orang dalam teamwork adalah penting. Setiap orang dalam teamwork adalah pemimpin.

Kunci sukses teamwork selanjutnya adalah komunikasi yang efektif. Dalam sebuah team, tiap anggotanya harus mengedepankan rasa saling pengertian, saling mendukung dan menjauhkan diri dari keinginan untuk saling menyalahkan. Saat ada anggota team yang melakukan kesalahan, membantunya adalah cara yang jauh lebih cepat untuk kembali 'on track' mencapai target daripada menyalahkan.

Malam itu, team Lenovo Indonesia sepakat dan siap untuk bersama-sama "Making The Leap".

Kamis, 21 Juli 2016

Arif dan Semua Arif

Diantara tumpukan buku-buku lama, saya menemukan sebuah buku karya Kahlil Gibran yang berjudul Sang Pralambang. Buku ini saya beli sekitar akhir tahun 90-an. Saya membaca kembali isi buku tersebut yang membuat saya kemudian tertarik untuk menampilkan salah satu isinya di blog ini. Hal yang membuat saya tertarik tulisan Kahlil Gibran yang berjudul Arif dan Semua Arif tersebut masih relevan hingga sekarang.

ARIF DAN SEMUA ARIF
Kahlil Gibran
Empat ekor kodok berjongkok di atas balok yang mengambang di tepi kali. Tiba-tiba balok itu terseret arus dan mengalir terus. Kodok-kodok itu merasa senang dan asyik karena mereka belum pernah berlayar. 

Suatu saat kodok pertama membuka percakapan, ujarnya, "Balok ini sungguh mengagumkan. Ia bergerak seakan-akan hidup. Tak ada balok seperti ini.

Kodok kedua berkata, "Tidak, kawan, balok ini seperti balok-balok lain, tidak bergerak. Yang bergerak kali, yang mengalir menuju laut, membawa kita bersama balok ini."

Kodok ketiga menyambung, "Bukan balok dan bukan kali yang bergerak. Yang bergerak pikiran kita. Tanpa pikiran, tidak ada yang dapat bergerak."

Ketiga kodok itu mulai bercekcok. Pertikaian pendapat itu semakin panas dan keras. Kesepakatan tak tercapai juga.

Kemudian mereka memandang pada kodok keempat yang hingga saat itu hanya mendengarkan dan memperhatikan saja, serta menahan diri.

Akhirnya, pendapatnya diminta.

Kata kodok keempat, "Kalian masing-masing benar, tak ada yang salah. Yang bergerak adalah balok ini, dan air juga, pun pikiran kita."

Ketiga kodok naik pitam, karena tak satu pun di antara mereka yang mengakui bahwa pendapatnya tidak benar sepenuhnya, dan pendapat lain tidak salah seluruhnya.

Maka terjadilah peristiwa yang aneh. Ketiga kodok itu dengan serempak mendorong kodok keempat sehingga terjatuh dari balok dan tercebur dalam kali.

Selasa, 12 Juli 2016

Semangat Mudik

Santai Sejenak Ketika Mudik Ke Kampung Istri di Cirebon
Salah satu tradisi semenjak dahulu menjelang lebaran adalah tradisi mudik. Banyak orang yang ingin merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Perjalanan mudik juga identik dengan kemacetan. Bahkan pada arus mudik lebaran 2016 terjadi kemacetan yang sangat fenomenal di pintu keluar tol Brebes Timur, Tol Cipali, Jawa Tengah. Kemacetan selama berpuluh-puluh jam dan panjang puluhan kilometer. Media Inggris Daily Mail memberitakan bahwa kemacetan ini merupakan kemacetan terparah di dunia.

Meskipun tahu bahwa setiap kali berangkat mudik akan menemukan kemacetan, orang tetap tidak kapok mudik bahkan selalu bersemangat buat mudik. Semangat ini muncul karena membayangkan menikmati suasana lebaran yang menyenangkan bersama keluarga. Padahal nanti setelah lebaran di kampung halaman ketika arus balik ke Jakarta akan kembali mengalami kemacetan. Ini semua tidak menyurutkan semangat untuk mudik.

