Minggu, 16 Juni 2013

Kisah Tiga Sekawan, Iwel, Uje Dan Gugun

Tenkup - Kepergian Uje membuat semua orang yang kagum padanya geger. Tak terkecuali sahabat karibnya, Iwel Sastra. Bersama Gugun ‘Gondrong,’ mereka bertiga mengukir kisah. Pahit manis kehidupan telah dirasakan tiga sekawan ini.
Azan Shubuh belum berkumandang. Iwel masih lena dalam keheningan pagi. Sesaat setelahnya, Blackberry Messenggernya (BBM) mulai dipenuhi Broadcast tentang berita meninggalnya Uje. “Semula saya berharap itu hanya "Hoax." Tapi kemudian saya sangat sedih setelah mengetahui bahwa berita itu benar,” tulis Iwel pada Squadpost melalui wawancara via surat elektronik.

Keheningan pagi Iwel runtuh seketika. Maut datang begitu tiba-tiba. Ia sangat menyesali tak sempat bertandang ke kediaman Uje setelah menerima pesan Uje yang mengabarkan bahwa ia tidak lagi menggunakan BBM dan nomor telepon genggam yang ia gunakan saat itu. “Sebenarnya saya berkeinginan untuk berkunjung ke rumahnya.  Tapi entah kenapa keinginan itu tidak saya wujudkan saat itu,” sesal Iwel.

Kedekatan Iwel dengan Uje bemula di Musro Hotel Borobudur Jakarta pada 1993. Saat itu Iwel dan Gugun menjadi MC dalam acara Model Afternoon. Wajah Uje rupanya tidak asing bagi Iwel. Saat itu, Iwel sempat beberapa kali menonton Uje main sinetron di TVRI.

Gugun yang lebih dulu mengenal Iwel, memperkenalkannya pada Uje. Dari situ, ketiganya mulai menjadi tiga kawan perjuangan. Gugun langsung memboyong Uje dan Iwel ke rumahnya.

Maka rumah Gugun yang terletak di kawasan Mampang Prapatan pun menjadi markas mereka. “Uje jadi sering menginap, bahkan pernah berbulan-bulan tinggal sama kami dan tidak pulang ke rumah,” kenang Iwel. Sementara Iwel sudah lebih dulu mukim di rumah Gugun sedari 1993.

Kekerabatan tiga lajang ini semakin menjadi-jadi. Setiap waktu mereka selalu bersama. Makan, main, hingga tidur pun bertiga. “Pertemanan kami saat itu benar-benar sudah seperti saudara,” cerita Iwel. Antara Iwel dan Uje, keduanya termasuk memiliki hubungan yang cukup hangat. Lain hal antara Gugun dan Uje. Keduanya kerap berselisih kecil. “Biasanya karena masalah perempuan. Sering kali cewek yang ditaksir Gugun malah naksir Uje,” tulis Iwel.

Mimpi yang Terwujud
Ketiganya memiliki mimpi yang sama besar. Bersama menjadi orang yang berkecimpung dalam dunia hiburan. Gugun bercita-cita menjadi seorang pembawa acara, Iwel ingin menjadi pelawak terkenal, sedang Uje menggantang mimpi menjadi aktor kawakan dan penyanyi. Berangkat dari mimpi-mimpi yang dibangun itu, mereka mulai meniti beberapa kesempatan dari tempat-tempat bermain.

Saat malam tiba, dugem (dunia gemerlap) adalah pilihan menarik bagi mereka untuk menghabiskan waktu. Hampir semua tempat dugem di Jakarta mereka masuki bertiga. Setiap malam, sepanjang malam. Tempat dugem jugalah yang menjadi gerbang pertama ketiga karib ini memasuki panggung hiburan. “Kami sebenarnya bukan hanya sekadar cari hiburan saja di tempat tersebut, tapi sekalian cari pekerjaan untuk jadi MC (master of ceremony). Jadilah saya dan Gugun sering jadi MC di tempat-tempat tersebut. Saat itu Radio DMC ada acara unggulan namanya DMC Discotheque dibawakan oleh DJ-Dj top saat itu. Kami kenal dengan banyak DJ, makanya akses bergaul malam kami sangat terbuka lebar,” kenang Iwel.

