Senin, 10 Juni 2013

Komentar Pembaca Buku MotivAction: Mimpi atau Mati!

Om Iwel umur aku baru 15 tahun, aku baca buku "mimpi atau mati" setelah aku baca buku itu aku tergerak untuk berubah menjadi lebih baik dan berusaha melakukan hal kecil untuk orang banyak. Makasih banyak om atas motivation + actionnya :)

Sekar Ayu Fadillah via @Sekaraaayuu

Gak tau mau ge-er atau harus waspada abis baca MotivAction. Soalnya selama membaca, sebagian seperti baca diary sendiri. Seperti ada flashback-flashback. Ada yang akhirnya saya pahami ternyata ada benang merahnya tiap moment-moment yang sudah terlewati.

Viluven via @viluven

Assalamu'alaikum wr.wb. salam kenal kang, saya rahmat taufik hidayat dalang wayang dakwah dari bandung, saya sedang membaca buku akang motivaction mimpi atau mati, materinya luar biasa sekali, mudah-mudahan kedepan kita bisa bekerja sama, terima kasih.

Taufik Hidayat via SMS

Ass, wrwb, Mas Iwel, Saya Edi, barusan selesai baca buku mas, terus langsung sms di nomor ini.. Saya yakin mas Iwel menyembunyikan ilmu dan kemampuannya sehingga hanya satu buku ini yang ditulis, minta kasih tahu mas dimana saya bisa membaca buku lain mas Iwel? Salam kenal

Edi, pengusaha interior dan furniture via SMS

Assalamualaikum Uda Iwel,
Buku Dakwah anda luar biasa. Semoga berkah dan rahmat Allah SWT selalu bersama Anda dan keluarga. Amin.

Sandra Nahdar via SMS

 Kita hanya punya formula-formula untuk menjemput rezeki. Namun, tetap saja rezeki adalah sebuah misteri (Bab 5 Buku MotivAction: Mimpi atau Mati)
                                                                                           
Liana Hutasoit via @LianaHutasoit

Kalimat cerdas #ProvokasiBahagia dari buku tercerdas #MotivAction nya @iwel_mc

Guyu Tainer via @cakaep

Aku sudah punya and baca bukunya. Bukunya mas @iwel_mc emg keren abis loh. So inspiring :)

Caroline Adenan via @oline_BMI

Sumpah om ini buku keren inspiring abis. Ga nyangka "jefry" itu uje pas balik next page.

Maria Siena via @m_siena_y

Selasa, 28 Mei 2013

Belajar Stand Up Comedy, Tiga Langkah Memulai Stand Up Comedy


Ini ada tips ringan, tiga langkah untuk memulai karir sebagai Stand Up Comedian. Pertama, nonton video comic Amerika yang popular. Kenapa comic Amerika? karena Stand Up Comedy di impor dari sana. Tujuannya supaya bisa paham dan mengerti Stand Up Comedy yang sesungguhnya.

Kedua, baca kiat, tips, modul, buku Stand Up Comedy. Lebih bagus buku atau tulisan karya penulis Amerika. Kalau karya penulis Indonesia ada  buku Kiat Tahap Awab Belajar Stand Up Comedy Indonesia yang ditulis oleh Ramon Papana. Dalam  buku MotivAction: Mimpi atau Mati! saya juga menulis sedikit mengenai Stand Up Comedy.

Dari awal saya menyarakan untuk menonton video comic Amerika dan buku Stand Up Comedy yang ditulis penulis Amerika karena Stand Up Comedy  komedi impor dari Amerik, jadi kita kudu menghargai budaya negara lain yang kita pinjam. Jangan asal main comot. Kalau komedi asli Indonesia itu namanya Lawak. Apa bedanya Stand Up Comedy dan Lawak? Jawabannya akan nemu kalau banyak baca.
 
Nonton video udah, baca kiat atau buku tentang Stand Up Comedy sudah. Sekarang masuk ke langkah ketiga yaitu action! Bikin materi coba open mic. Mantap deh!

Gimana kalo nggak lucu? Namanya pekerjaan pasti ada resiko. Hanya orang yang takut resiko yang tidak bisa mewujudkan mimpi. Selamat mencoba!

Photo: http://blog.sunrisecanyoncamapts.com

Kamis, 09 Mei 2013

Stand Up Comedy : Antara Indonesia Dan Amerika

Membuat penonton tertawa terbahak-bahak hingga gemuruh merupakan target kebanyakan stand up comedian Indonesia. Berdasarkan pengamatan saya, mulai terlihat perbedaan antara stand up comedian Indonesia dengan stand up comedian Amerika dalam memecah tawa penonton.