Semangat mudik ini bisa kita adopsi dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita melakukan sebuah pekerjaan kita tetap bersemangat walau kita tahu akan menghadapi berbagai rintangan ketika mengerjakan pekerjaan tersebut. Semangat ini muncul karena kita tahu bahwa setelah melewati berbagai rintangan kita akan menemukan kenikmatan yaitu memperoleh hasil dari pekerjaan yang telah kita selesaikan. Semangat mudik ini bisa kita adopsi untuk berbagai hal dalam kehidupan. Dengan demikian kita tetap semangat mengerjakannya seperti halnya orang selalu semangat mempersiapkan diri untuk mudik walaupun tahu macet parah akan menyambut di perjalanan.

Info training & motivasi hub Cici 08176655874

Senin, 20 Juni 2016

Motivasi di Victoria Park Hongkong

Motivasi Diselingi Games Menghibur
Jumat 17 Juni 2016 dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia saya berangkat ke Hongkong. Menurut jadwal seharusnya berangkat pada 23.55 namun karena alasan operasional pesawat baru berangkat sekitar pukul 00.25. Saya ke Hongkong memenuhi undangan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang ingin memotivasi para pekerja migran Indonesia di Hongkong. Beberapa hari sebelum berangkat saya telah mempersiapkan materi motivasi yang akan saya berikan dalam bentuk slide dan beberapa video yang berhubungan dengan materi yang akan saya sampaikan.

Pada hari Sabtu saya menemani komisioner Baznas Bapak Irsyad dan Ibu Emmy mengikuti serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pekerja migran. Kami mengunjungi kantor NGO yang selama ini mendampingi pekerja migran yang sedang menghadapi masalah serta beberapa kegiatan lain termasuk berkunjung dan sekaligus melaksanakan shalat di Mesjid Kowloon yang berlokasi di 105 Nathan Road, Tsim Sha Tsui.

Minggu 19 Juni 2016 saya menuju Victoria Park. Di depan Victoria Park seorang panitia lokal sudah menanti saya untuk bersama-sama jalan kaki menuju ke tempat acara yang berada di tengah-tengah taman. Sehari sebelumnya saya sudah mendapatkan info kalau panitia tidak menyediakan infocus sehingga tidak memungkinkan slide dan video yang telah saya siapkan untuk tayang. Hal yang membuat saya tersenyum adalah ketika saya mengetahui bahwa sound system yang tersedia ala kadarnya yaitu mic dengan pengeras suara yang berasal dari sebuah tape.

Tentu saja sebagai motivator, keterbatasan sarana yang ada tidak membuat saya patah semangat. Bagi saya mic, infocus atau flipchart adalah alat bantu. Hal yang paling penting adalah bagaimana motivasi saya bisa memberikan pengaruh kepada mindset para pekerja migran. Memberikan motivasi di tengah taman dengan sound system ala kadarnya menjadi pengalaman baru bagi saya. Acara motivasi berjalan dengan sangat baik, peserta sangat antusias bahkan ketika saya akan mengakhiri sesi motivasi saya sebagian peserta berteriak "lagi, lagi, lagi." He he he konser musik kali ah. Untuk menyenangkan hati mereka saya pun lanjut dengan materi motivasi yang jauh lebih mendalam lagi.

Kamis, 09 Juni 2016

Iwel Sastra & Associates, Leadership Communication Firm

Sewaktu saya mendirikan perusahaan training tahun 2013 saya menghindari memberi nama perusahaan berkaitan dengan nama saya. Pilihan nama pun jatuh kepada Mahara Training. Menghindari menggunakan nama saya sebagai nama perusahaan. Saya terinspirasi pada Hermawan Kartajaya dengan Markplus, Handi Irawan dengan Frontier, Yuswohady dengan inventure dan lain sebagainya. Para pendiri perusahaan konsultan tersebut tidak menggunakan nama mereka sebagai nama perusahaan.

Seiring dengan perjalanan waktu saya banyak bertemu dengan klien atau pun rekan yang bertanya kenapa saya tidak memberi nama perusahaan training saya dengan menggunakan nama saya saja. Alasannya adalah mereka menganggap bahwa nama saya sebagai sebuah brand sudah sangat dikenal sehingga lebih memudahkan dalam memperkenalkan diri. Apabila nasehat ini saya kaitkan dengan ilmu branding saya pikir ada benarnya juga.