Masuknya mereka dalam dunia gemerlap ternyata memiliki konsekuensi tersendiri. Ketiganya memiliki kesepakatan, “hanya boleh mabuk minuman tapi tidak mabuk narkoba.” Mengingat pergaulan mereka saat itu membuka kesempatan lebar untuk mendapatkan barang-barang haram. “Kami bertiga pernah nyobain ganja dan ketika inex belum tren, kami bertiga udah nyobain duluan. Kesepakatan pada saat itu sekadar mencoba,” tulis Iwel.

Sayang, saat itu Uje melanggar sendiri perjanjian yang telah disepakati tiga sekawan ini. Uje terjun bebas dalam dunia narkoba. Ia menjadi asosial dengan teman-temannya, terutama Iwel dan Gugun. Uje mulai jarang menginap di rumah Gugun lagi. Tepat pada 1998, Iwel dan Gugun kehilangan kontak dengan Uje. “Pernah saya datangi ke rumah orangtuanya di kawasan Pangeran Jayakarta tapi tidak pernah bertemu,” cerita Iwel.

Uje Kembali
Sekian lama menghilang, tiba-tiba Uje menelepon Iwel untuk mengajak kopi darat. Iwel yang mengira Uje masih suka dugem, memilih salah satu sebuah klub di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai tempat bertemu. Ternyata, Uje merasa risih dengan keramaian. Saat itu Uje mengatakan pada Iwel bahwa ia ingin sembuh dari ketergantungan obat-obatan. Sebagai teman, Iwel sangat senang mendengar niat Uje. “Sampai akhirnya saya menyarankan Uje untuk minta doa ibunya, agar dia bisa sembuh dari ketergantungan narkoba,” tulis Iwel. Setelah pertemuan itu, hubungan Iwel dan Uje merenggang lagi. Uje kembali raib entah ke mana.

Beberapa lama setelah itu, Uje kembali datang ke rumah Gugun. Namun kali ini dengan tampilan berbeda. Hidupnya telah berbalik 180 derajat. Tanpa alasan yang tak pernah didengar Iwel sebelumnya. Ia datang dengan mengenakan pakaian ghamis dan sudah berjenggot. Malah Uje menceramahi Iwel untuk bertobat. “Hal yang membuat saya bangga pada Uje adalah ketika saya pertama kali melihatnya menjadi khatib shalat Jumat. Uje bisa lepas dari ketergantungannya dan memilih dakwah sebagai jalan hidup,” kenang Iwel.

Ternyata, berkecimpungnya Uje di dunia dakwah bukan sekadar angin lalu. Ia mulai serius menyelami agama Islam. Kedekatan Iwel dan Uje selama lima tahun, membuat keduanya saling memahami. Perubahan yang ditunjukkan Uje benar-benar membuat Iwel pangling.

Saat dakwah pertama yang dijalankan Uje, Iwel masih sering menyambangi pengajiannya. Keduanya saling berbagi cerita dan saran. “Beberapa kali saya ke rumah Uje yang saat itu masih tinggal bersama ibunya. Kami pun sering diskusi mengenai strategi dakwah,” tulis Iwel. Namun, setelah Uje masuk dalam dunia pertelevisian, keduanya kembali berpisah jalan.

Namun, insting sebagai sahabat dan saudara sudah mendarah daging di antara mereka. Kemana pun kaki mereka melangkah, selalu saja ada alasan untuk saling mengingat. Iwel dan Uje kembali bertemu. Kali ini tidak sama sekali direncanakan. Agustus 2012 lalu, Uje dan Iwel bertatap muka secara tidak sengaja di kafe sebuah pusat perbelanjaan. “Ketika saya sedang menulis naskah buku di sebuah kafe di sebuah pusat perbelanjaan, Uje melintas dengan istrinya. Dia menghampiri saya. Saya tidak menduga Uje kemudian duduk dan mengajak saya berbincang,” kenang Iwel. Istri Uje, Pipik, duduk tak jauh dari mereka berdua. Uje dan Iwel berbincang banyak satu sama lain. Mulai dari kondisi Gugun yang saat itu sedang mengalami kondisi sakit parah, perkembangan karir Iwel sebagai komedian, sampai dengan pembubaran Uje Center yang baru dilakukan Uje.

