Jumat, 16 Agustus 2013

Mimpi Indonesia

Indonesia,  Aku Iwel yang selalu mencintaimu.
Hampir setiap hari aku bersamamu, sedih hatiku bila aku meninggalkanmu.
Kerinduan selalu muncul jika jauh darimu.
Indonesia, bukan hanya aku yang mengagumi tapi dunia pun tak berkedip memandangmu. Sosokmu yang elok dan rupawan, menggoda siapa saja untuk bisa memilikimu.
Esok engkau akan memasuki usia kemerdekaan yang ke 68 tahun.
Tanpa terasa 68 tahun sudah engkau berdiri untuk menata diri.
Apa sesungguhnya mimpimu Indonesiaku?
Aku hanya ingin mengingatkan kembali mimpi-mimpimu yang pernah engkau tulis, 
yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Mari kita wujudkan bersama mimpimu Indonesiaku .., bersama kita bergandengan tangan memotivasi diri untuk action mewujudkan mimpi Indonesia.

Catatan : Mimpi Indonesia  ditulis Iwel Sastra dan dibacakan pada sesi Love Letter For Indonesia acara The Merry Riana Show - Radio Sonora Network - Jumat 16 Agustus 2013.

Selasa, 13 Agustus 2013

Dokumentasi Pribadi : Seputar Stand Up Comedy

Indo Pos, Kamis 27 Oktober 2005

Indo Pos, Selasa 1 November 2005
Kompas, Rabu 25 Februari 2004

Harian Merdeka Senin 8 Maret 2004

Minggu, 11 Agustus 2013

Menjadi Full Time Comedian

Sewaktu saya mengatakan bahwa pekerjaan saya semenjak tahun 1993 adalah full time comedian, seorang pria bertanya "apa yang mas Iwel kerjakan kalau lagi nggak suting?"

Selama ini dalam bayangan masyarakat jika seorang komedian tidak muncul di televisi berarti dia sedang menganggur. Pemahaman ini wajar saja karena banyak masyarakat yang belum paham mengenai profesi komedian serta ruang lingkup pekerjaannya.

Bagi yang sudah membaca buku motivaction: mimpi atau mati! pasti sudah tahu kalau saya merantau ke Jakarta tahun 1989 dengan tujuan ingin mengadu nasib menjadi pelawak. Karir profesional saya sebagai komedian baru terbuka tahun 1993 ketika saya menjadi penyiar radio DMC 1079FM. Saya sebut sebagai karir profesional karena pada tahun inilah saya mulai dibayar secara profesional sebagai seorang komedian.

Ruang lingkup pekerjaan seorang komedian hampir sama dengan artis lainnya secara garis besar terbagi dua yaitu on air dan off air. Menjadi penyiar radio, muncul di televisi, main film, main iklan bisa dikategorikan dalam ruang lingkup on air. Sedangkan ruang lingkup off air adalah segala kegiatan yang berhubungan dengan panggung pertunjukan dan proses kreatif.

Penghasilan terbesar seorang komedian "seharusnya" lebih banyak bersumber dari off air. Honor yang diterima komedian dalam acara off air lebih besar dibandingkan honor ketika tampil di televisi. Muncul ditelevisi selain mendapatkan penghasilan juga berguna untuk mendongkrak popularitas. Dampak popularitas ini berpengaruh terhadap tarif komedian ketika menerima pekerjaan off air.

Menjawab pertanyaan pria tadi, apa yang saya lakukan ketika tidak muncul di televisi? Jawabannya adalah, sebagai full time comedian saya mengatur irama hidup saya seperti menjalankan sebuah perusahaan. Ada hari untuk bekerja ada hari untuk libur. Biasanya kalau tidak suting, saya memiliki jadwal off air untuk manggung. Disinilah seorang komedian harus kreatif menciptakan aneka produk. Saya sendiri selain menyediakan produk "stand up comedy" juga menyediakan produk pembawa acara, moderator dan public speaking coach. Saya juga membuat produk baru yang saya beri nama "stand up motivation" menggabungkan stand up comedy dan motivasi. 

Jika pada hari yang saya tetapkan untuk bekerja tidak ada jadwal suting dan tidak ada jadwal manggung, maka saya melakukan proses kreatif seperti menulis materi stand up comedy, menulis buku, menulis skenario, merancang program acara televisi, merancang proposal untuk sponsor,  merancang strategi karir saya baik yang sifatnya mingguan, bulanan, jangka panjang, bahkan saya mewajibkan diri saya menyediakan waktu untuk menonton video-video komedian terkenal sebagai bahan pembelajaran, membaca buku-buku terbaru seputar komedi dan latihan membawakan joke, latihan membawakan acara hingga latihan akting.