Memasuki bulan Juni 2016 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 H saya kembali teringat dengan berbagai saran ini. Untuk semakin memantapkan diri di dunia motivasi, training dan konsultan maka saya kemudian memutuskan untuk mengubah Mahara Training menjadi Iwel Sastra & Associates dengan tagline Leadership Communication Firm. Sebagai motivator saya fokus kepada materi seputar mindset dan perubahan. Sedangkan untuk dunia training dan konsultan saya fokus pada kepemimpinan dan komunikasi. Ini sangat sesuai dengan keahlian, pengalaman dan latar belakang pendidikan saya sebagai lulusan pascasarjana ilmu komunikasi FISIP UI.

Passion saya yang begitu besar terhadap dunia motivasi dan training membuat saya rajin membuat berbagai modul yang terkait dengan kepemimpinan dan komunikasi. Menurut saya dasar dari kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan komunikasi. Selain itu untuk penjualan, pemasaran, kekompakan tim, membangun tim pondasi dasarnya adalah komunikasi. Sehingga dapat dipastikan modul training yang saya persiapkan sangat bermanfaat untuk perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengembangan sumber daya atau bahasa kerennya people development.

Senin, 06 Juni 2016

Motivator Indonesia

Sebagai seorang motivator saya sering berinteraksi dengan motivator lainnya. Baik dalam berbagai event publik maupun dalam acara kopdar para motivator. Suatu hari pertengahan Mei 2016 saya dihubungi melalui whatsapp oleh Handi Irawan yang merupakan CEO Frontier Consulting Group. Pak Handi mengundang saya untuk ikut hadir dalam kopdar whatsapp group AMA’s Great Speaker yang akan diadakan Rabu 25 Mei 2016. Berhubung yang menghubungi saya adalah pak Handi maka tanpa pikir panjang saya langsung menyambut hangat undangan tersebut.
 
Kopdar ini dilaksanakan di sebuah restoran yang berlokasi di  jalan Abdul Muis Jakarta Pusat dihadiri oleh banyak pembicara dengan berbagai latar belakang. Sebagai motivator saya tentu sangat senang bertemu dengan para motivator senior seperti Andrie Wongso, Tung Desem Waringin dan lainnya. Acaranya dikemas santai penuh keakraban diisi dengan saling sharing pembicara dan motivator yang hadir secara bergantian. Pembicara senior Andrias Harefa didaulat menjadi moderator yang memandu jalannya acara. Meskipun sama-sama berprofesi sebagai motivator ketika ada motivator yang sedang melakukan sharing motivator lainnya mendengarkan dengan sangat antusias.
 
Saya juga diminta untuk sharing pengalaman saya sebagai seorang motivator. Dalam sharing ini saya menceritakan bahwa saya adalah komedian yang melebarkan sayap menjadi motivator dan trainer. Saya terjun sebagai motivator dan trainer bukan aji mumpung melainkan karena saya sebenarnya sudah sejak lama memiliki ketertarikan untuk menjadi seorang motivator dan trainer. Saya baru berani menekuni secara serius dunia motivasi dan training ketika saya merasa positioning saya sebagai seorang komedian sudah sangat kuat. Ini menjadi nilai lebih ketika saya menjadi seoarang motivator dan trainer.
 
Kopdar bersama pembicara dan motivator Indonesia ini sangat seru. Saking serunya saya sampai lupa ngajak motivator lainnya foto bareng.

Iwel Sastra Management
Kontak 08176655874

Rabu, 25 Mei 2016

Tiga Motivator Terbaik di Indonesia

Jika ada yang tiba-tiba meminta Anda menyebutkan nama 3 motivator terbaik di Indonesia maka reaksi Anda dalam menanggapinya kemungkinan ada dua. Pertama, Anda akan segera menyebutkan 3 nama motivator terbaik yang berada di puncak pikiran Anda. Kedua, Anda akan mengernyitkan kening, berusaha mengingat-ingat atau mencari 3 motivator terbaik Indonesia menurut versi Anda. Apapun rekasi yang Anda berikan pasti Anda berusaha menyebutkan 3 nama motivator terbaik di Indonesia.