Di luar dugaan, Uje sempat bertanya pada Iwel, bagaimana kalau seandainya ia berhenti ceramah. Sebagai sahabat yang cukup dekat, tentu Iwel memberikan saran terbaik. “Saya bilang jangan berhenti total, kalau dikurangi nggak apa demi kesehatan tubuh dan waktu untuk keluarga,” cerita Iwel.

Iwel yang sedang dalam proses pengerjaan bukunya berkali-kali menghubungi Uje untuk sekadar bercerita. Karena rencananya cerita tiga sekawan itu akan hadir dalam buku yang digarap Iwel ini.

“Kemudian Kamis Malam pukul 21.56 saya ngetwit:
1. Buku #MotivAction ada kisah nyata 3 sahabat yang setiap malam dugem terus. Sampai akhirnya salah satu dari mrk terkena narkoba.
2. Setelah yg kena narkoba ini sembuh, mendadak menjadi ustadz dan mulai bergabung dengan ormas Islam garis keras #MotivAction
3. Sentuhan "Personal Branding" temannya, membuat ustadz urung jadi ustadz garis keras. Malah kemudian ngetop sbg ustdz gaul #MotivAction
4. Cuplikan Sub Bab: kisah 3 sahabat yg sama-sama mengejar mimpi, akhirnya sama-sama terkenal dalam dunia yg berbeda #MotivAction,” tulis Iwel.

Sayang, Uje lebih dulu dipanggil Sang Pencipta. Iwel dan Gugun kehilangan karib terbaiknya. Sahabat susah, senang dan sedih. Ustadz gaul yang dirindukan umat Islam Indonesia itu, kini telah pergi. Selamanya.

Ditulis oleh : Muchlis Monday, 29 April 2013 16:33:00
Sumber : http://tenkup.com
Link asli : http://www.tenkup.com/peristiwa/5105-kisah-tiga-sekawan-iwel-uje-dan-gugun.html

Senin, 10 Juni 2013

Komentar Pembaca Buku MotivAction: Mimpi atau Mati!

Om Iwel umur aku baru 15 tahun, aku baca buku "mimpi atau mati" setelah aku baca buku itu aku tergerak untuk berubah menjadi lebih baik dan berusaha melakukan hal kecil untuk orang banyak. Makasih banyak om atas motivation + actionnya :)

Sekar Ayu Fadillah via @Sekaraaayuu

Gak tau mau ge-er atau harus waspada abis baca MotivAction. Soalnya selama membaca, sebagian seperti baca diary sendiri. Seperti ada flashback-flashback. Ada yang akhirnya saya pahami ternyata ada benang merahnya tiap moment-moment yang sudah terlewati.

Viluven via @viluven

Assalamu'alaikum wr.wb. salam kenal kang, saya rahmat taufik hidayat dalang wayang dakwah dari bandung, saya sedang membaca buku akang motivaction mimpi atau mati, materinya luar biasa sekali, mudah-mudahan kedepan kita bisa bekerja sama, terima kasih.

Taufik Hidayat via SMS

Ass, wrwb, Mas Iwel, Saya Edi, barusan selesai baca buku mas, terus langsung sms di nomor ini.. Saya yakin mas Iwel menyembunyikan ilmu dan kemampuannya sehingga hanya satu buku ini yang ditulis, minta kasih tahu mas dimana saya bisa membaca buku lain mas Iwel? Salam kenal

Edi, pengusaha interior dan furniture via SMS

Assalamualaikum Uda Iwel,
Buku Dakwah anda luar biasa. Semoga berkah dan rahmat Allah SWT selalu bersama Anda dan keluarga. Amin.