Dari proses kreatif yang saya lakukan telah menghasilkan ratusan naskah untuk acara televisi, dua buah buku motivasi yang hasilnya sudah saya nikmati berupa royalti yang diberikan penerbit. Tulisan saya juga pernah dimuat di sejumlah media massa. Kemampuan menulis ini masih bisa saya kembangkan untuk menulis skenario film bergenre komedi.

Dari semua kegiatan on air maupun off air tersebut semua memiliki benang merah yaitu komedi. Setiap produk yang saya hasilkan harus memiliki unsur komedi. Ketika orang belajar public speaking kepada saya, maka salah satu output-nya adalah bisa menjadi pembicara yang menyenangkan, memiliki sense of humor dan bisa menulis joke.

Bagi saya menjadi komedian bukan hanya sekedar profesi, ini merupakan bisnis yang harus saya kelola dengan baik seperti menjalakan sebuah perusahaan. Di Indonesia mayoritas komedian maupun artis - tentu tidak semuanya - semakin tua semakin kurang populer dan perlahan hilang. Berbeda dengan Amerika, disana kita bisa lihat komedian seperti Jerry Seinfeld, Adam Sandler, Steve Martin, Jay Leno, David Letterman semakin tua semakin laku dan semakin mempesona.   

Ini juga alasan saya menolak pinangan sejumlah partai politik untuk menjadi caleg. Dunia saya bukan di parlemen, dunia saya adalah dunia komedi. Masih banyak yang harus saya kerjakan dan selesaikan di dunia ini. Saya berharap walaupun  nanti saya sudah setua David Letterman, tapi saya bisa tetap eksis, laris dan memiliki pengaruh dalam kehidupan sosial, politik dan budaya.

Kutipan Motivasi

Ini beberapa twit motivasi yang pernah saya posting melalui akun twitter @iwel_mc

Hidup memang keras tapi Tuhan menyediakan cara untuk melunakannya.

Mereka yang mencari pasti menemukan, minimal menemukan jawaban bahwa yang dicari tidak ketemu.


Mimpi itu boleh setinggi langit, namun seperti halnya celana, kadang perlu juga dipasin ukurannya

Mengejar mimpi seindah mengejar layangan. Kadang mudah didapat, kadang kedahuluan orang, kadang nyangkut dipohon.

Jangan pernah malu memulai kembali semua dari nol. Belajarlah dari petugas pom bensin yang tetap tersenyum walau harus mulai dari nol.

Senin, 05 Agustus 2013

Bagaimana Menulis Buku Best Seller

Ketika menulis buku motivaction: mimpi atau mati! saya berharap buku ini menjadi buku best seller. Keinginan saya agar buku ini menjadi best seller selain bisa mendapatkan royalti yang dahsyat, paling utama adalah buku agar buku ini bisa dibaca dan menginspirasi jutaan orang. Ini adalah buku motivasi yang disajikan secara komedi berdasarkan pengalaman saya. Artinya semua yang saya tulis dalam buku tersebut sudah teruji dan terbukti bisa digunakan sebagai ilmu untuk meraih sukses.

Saat berdiskusi dengan Reno Azwir, editor akuisisi noura books, pertanyaan pertama saya adalah "apa tips untuk menulis buku best seller?" 
Reno tertawa mendengar pertanyaan saya. Sesaat kemudian Reno menjawab "tipsnya adalah nggak ada tips. Kalau ada sudah dapat dipastikan semua buku yang diterbitkan penerbit menjadi best seller".

Lebih lanjut Reno menjelaskan setiap buku memiliki nasibnya sendiri. Sebuah buku kemudian best seller atau tidak seperti menjadi rahasia tersendiri. Reno mencontohkan sebuah buku yang nasional best seller. Awalnya buku tersebut tidak laku dipasaran. Sudah masuk gudang penerbit. Kemudian ada sebuah momen yang tak diduga yang membuat buku tersebut bisa keluar gudang untuk dijual kembali. Bukan hanya itu dicetak ulang sampai puluhan kali dan diangkat ke layar lebar. Siapa yang menyangka buku yang udah bermukim di gudang sekian lama akan menjadi nasional best seller.