Seberapa banyak diantara Anda yang memasukan nama Anda sendiri ke dalam daftar tiga motivator terbaik tersebut? Jika ada yang memasukan nama sendiri, dalam pada urutan berapa Anda memasukan nama Anda? "Saya kan bukan motivator maka saya tidak memasukan nama saya. Yang ditanya 3 motivator terbaik Indonesia kok." Inilah yang menjadi kesalahan banyak orang selama ini. Banyak orang yang mengenyampingkan bahkan menyepelekan potensi diri dalam memotivasi diri sendiri. Sesungguhnya motivator terbaik adalah diri kita sendiri. Kekuatan motivasi terbesar adalah yang datang dari dalam diri kita.

Ketika datang ke seminar motivasi atau ketika perusahaan mendatangkan motivator untuk memberikan training motivasi menjadi tidak akan ada artinya jika Anda sendiri enggan memotivasi diri. Semua ucapan motivator hanya berlalu begitu saja. Ibarat lagu yang tidak Anda kenal diputar di kafe tempat Anda ngopi atau ngobrol bersama teman-teman. Lagu itu terdengar di telinga tetapi tidak masuk ke hati sehingga berlalu begitu saja. Jika Anda mendengar semangat motivasi dari motivator, inspirator, atasan, teman atau siapa saja lalu Anda memerintahkan diri sendiri untuk merasa termotivasi maka dengan sendirinya Anda segera menjalankan perubahan positif dalam diri. Ingat, motivator terbaik itu adalah diri Anda sendiri dan yang terbaik kedua adalah saya, he he he.

info training & motivasi hub Cici 08176655874

Senin, 23 Mei 2016

Bukan Mendadak Motivator

Terinspirasi oleh Jerry Seinfeld sejak tahun 1998 saya sudah menekuni Stand Up Comedy. 6 Maret 2004 saya mengadakan pementasan Stand Up Comedy di Gedung Kesenian Jakarta. Inilah yang membuat media menjuluki saya sebagai pelopor Stand Up Comedy Indonesia. Bahkan tahun 2004 ada media yang menulis saya adalah Stand Up Comedian pertama di Indonesia.

Perkenalan saya dengan pak Gede Prama tahun 1999 membuat saya tertarik dengan dunia motivasi. Saat itu saya tidak mau mengembangkan ketertarikan ini lebih jauh karena saya mau fokus menekuni Stand Up Comedy. Semenjak tampil rutin di acara Bincang Bintang RCTI (2005-2006) kemudian Republik Mimpi hingga Democrazy Metro TV (2006-2012) popularitas saya sebagai komedian dan pembawa acara semakin meningkat.

Tahun 2005 rekan saya pemilik perusahaan training beberapakali meminta saya untuk menjadi trainer di perusahaannya. Saya sempat memenuhi ajakan tersebut dengan menjadi trainer untuk materi komunikasi dan manajemen risiko. Kemudian saya memutuskan untuk berhenti karena mau fokus membesarkan program televisi yang saya kelola.

Buku Judy Carter yang berjudul "the message of you" yang saya baca tahun 2012 membuat saya kemudian memutuskan mulai serius menekuni dunia motivasi dan training. Dalam bukunya tersebut Judy Carter menyebutkan di Amerika banyak comic yang laris sebagai public speaker. Alasan lain yang membuat saya memutuskan masuk ke dunia training dan motivasi adalah saya merasa positioning saya sebagai pembawa acara dan komedian sudah sangat kuat.

Pengalaman saya dalam mewujudkan mimpi menjadi komedian serta kegemaran saya membaca buku motivasi sejak tahun 1996 serta didukung  latarbelakang pendidikan saya S2 Ilmu komunikasi FISIP UI menjadi nilai lebih bagi saya sebagai trainer dan motivator yang bisa mengajak peserta training melihat sesuatu dari sisi lain.

Dapat dikatakan kehadiran saya sebagai trainer dan motivator bukanlah sesuatu yang mendadak.

Info training / motivasi : Cici 08176655874