Balada Banjir, Koran Tempo edisi Kamis 16 Januari 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/01/16/1047/Balada-Banjir
Genarasi Galau, Koran Tempo edisi Jumat 14 Februari 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/02/14/1121/Generasi-Galau
Tahun Kursi, Koran Tempo edisi Jumat 14 Maret 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/03/14/1195/Tahun-Kursi
Serba Cepat, Koran Tempo edisi Kamis 17 April 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/04/17/1280/Serba-Cepat
Revolusi Metal, Koran Tempo edisi Jumat 16 Mei 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/05/16/1346/Revolusi-Metal
Nomor Cantik , Koran Tempo edisi Senin 9 Juni 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/06/09/1400/Nomor-Cantik
Fair Play, Koran Tempo edisi Rabu 25 Juni 2014
http://koran.tempo.co/konten/2014/06/25/345295/Fair-Play
Menemukan Kembali, Koran Tempo edisi Jumat 25 Juli 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/07/25/1521/Menemukan-Kembali
Hari Televisi, Koran Tempo edisi Selasa 27 Agustus 2014
http://koran.tempo.co/konten/2014/08/26/350086/Hari-Televisi
Olahraga Andalan, Koran Tempo edisi Selasa 9 September 2014
https://www.tempo.co/read/kolom/2014/09/09/1626/Olahraga-Andalan
Kereta Api, Koran Tempo edisi Selasa 30 September 2014
http://www.tempo.co/read/kolom/2014/09/30/1680/Kereta-Api
Rabu, 16 April 2014
Rabu, 05 Maret 2014
Magnet Rezeki
| Mini Seminar 7 Magnet Rezeki |
Saya menulis 7 magnet rezeki. Diantaranya adalah:
1. Usaha
Dalam berusaha, agar terhindar dari rasa putus asa dan terjerumus dal usaha yang tidak halal, banyak-banyaklah mengingat Allah.
2. Ilmu
Ilmu yang dimaksud adalah baik ilmu ibadah maupun ilmu urusan dunia. Misalnya, jika kita seorang entrepreneur maka kita harus menguasai ilmu pemasaran, ilmu manajemen dan berbagai ilmu lain yang mendukung usaha kita.
Sinergikan ilmu ibadah dan ilmu dunia maka hasilnya akan menjadi magnet rezeki yang dahsyat luar biasa.
3. Doa
Doa adalah pendorong usaha kita. Doa adalah kekuatan yang bisa membuat kita yakin usaha kita pasti berhasil.
4. Shalat malam
Telah banyak hadist yang menyebutkan manfaat shalat malam. Di malam hari kita juga bisa jauh lebih fokus memanjatkan doa.
5. Shalat Duha
Shalat Duha adalah shalat yang salah satu manfaatnya diyakini bisa membuka pintu rezeki.
6. Orangtua
Ada hadist menyebutkan, ridha Allah bergantung pada ridha orangtua. Sangat penting untuk berlaku hormat dan sayang pada orangtua.
7. Sedekah
Sedekah adalah magnet yang bisa melipatgandakan rezeki kita jika kita mengusahakannya dengan cara halal
Jumat, 17 Januari 2014
Esai Iwel Sastra Di Koran Tempo : Balada Banjir
Senin, 30 Desember 2013
Revolusi Dimulai Dari Panggung
Revolusi
dimulai dari panggung, itulah yang menjadi judul resolusi saya untuk tahun
2014. Ini sekaligus jawaban saya terhadap kegelisahan masyarakat terhadap
tayangan televisi. Tidak semua tayangan televisi itu buruk, ada juga yang
baik. Hanya saja karena tayangan yang menggelisahkan masyarakat ini berada pada
jam utama dan dimainkan oleh artis dan komedian terkenal sehingga menarik perhatian.
Sebagai
pelaku di industry tv dan komedian, kurang pas jika saya ikut memberikan
komentar dan penilaian terhadap tayangan-tayangan tersebut. Apalagi sebagian
besar tayangan yang menjadi sorotan itu bergenre komedi.
Tidak
bisa sepenuhnya menyalahkan pemain-pemain yang terlibat dalam tayangan tersebut
karena sesungguhnya yang memegang kontrol adalah stasiun televisi. Pemain
hanya memainkan peran mereka sesuai dengan order yang telah ditulis dalam
naskah atau sesuai dengan arahan penata laku atau tim kreatif. Dengan memegang
azas memenuhi tuntutan peran, maka komedian tidak keberatan kalau wajahnya
ditimpuk pakai tepung.