Kebanyakan stand up comedian Indonesia menggunakan "punchline" yang menabrak atau memutar balikan logika. Gaya punchline ini berbeda dengan stand up comedian Amerika yang lebih sering mempertanyakan fakta atau situasi.

Sebagai contoh materi stand up comedy yang dimainkan oleh George Carlin :

Have you  ever noticed that anybody driving slower than you is an idiot, and anyone going faster than you is a maniac?

Atau materi George Carlin lainnya:

Bowling is not a sport because you have to rent the shoes.

Kenapa di Indonesia materi yang memutar balikan logika efektif memecah tawa? Karena  penonton Indonesia sudah terbiasa dengan lawak atau komedi tradisional yang sering memutarbalikan logika. Lihatlah Srimulat misalnya. Bagaimana pemain-pemainnya sangat jago dalam memutar balikan logika. Pembantu bisa jadi majikan, majikan bisa jadi pembantu.

Selain itu, ada juga stand up comedian Indonesia yang menjual keluguan dan kepolosan untuk mendapatkan Gerrr. Formula ini cukup mujarab. Sebenarnya ini adalah formula yang telah digunakan oleh para pelawak puluhan tahun yang lalu. Sebut saja Gepeng dan Jojon sebagai contoh.

Dalam perjalanannya stand up comedy di Indonesia memiliki warnanya sendiri. Pengaruh lawak dan komedi tradisional tak bisa dihindarkan. Bagi yang pernah menonton penampilan stand up comedian Amerika tentu sangat merasakan perbedaan tersebut. Stand up comedy Indonesia mulai agak sulit disamakan dengan stand up comedy Amerika. Saya analogikan seperti KFC dan McDonalds, di Indonesia disajikan pakai nasi. Tentu di Amerika kita tidak akan menemukan paket nasi.

Sabtu, 04 Mei 2013

Cara Menulis Materi Stand Up Comedy

Beberapa bulan lalu melalui akun @iwel_mc saya pernah ngetwit tentang cara menulis materi stand up comedy. Melalui blog ini saya akan menuliskan versi artikelnya.

Menulis materi stand up comedy hampir sama dengan menulis materi humor lainnya. Hanya saja set up materi stand up comedy tidak bertele-tele. Inilah yang membedakan stand up dengan anekdot yang cenderung set up atau pengantar ke punchline yang panjang bahkan mirip cerita.

Set up dalam materi stand up comedy umumnya singkat. Saya akan memberikan contoh sebagai berikut:

Saya tidak berani menatap mata pramugari, kalo papasan pasti lihat kebawah (set up)
karena belahan roknya tinggi (punch)

Sedangkan anekdot cenderung bercerita, contoh : "ada orang madura naik pesawat, duduk dikelas bisnis. Pramugari mengatakan bahwa dia seharusnya duduk dibelakang di kelas Ekonomi. Orang Madura ini ngotot tetap ingin duduk dikelas bisnis .., begitu seterusnya."

Makanya ada semacam kesepakatan diantara praktisi stand up comedy di Amerika kalo materi anekdot bukanlah materi stand up comedy.

Berikut ada cara standar utk menulis materi bagi komedian observasional. Kita akan mulai menulis materi berdasarkan pengamatan. Kita akan menulis materi stand up comedy tentang restoran. Maka kita akan mengamati rangkaian kejadian ketika orang datang ke restoran. Di restoran orang datang, ada yang langsung dapat duduk atau antri dulu. Urutan lazimnya orang ketika masuk restoran adalah duduk, lihat menu, pesan, makan dan bayar.

Bagi komedian observasional antri di restoran bisa menjadi materi. Kemudian duduk, posisi duduk direstoran juga bisa jadi materi. Contoh :

Di restoran bebek goreng didepan saya duduk perempuan cantik pakai rok mini (set up)
Ini mempengaruhi pilihan saya untuk pesan paha (punchline)

Maaf, contoh diatas nyerempet ke anatomi tubuh terus, sekalian kasih contoh materi nyerempet juga bisa dibungkus elegan. Banyak rangkaian kejadian makan di restoran bisa jadi materi stand up comedy. Mulai dari menu hingga cara bayar. Makan sendiri atau berdua.

Sebagai contoh saya akan kutip materi lama mengenai cara orang memesan makanan di restoran.

Awal bulan mesan makanan biasanya lihat menu dari kiri ke kanan (setup)
kalau akhir bulan dari kanan ke kiri, dilihat harganya dulu (punch).

Formula ini bisa diadaptasi utk kejadian lain, misalnya rangkaian peristiwa “pdkt” sama perempuan. Pengalaman susah dapat kerja, kemacetan di Jakarta, dan lain-lain.