Dalam wawancara dengan kompas.com penulis buku best seller Dewi Lestari mengungkapkan bahwa  ia tak percaya bahwa ada formula khusus yang bisa membuat sebuah buku menjadi best seller. Dee- panggilan akrab Dewi - tidak tahu persis apa yang membuat bukunya menjadi best-seller.

Seorang teman penulis pernah menyarankan saya untuk mengikuti jejaknya agar buku saya menjadi best seller yaitu dengan membeli buku saya sendiri. Itulah yang dia lakukan agar buku yang dia tulis mendapat cap best seller pada terbitan pertama. Cara ini juga yang banyak dilakukan oleh penulis lain. Tentu saja saya berpikir seratus kali untuk mengikuti jejak ini. Tujuan saya bukan hanya semata cap best seller tapi bagaimana  jutaan pembaca bisa mendapatkan manfaat dari yang saya tulis.

Tung Desem Waringin mengungkapkan sebuah buku tidak bisa didiamkan saja untuk bisa menjadi best seller. Selain promosi yang dilakukan penerbit, penulis harus kreatif mencari cara pemasaran yang tidak biasa. Seperti yang dilakukan Tung Desem 1 Juni 2008 menyebarkan uang Rp100 juta dari atas pesawat. Menyebar uang ini sebenarnya bagian dari mempromosikan bukunya yang berjudul financial revolution. Cara ini membuahkan hasil,  di hari pertama, buku  financial revolution habis terjual sebanyak 38.878 eksemplar,

Saya sendiri berdasarkan pengalaman dan pengamatan menemukan beberapa faktor yang bisa menjadi daya ungkit agar sebuah buku menjadi best seller.

1. Buku tersebut ditulis sepenuh hati.
2. Niatkan agar isi buku memberikan manfaat bagi jutaan pembaca.
3. Memilih judul yang memiliki daya tarik.
4. Menjodohkan buku dengan penerbit yang tepat.
5. Menerbitkan buku pada waktu yang tepat
6. Membuat strategi agar buku dibicarakan banyak orang.

Selain itu jangan lupa berserah diri kepada Yang Maha Kuasa serta yakin bahwa buku yang kita tulis akan menjadi best seller. Kalau penulisnya sendiri tidak yakin bagaimana mungkin bisa menjadi best seller.

Sabtu, 27 Juli 2013

Endorsement MotivAction: Mimpi atau Mati!

“Melalui buku ini Anda bisa menemukan lentera jiwa dan motivasi, yang mendorong Iwel menjadi sosok yang kita kenal dari ‘Republik Mimpi’. Kaum muda, belajarlah dari buku ini.”
—Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., Pendiri Yayasan Rumah Perubahan

“Segar, ringan, tetapi berbobot. Bacaan penuh inspirasi dan humor dari seorang pelopor stand up comedy Indonesia. Ayo beli dan baca!”
—Tung Desem Waringin, Penulis Buku Bestseller Financial Revolution & Marketing Revolution

“Buku yang lucu berkelas, penuh ilmu, dan pengalaman nyata yang bernas.”
—Jamil Azzaini, Inspirator Sukses Mulia (www.JamilAzzaini.com)

“Motivasi tanpa aksi adalah omong kosong. Buku ini siap menampar Anda untuk segera bertindak!”
—Bong Chandra, Entrepreneur, Motivator, Penulis


“Motivation + action = pasangan ideal untuk menemani kehidupan. Buku ini berisi kisah perjuangan dengan grafik emosi yang terkadang menukik tajam, tetapi selalu siap untuk melesat lebih tinggi!”
—Asty Ananta, Artis dan Presenter

“Dengan gaya khas yang menyelipkan candaan dalam kalimat-kalimatnya, Iwel mengajak kita bermimpi dan memulai langkah kecil sampai akhirnya menjadi loncatan besar. Kuncinya, ACTION!”
—Aviani Malik, Presenter Metro TV

Sabtu, 20 Juli 2013

Mengenal Stand Up Comedy

Pandji, Iwel, Ernest
Tulisan ini saya tulis pada bulan Juli 2005 ketika saya masih menjadi stand up comedian di acara bincang bintang RCTI. Semula tulisan ini "waktu itu" akan saya kirimkan ke sebuah surat kabar nasional. Entah kenapa waktu itu tidak jadi saya kirim.

Ide tulisan ini muncul ketika suatu hari di bulan Juli 2005 saya diundang oleh seorang teman kesebuah kafe di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Disana sedang diadakan stand up comedy contest. Ini bukanlah comedy café melainkan kafe yang biasanya menyajikan hiburan musik top 40.