Sandra Nahdar via SMS

 Kita hanya punya formula-formula untuk menjemput rezeki. Namun, tetap saja rezeki adalah sebuah misteri (Bab 5 Buku MotivAction: Mimpi atau Mati)
                                                                                           
Liana Hutasoit via @LianaHutasoit

Kalimat cerdas #ProvokasiBahagia dari buku tercerdas #MotivAction nya @iwel_mc

Guyu Tainer via @cakaep

Aku sudah punya and baca bukunya. Bukunya mas @iwel_mc emg keren abis loh. So inspiring :)

Caroline Adenan via @oline_BMI

Sumpah om ini buku keren inspiring abis. Ga nyangka "jefry" itu uje pas balik next page.

Maria Siena via @m_siena_y

Selasa, 28 Mei 2013

Belajar Stand Up Comedy, Tiga Langkah Memulai Stand Up Comedy


Ini ada tips ringan, tiga langkah untuk memulai karir sebagai Stand Up Comedian. Pertama, nonton video comic Amerika yang popular. Kenapa comic Amerika? karena Stand Up Comedy di impor dari sana. Tujuannya supaya bisa paham dan mengerti Stand Up Comedy yang sesungguhnya.

Kedua, baca kiat, tips, modul, buku Stand Up Comedy. Lebih bagus buku atau tulisan karya penulis Amerika. Kalau karya penulis Indonesia ada  buku Kiat Tahap Awab Belajar Stand Up Comedy Indonesia yang ditulis oleh Ramon Papana. Dalam  buku MotivAction: Mimpi atau Mati! saya juga menulis sedikit mengenai Stand Up Comedy.

Dari awal saya menyarakan untuk menonton video comic Amerika dan buku Stand Up Comedy yang ditulis penulis Amerika karena Stand Up Comedy  komedi impor dari Amerik, jadi kita kudu menghargai budaya negara lain yang kita pinjam. Jangan asal main comot. Kalau komedi asli Indonesia itu namanya Lawak. Apa bedanya Stand Up Comedy dan Lawak? Jawabannya akan nemu kalau banyak baca.
 
Nonton video udah, baca kiat atau buku tentang Stand Up Comedy sudah. Sekarang masuk ke langkah ketiga yaitu action! Bikin materi coba open mic. Mantap deh!

Gimana kalo nggak lucu? Namanya pekerjaan pasti ada resiko. Hanya orang yang takut resiko yang tidak bisa mewujudkan mimpi. Selamat mencoba!

Photo: http://blog.sunrisecanyoncamapts.com

Kamis, 09 Mei 2013

Stand Up Comedy : Antara Indonesia Dan Amerika

Membuat penonton tertawa terbahak-bahak hingga gemuruh merupakan target kebanyakan stand up comedian Indonesia. Berdasarkan pengamatan saya, mulai terlihat perbedaan antara stand up comedian Indonesia dengan stand up comedian Amerika dalam memecah tawa penonton.

Kebanyakan stand up comedian Indonesia menggunakan "punchline" yang menabrak atau memutar balikan logika. Gaya punchline ini berbeda dengan stand up comedian Amerika yang lebih sering mempertanyakan fakta atau situasi.

Sebagai contoh materi stand up comedy yang dimainkan oleh George Carlin :

Have you  ever noticed that anybody driving slower than you is an idiot, and anyone going faster than you is a maniac?

Atau materi George Carlin lainnya:

Bowling is not a sport because you have to rent the shoes.

Kenapa di Indonesia materi yang memutar balikan logika efektif memecah tawa? Karena  penonton Indonesia sudah terbiasa dengan lawak atau komedi tradisional yang sering memutarbalikan logika. Lihatlah Srimulat misalnya. Bagaimana pemain-pemainnya sangat jago dalam memutar balikan logika. Pembantu bisa jadi majikan, majikan bisa jadi pembantu.

Selain itu, ada juga stand up comedian Indonesia yang menjual keluguan dan kepolosan untuk mendapatkan Gerrr. Formula ini cukup mujarab. Sebenarnya ini adalah formula yang telah digunakan oleh para pelawak puluhan tahun yang lalu. Sebut saja Gepeng dan Jojon sebagai contoh.

Dalam perjalanannya stand up comedy di Indonesia memiliki warnanya sendiri. Pengaruh lawak dan komedi tradisional tak bisa dihindarkan. Bagi yang pernah menonton penampilan stand up comedian Amerika tentu sangat merasakan perbedaan tersebut. Stand up comedy Indonesia mulai agak sulit disamakan dengan stand up comedy Amerika. Saya analogikan seperti KFC dan McDonalds, di Indonesia disajikan pakai nasi. Tentu di Amerika kita tidak akan menemukan paket nasi.