Demikianlah, intinya dengan latihan kita bisa menulis materi dengan set up yang singkat langsung disamber punchline. Itulah stand up comedy. Disamping set up dan punchline, ada juga bridging, ini pengantar sangat singkat dari satu materi ke materi lain. Contoh : “itu kalo kita makan di restoran, kalo makan di food court lain lagi. Saya pernah makan di food court sama pacar ... ” (kemudian masuk materi tentang food court).

Itulah tulisan singkat cara menulis materi stand up comedy

follow @iwelsastra19

Kamis, 11 April 2013

Keajaiban buku MotivAction Part 3

"Kalau uda Iwel mau bukunya terbit bulan Oktober, sanggup nggak menyelesaikan bukunya dalam satu bulan?" tantang Reno.
Tanpa berpikir panjang saya langsung menjawab tantangan tersebut "sanggup".

Selanjutnya saya, Reno dan Icha diskusi mengenai masalah teknis dalam penerbitan sebuah buku dan kesepakatan kontrak yang akan saya tandatangani.

Sebulan penuh selama bulan Agustus saya menulis naskah buku. Saya lebih senang menulis di malam hari. Kegiatan menulis sepanjang malam sebulan penuh membuat istri saya harus rela berkorban untuk melalui malam sendirian. Naskah buku selesai dalam sebulan dan saya mengirimkan naskah tepat di tanggal yang kami sepakati untuk penyerahan naskah.

Semula saya memberi judul buku ini Stand Up Motivation. Saya memilih judul ini untuk mendekatkan dengan image saya sebagai Stand Up Comedian. Judul utama ini dianggap kepanjangan, tim Noura Books mengajak saya untuk mencari judul alternatif. Saya bersama dengan tim Noura Books memikirkan judul lain yang juga bisa menggambarkan bahwa buku ini berisi motivasi yang disajikan dengan ala komedi. Muncullah kemudian judul MotivAction, Mimpi atau Mati!

"Uda Iwel, buku ini bisa aja terbit bulan Oktober seperti harapan uda. Kita tentu tidak mau buku ini hanya sekedar terbit. Sayang kalau naskah sebagus ini hanya sekedar jadi buku dan terbit. Kami berharap buku ini bisa menjadi Bestseller bahkan Mega Bestseller. Sebaiknya buku ini jangan terbit tergesa-gesa. Harus atur strategi dengan melihat situasi pasar," jelas Reno.

Saya sebagai orang baru dalam penerbitan tentu tidak mau bersikap sok tahu. Menurut saya Noura Books sebagai penerbit yang berpegalaman tentu tahu yang terbaik. Apalagi setelah saya lihat contoh desain layout buku MotivAction yang menjadi sangat menarik untuk dibaca. Saya sangat setuju sebuah buku jangan hanya sekedar terbit. Tujuan penulis menulis buku adalah agar karyanya dibaca oleh jutaan pembaca. Untuk membuat orang mau membaca karya penulis tentu banyak faktor pendukung yang bisa dilakukan.

Buku MotivAction terdiri dari 5 Bab.

Bab 1 saya banyak bercerita tentang action. Semua kiat dan tips dan action ini saya ambil dari pengalaman ketika merintis karir menjadi pelawak hingga akhirnya banting stir jadi Stand Up Comedian. Bagaimana caranya menciptakan momentum, menghindari diri dari menunda kesuksesan, kekuatan skenario mimpi, dan lain-lain.

Bab 2 tentang memasarkan diri bukan jual diri ya, he he he. Perbedaan istilah ini juga saya jelaskan dalam buku. Memasarkan diri meliputi bagaimana kaya dengan memasarkan diri, menjadikan kelemahan sebagai kekuatan, menggunakan batu loncatan serta beberapa kiat lainnya.

Bab 3 langkah-langkah ringan menuju sukses. Dalam bab ini dijelaskan mengenai teori Robin, business buddy, cara menghargai intangible asset, dan lain sebagainya.

Bab 4 faxtor XYZ. Penjelasan bagaimana mengetahui faxtor X, menciptakan faktor keberuntungan, bonus mimpi serta faktor-faktor lainnya dalam meraih mimpi.

Bab 5 saya beri judul bonus track. Istilah ini biasanya kita temui dalam album CD. Semula saya ragu untuk menuliskan bagian ini. Saya merasa tidak pantas untuk menuliskannya karena bab ini banyak membahas faktor sukses dari tinjaun agama. Setelah melakukan perenungan, akhirnya saya tulis karena menurut saya ilmu yang baik sebaiknya disebarluaskan.