Pada saat itu sebuah stasiun televisi juga mengadakan lomba lawak antarmahasiwa yang salah satu kriterianya memperlombakan stand up comedy. Istilah stand up comedy pada tahun 2005 sudah mulai beredar di masyarakat walau masih terasa asing. 

Setelah saya revisi sedikit tulisan ini saya muat di blog saya. Tepat delapan tahun setelah tulisan ini pernah saya tulis dan simpan sebagai koleksi tulisan pribadi. Inilah isi tulisan saya delapan tahun yang lalu.

Sudah berapa bulan ini saya membawakan sesi stand up comedy di acara Bincang Bintang RCTI. Beberapa hari lalu di sebuah kafe di kawasan Kemang Jakarta Selatan diadakan stand up comedy contest. Apa sih sebenarnya stand up comedy itu? 

Stand up comedy adalah salah satu gaya komedi yang sangat populer di Amerika. Pelakunya disebut stand up comedian atau comic. Di negeri Paman Sam ini ada beberapa gaya komedi yang sangat populer diantaranya stand up comedy, sketch comedy dan props comedy. Masing-masing memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Disini saya akan mengulas tentang stand up comedy.

Agak sulit menterjemahkan stand up comedy ke dalam bahasa Indonesia. Jika diterjemahkan begitu saja ke dalam bahasa Indonesia, stand up comedy menjadi komedi berdiri. Kalau artinya komedi berdiri maka semua pelawak di Indonesia bisa dikatakan stand up comedian. Hal ini disebabkan hampir semua pelawak Indonesia melakukan pertunjukan komedi secara berdiri. Pertunjukan komedi yang dilakukan secara berdiri tidak otomatis disebut stand up comedy karena secara bahasa istilah ini tidak sekedar mengatakan bahwa ini adalah pertunjukan yang dilakukan oleh komedian dengan cara berdiri. Secara bahasa, stand up comedy merupakan istilah mandiri sehingga sulit diterjemahkan secara harafiah. Namun demikian, stand up comedy dapat dipahami.

Berbeda dengan pelawak Indonesia yang cenderung melawak dalam grup, seorang stand up comedian melawak seorang diri di hadapan pentontonnya. Ia membawakan materi lawakan yang lucu sesuai dengan gaya lawakan yang dianutnya. Saya berbeda pendapat dengan seorang pengamat lawak Indonesia yang mengatakan bahwa stand up comedy tidak harus dilakukan sendirian tetapi juga bisa dilakukan secara grup yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Namun pengamat ini tidak dapat memberikan alasan yang berdasar mengenai argumentasinya tersebut.

Berdasarkan pengamatan, belum saya temui stand up comedian yang populer karena melakukannya dalam grup. Jerry Seinfeld, Eddy Murfy, Steve Martin, dan Robin Williams melakukannya sendiri. Komedian Steve Harvey, DL Huggley, Cedric The Entertainer dan Bernie Mac memang pernah melakukan pertunjukan stand up comedy bersama yang mereka beri nama kings of comedy, namun mereka tetap tampil sendiri-sendiri di atas panggung. Kalau komedi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, disebut dengan istilah sketch comedy.

Dari pengamatan dan beberapa literature yang saya baca mengenai stand up comedy terdapat  beberapa aliran dalam stand up comedy, diantaranya observational yang dipopulerkan oleh Jerry Seinfeld. Aliran ini mengangkat kejadian sehari-hari di tengah masyarakat berdasarkan observasi sang komedian. Misalnya, kejadian di tempat cuci mobil, antri tiket bioskop, naik pesawat dan lain-lain.

Aliran topical hampir mirip dengan observational. Bedanya, topical lebih mengangkat isu-isu aktual, seperti kebijakan pemerintah atau berita utama media massa. Aliran ini bisa kita lihat dari materi yang dibawakan oleh Jay Leno, David Letterman dan Conan O’Brien dalam show televisi mereka
.
Aliran impresionist yang biasa dibawakan oleh Mike Myers maupun Jimmy Fallon umumnya menirukan suara, penampilan atau tingkah laku seorang tokoh atau selebriti terkenal. Misalnya, Jimmy Fallon dalam acara America’s Got Talent menirukan suara dan gaya sejumlah comic terkenal seperti Jerry Seinfeld, Chris Rock, Robin Williams dan lain-lain.