Sabtu, 04 Mei 2013

Cara Menulis Materi Stand Up Comedy

Beberapa bulan lalu melalui akun @iwel_mc saya pernah ngetwit tentang cara menulis materi stand up comedy. Melalui blog ini saya akan menuliskan versi artikelnya.

Menulis materi stand up comedy hampir sama dengan menulis materi humor lainnya. Hanya saja set up materi stand up comedy tidak bertele-tele. Inilah yang membedakan stand up dengan anekdot yang cenderung set up atau pengantar ke punchline yang panjang bahkan mirip cerita.

Set up dalam materi stand up comedy umumnya singkat. Saya akan memberikan contoh sebagai berikut:

Saya tidak berani menatap mata pramugari, kalo papasan pasti lihat kebawah (set up)
karena belahan roknya tinggi (punch)

Sedangkan anekdot cenderung bercerita, contoh : "ada orang madura naik pesawat, duduk dikelas bisnis. Pramugari mengatakan bahwa dia seharusnya duduk dibelakang di kelas Ekonomi. Orang Madura ini ngotot tetap ingin duduk dikelas bisnis .., begitu seterusnya."

Makanya ada semacam kesepakatan diantara praktisi stand up comedy di Amerika kalo materi anekdot bukanlah materi stand up comedy.

Berikut ada cara standar utk menulis materi bagi komedian observasional. Kita akan mulai menulis materi berdasarkan pengamatan. Kita akan menulis materi stand up comedy tentang restoran. Maka kita akan mengamati rangkaian kejadian ketika orang datang ke restoran. Di restoran orang datang, ada yang langsung dapat duduk atau antri dulu. Urutan lazimnya orang ketika masuk restoran adalah duduk, lihat menu, pesan, makan dan bayar.

Bagi komedian observasional antri di restoran bisa menjadi materi. Kemudian duduk, posisi duduk direstoran juga bisa jadi materi. Contoh :

Di restoran bebek goreng didepan saya duduk perempuan cantik pakai rok mini (set up)
Ini mempengaruhi pilihan saya untuk pesan paha (punchline)

Maaf, contoh diatas nyerempet ke anatomi tubuh terus, sekalian kasih contoh materi nyerempet juga bisa dibungkus elegan. Banyak rangkaian kejadian makan di restoran bisa jadi materi stand up comedy. Mulai dari menu hingga cara bayar. Makan sendiri atau berdua.

Sebagai contoh saya akan kutip materi lama mengenai cara orang memesan makanan di restoran.

Awal bulan mesan makanan biasanya lihat menu dari kiri ke kanan (setup)
kalau akhir bulan dari kanan ke kiri, dilihat harganya dulu (punch).

Formula ini bisa diadaptasi utk kejadian lain, misalnya rangkaian peristiwa “pdkt” sama perempuan. Pengalaman susah dapat kerja, kemacetan di Jakarta, dan lain-lain.

Demikianlah, intinya dengan latihan kita bisa menulis materi dengan set up yang singkat langsung disamber punchline. Itulah stand up comedy. Disamping set up dan punchline, ada juga bridging, ini pengantar sangat singkat dari satu materi ke materi lain. Contoh : “itu kalo kita makan di restoran, kalo makan di food court lain lagi. Saya pernah makan di food court sama pacar ... ” (kemudian masuk materi tentang food court).

Itulah tulisan singkat cara menulis materi stand up comedy

follow @iwelsastra19

Kamis, 11 April 2013

Keajaiban buku MotivAction Part 3

"Kalau uda Iwel mau bukunya terbit bulan Oktober, sanggup nggak menyelesaikan bukunya dalam satu bulan?" tantang Reno.
Tanpa berpikir panjang saya langsung menjawab tantangan tersebut "sanggup".

Selanjutnya saya, Reno dan Icha diskusi mengenai masalah teknis dalam penerbitan sebuah buku dan kesepakatan kontrak yang akan saya tandatangani.