Intinya dalam Bab ini saya ingin menyampaikan sukses itu terjadi bukan hanya karena faktor manusia namun ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Disini dituliskan tentang ilmu rezeky, rahasia kehidupan rahasia Tuhan, 7 magnet rezeky dan lain sebagainya.

In Shaa Allah Awal Mei buku MotivAction sudah bisa dibaca. Alhamdulillah, meskipun bukunya masih dalam tahap produksi, saat ini sudah banyak yang mengundang untuk acara bedah buku, talkshow bahkan seminar MotivAction.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 27 Maret 2013

Keajaiban Buku MotivAction Part 2

Met Siang, mas Iwel. Saya reno. Editor akuisisi penerbit Noura  Books (Mizan Grup).  Saya dapat info dari rekan wartawan, bahwa mas Iwel sedang menyiapkan naskah buku. Benarkah? Jika iya, bolehkah kami tahu tentang apa? Barangkali nanti kami bisa menerbitkan.

Itulah SMS yang saya terima pada tanggal 16 Juli 2012 pukul 11.50. Sehari setelah saya melalui akun twitter saya melakukan public commitment dengan mengatakan akan menerbitkan buku pada bulan Oktober 2012.  Saya tentu senang sekali membaca SMS ini. Apalagi SMS ini datang dari sebuah penerbit besar Noura Books. Inilah yang saya sebut dengan keajaiban. Saya punya keinginan buku pertama saya diterbitkan oleh Mizan, sekarang Noura Books yang merupakan bagian dari Mizan menghubungi saya. Saya tidak segera membalas SMS tersebut, bukan sok jual mahal tapi karena nggak ada pulsa.

Setelah isi pulsa saya segera membalas SMS tersebut. Tak lama Reno Azwir dari Noura Books menelepon saya.

"Mas Iwel bukunya udah mau terbit?" tanya Reno.
"Rencananya begitu," jawab saya singkat.
"Penerbitnya siapa?" lanjut Reno.
"Belum tahu mas."
"Mau terbit tapi kok belum tahu penerbitnya" kejar Reno.
"Maunya saya sih mas terbit Oktober tapi belum ada penerbit," ucapan saya ini sepertinya semakin membuat Reno bingung.
"Sudah ditawarkan ke Penerbit?" Reno penasaran plus bingung.
"Belum sih."

Untuk menutupi kebingungannya Reno mengajak saya ketemuan sekalian untuk melihat naskah yang akan saya terbitkan. Saya pun menyanggupi ajakan Reno untuk bertemu esok hari di sebuah kafe di kawasan Kemang. Setelah menutup pembicaraan dengan Reno saya menjadi panik setengah mati. Apa yang harus saya sampaikan besok kepada Reno. Naskah yang ingin dilihat Reno belum saya tulis sama sekali. Bahkan saya pun belum tahu menulis apa.

Keesokan harinya.
Saya bertemu dengan Reno yang siang itu ditemani oleh Icha Nadia editor Noura Books. Setelah pesan minum dan berbincang basa-basi, Reno langsung ke pokok tujuan pertemuan kami.

"Mas Iwel bawa naskahnya?" tanya Reno langsung kepada pokok sasaran.
"Bawa" jawab saya mantap.
"Boleh kami lihat?" pinta Reno.
"Nggak bisa"
Reno dan Icha saling pandang bingung. Mungkin mereka berpikir yang mereka temui adalah orang yang kurang waras. Katanya nulis buku tapi kok naskahnya nggak boleh dilihat.
"Kenapa nggak boleh dilihat mas?" tanya Icha mencairkan suasana.
"Karena semua masih ada disini" jawab saya sambil menunjuk ke kepala saya.

Reno yang saat itu sedang menyisip minumannya dari sedotan terperanjat kaget. Sedotan terlepas dari mulutnya dan untung minuman yang ada dimulutnya tidak muncrat  ke wajah saya.

"Jadi belum ditulis mas?" ujar Reno setengah melotot.

Untungnya Reno dan Icha adalah manusia-manusia tangguh yang sudah siap menghadapi beragam model penulis. Termasuk penulis nekat seperti saya. Sementara mereka bingung saya hanya bisa nyengir sambil mengaduk-ngaduk gelas minuman yang sudah kosong.

"Buku mau terbit Oktober? tapi sampai sekarang belum ditulis?" nggak jelas maksudnya Reno bertanya atau bergumam sendiri.

Wah .., apa yang terjadi selanjutnya. Nanti kita sambung lagi ya :)

Follow @iwel_mc

Picture : http://noura.mizan.com