Ada juga aliran improvisational yang sering dilakukan oleh Robin Williams, meskipun disebut inprovisasi namun komedian ini tetap mempersiapkan garis besar materi lawakan yang akan dibawakannya. Kemudian dia loncat dari suatu topik ke topik yang lain. Disamping yang saya sebutkan tadi masih ada beberapa aliran stand up comedy lainnya.

Kerancuan masyarakat lawak Indonesia dalam memandang stand up comedy seringkali terlihat. Ada orang yang mempunyai beberapa koleksi cerita lucu kemudian membawakannya diatas panggung, berani mengaku telah melakukan stand up comedy. Hal paling mendasar yang harus diketahui adalah, stand up comedy sangat berbeda dengan telling jokes. Inilah bagian dasar yang agak sulit dijelaskan, bahwa stand up comedy berbeda dengan telling jokes. “people confuse stand up with telling jokes” (Judy Carter, Stand Up Comedy – The Book, 1989)

Dalam membuat materi lawakan ada dua istilah dasar yang harus diketahui oleh seorang stand up comedian yaitu setup dan punchline. Setup berisi informasi dan petunjuk mengenai cerita yang dibawakan oleh komedian. Misalnya tentang angkutan umum yang payah, nasib menjadi jomblo, atau masalah korupsi. Sedangkan punchline berisi bagian cerita yang membuat penonton tertawa. Punchline harus lucu karena apabila tidak lucu maka cerita akan menjadi sia-sia. Penonton tidak memberikan reaksi positif sehingga komedian akan bisa kehilangan auranya.

Setup dan puncline merupakan satu kesatuan yang utuh. Meskipun terpisah namun memiliki korelasi satu dengan yang lain.  Contoh : Saya paling nggak tega kalau dapat tempat duduk terus melihat perempuan berdiri di bus. Kalau melihat perempuan berdiri saya langsung pura-pura tidur.

Disini kita lihat setup nya : Saya paling nggak tega kalau dapat tempat duduk  terus melihat perempuan berdiri di bus. Inilah informasi dan petunjuk cerita yang dibawakan oleh komedian. Lazimnya jika seorang pria melihat perempuan berdiri di bus maka dia akan mempersilahkan perempuan tersebut untuk duduk. Namun pada punchline atau bagian yang membuat penonton tertawa, komedian malah berkata “kalau melihat perempuan berdiri saya langsung pura-pura tidur.”

Punchline juga bisa berisi sindiran yang mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri, biasanya ini sering kita temui pada materi observasional Jerry Seinfeld. Contoh, kalau menginap di hotel, yang paling dulu saya periksa adalah kamar mandinya. Berapa handuk yang kira-kira bisa dibawa pulang. Setupnya adalah saya kalau menginap di hotel yang  paling dulu saya periksa adalah kamar mandinya. Disini penonton bisa mengira sang komedian seseorang yang sangat teliti dalam kebersihan kamar mandi. Ternyata pada punchline dia mengatakan “berapa handuk yang bisa dibawa pulang.” Disini komedian mengajak penonton untuk menertawakan diri sendiri, karena kecenderungan beberapa orang yang suka menginap di hotel suka membawa handuk pulang.

Contoh berikut adalah contoh  joke yang tidak bisa dikategorikan sebagai materi stand up comedy:

Seorang perampok melakukan perampokan dalam sebuah rumah, si perampok berkata  “Saya punya kebiasaan selalu membunuh korban yang dirampok, dan sebelum saya bunuh, saya harus tahu dulu nama korban.”  Lalu perampok bertanya kepada nyonya rumah "sebutkan nama anda, sebelum saya bunuh.” Dengan ketakutan Nyoya rumah menjawab "e...mm, nama saya Sulastri.” Perampok  dengan mata terbelalak bergumam "itu adalah nama ibuku, beruntung nyonya tidak  jadi aku bunuh.” Lalu perampok beralih kepada  suami korban  "Nah kalo bapak siapa namanya?. Sambil  ketakutan sisuami menjawab “  nama saya Joko, tapi orang sering memanggil saya Sulastri.”

Apabila joke di atas dibawakan di panggung maka lebih tepat disebut dengan telling jokes atau anekdot.

Sebenarnya masih banyak hal yang dapat dijelaskan mengenai stand up comedy. Semoga dengan memahami hal yang mendasar seperti setup dan punchline membuat kita paham tentang stand up comedy. Seperti halnya pantun yang berbeda dengan puisi, begitu pula halnya stand up comedy dengan telling jokes. Sangatlah tidak lucu kalau ada orang yang mengaku stand up comedian tetapi tidak mengerti tentang stand up comedy.