Sebulan penuh selama bulan Agustus saya menulis naskah buku. Saya lebih senang menulis di malam hari. Kegiatan menulis sepanjang malam sebulan penuh membuat istri saya harus rela berkorban untuk melalui malam sendirian. Naskah buku selesai dalam sebulan dan saya mengirimkan naskah tepat di tanggal yang kami sepakati untuk penyerahan naskah.

Semula saya memberi judul buku ini Stand Up Motivation. Saya memilih judul ini untuk mendekatkan dengan image saya sebagai Stand Up Comedian. Judul utama ini dianggap kepanjangan, tim Noura Books mengajak saya untuk mencari judul alternatif. Saya bersama dengan tim Noura Books memikirkan judul lain yang juga bisa menggambarkan bahwa buku ini berisi motivasi yang disajikan dengan ala komedi. Muncullah kemudian judul MotivAction, Mimpi atau Mati!

"Uda Iwel, buku ini bisa aja terbit bulan Oktober seperti harapan uda. Kita tentu tidak mau buku ini hanya sekedar terbit. Sayang kalau naskah sebagus ini hanya sekedar jadi buku dan terbit. Kami berharap buku ini bisa menjadi Bestseller bahkan Mega Bestseller. Sebaiknya buku ini jangan terbit tergesa-gesa. Harus atur strategi dengan melihat situasi pasar," jelas Reno.

Saya sebagai orang baru dalam penerbitan tentu tidak mau bersikap sok tahu. Menurut saya Noura Books sebagai penerbit yang berpegalaman tentu tahu yang terbaik. Apalagi setelah saya lihat contoh desain layout buku MotivAction yang menjadi sangat menarik untuk dibaca. Saya sangat setuju sebuah buku jangan hanya sekedar terbit. Tujuan penulis menulis buku adalah agar karyanya dibaca oleh jutaan pembaca. Untuk membuat orang mau membaca karya penulis tentu banyak faktor pendukung yang bisa dilakukan.

Buku MotivAction terdiri dari 5 Bab.

Bab 1 saya banyak bercerita tentang action. Semua kiat dan tips dan action ini saya ambil dari pengalaman ketika merintis karir menjadi pelawak hingga akhirnya banting stir jadi Stand Up Comedian. Bagaimana caranya menciptakan momentum, menghindari diri dari menunda kesuksesan, kekuatan skenario mimpi, dan lain-lain.

Bab 2 tentang memasarkan diri bukan jual diri ya, he he he. Perbedaan istilah ini juga saya jelaskan dalam buku. Memasarkan diri meliputi bagaimana kaya dengan memasarkan diri, menjadikan kelemahan sebagai kekuatan, menggunakan batu loncatan serta beberapa kiat lainnya.

Bab 3 langkah-langkah ringan menuju sukses. Dalam bab ini dijelaskan mengenai teori Robin, business buddy, cara menghargai intangible asset, dan lain sebagainya.

Bab 4 faxtor XYZ. Penjelasan bagaimana mengetahui faxtor X, menciptakan faktor keberuntungan, bonus mimpi serta faktor-faktor lainnya dalam meraih mimpi.

Bab 5 saya beri judul bonus track. Istilah ini biasanya kita temui dalam album CD. Semula saya ragu untuk menuliskan bagian ini. Saya merasa tidak pantas untuk menuliskannya karena bab ini banyak membahas faktor sukses dari tinjaun agama. Setelah melakukan perenungan, akhirnya saya tulis karena menurut saya ilmu yang baik sebaiknya disebarluaskan.

Intinya dalam Bab ini saya ingin menyampaikan sukses itu terjadi bukan hanya karena faktor manusia namun ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Disini dituliskan tentang ilmu rezeky, rahasia kehidupan rahasia Tuhan, 7 magnet rezeky dan lain sebagainya.

In Shaa Allah Awal Mei buku MotivAction sudah bisa dibaca. Alhamdulillah, meskipun bukunya masih dalam tahap produksi, saat ini sudah banyak yang mengundang untuk acara bedah buku, talkshow bahkan seminar MotivAction.

Semoga bermanfaat.