Pihak
televisi
sendiri dalam membuat konsep kreatif biasanya berpegang pada tuntutan
rating. Bagi mereka jika membuat sesuatu yang mudah bisa menghasilkan
rating yang tinggi buat apa bersusah payah membuat program harus
memenuhi unsur mendidik. Udah susah mikirin konsepnya, ratingnya belum
tentu bagus.
Suatu kali saya melakukan presentasi program komedi dihadapan tim
produksi dan kreatif sebuah televisi hiburan swasta nasional. Diujung
presentasi manager produksinya berkata “mas Iwel, komedi yang disukai
masyarakat itu bukan verbal kayak stand up comedy, tapi komedi visual”
Pernyataan
ini membuat saya bertanya dalam hati “apakah penonton Indonesia mengalami
kemunduran?” Tayangan komedi yang pernah populer dinegeri ini tahun 90-an adalah
tayangan komedi yang mengedepankan komedi verbal seperti Lenong Rumpi, Keluarga Van Danoe, Bagito Show dan Ngelaba.
Bahkan kelompok lawak Cagur diawal pemunculan mereka melalui program Chating juga
mengedapankan komedi verbal. Ketroprak humor yang dipopulerkan oleh pelawak
Timbul dan kawan-kawan juga mengedepankan komedi verbal dengan gaya pemain masing-masing. Komedi visual hanya
bumbu, itupun dimainkan dalam batas-batas tertentu.
Tokoh-tokoh
seperti Chairul Tanjung, Hary Tanoe, Aburizal Bakrie dan pemilik Indosiar-SCTV
seharusnya bisa ikut memiliki peran penting dalam ikut memperbaiki
tayangan-tayang televisi menjadi tayangan yang sesuai dengan cita-cita pendiri
bangsa ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka adalah pemilik stasiun televisi
hiburan, sebagai pemilik tentu mereka memiliki kekuatan yang luar biasa ikut
berperan dalam menyuguhkan tayangan yang berkualitas kepada pemirsa.
Saya
sendiri, sebagai komedian pergerakan mempunyai prinsip lebih baik berbuat
daripada hanya sekadar ikut berkomentar. Saya mengutip ucapan Adlai Stevenson “lebih
baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan” Itulah sebabnya lahir
pemikiran resolusi untuk tahun 2014 adalah "revolusi dimulai dari
panggung"
Arti revolusi dimulai dari panggung adalah, disaat kesempatan untuk memiliki tayangan yang baik ditelevisi belum muncul maka saya tidak akan menyerah. Saya masih bisa membuat panggung-panggung lain, seperti halnya dulu pertama kali saya melakukan pementasan stand up comedy 6 Maret 2004. Itu saya lakukan disaat stand up comedy belum mendapatkan ruang dimana-mana.
Arti revolusi dimulai dari panggung adalah, disaat kesempatan untuk memiliki tayangan yang baik ditelevisi belum muncul maka saya tidak akan menyerah. Saya masih bisa membuat panggung-panggung lain, seperti halnya dulu pertama kali saya melakukan pementasan stand up comedy 6 Maret 2004. Itu saya lakukan disaat stand up comedy belum mendapatkan ruang dimana-mana.
Hal
lain munculnya istilah revolusi dimulai dari panggung adalah, saya terinpirasi
ketika pak Teguh melahirkan Srimulat atau Bing Slamet dan seniman komedi
lainnya memulai semua dari panggung. Selama tahun 2013 pentas stand up comedy
yang dilakukan oleh Pandji, Ernest Prakasa dan sejumlah comic lain padat dengan
penonton. Pementasan stand up comedy yang saya lakukan bersama teman-teman
tanggal 21-22 Desember 2013 di Galeri Indonesia Kaya juga penuh dengan
penonton. Ini menunjukan bahwa, masih ada ruang untuk terus bergerak.
Kerinduan
masyarakat terhadap tayangan berkualitas bisa dilihat dari meningkatnya jumlah penonton yang
menonton film-film nasional berkualitas seperti Habibie Ainun, Soekarno, 99 Cahaya Di Langit Eropa, Tengelamnya Kapal Van Der Wijk dan lain-lain.
Panggung-panggung
untuk seniman lokal berkarya harus terus dihidupkan dengan dukungan media
cetak dan media sosial. Ketika pembuktian dipanggung ini terbukti, maka saya
yakin nanti televisi berlomba-lomba kembali menayangkan tayangan televisi
berkualitas. Harus ada yang memulai, saya senang menjadi bagian gerakan ini. Mengutip
ucapan Sutan Syahrir "hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan."
Selasa, 17 Desember 2013
Artikel The Jakarta Post
| Workshop Stand Up Comedy untuk rekan comic |
Bukannya mau narsis tapi mau narsis banget, ada kutipan yang menarik dalam artikel ini :
Iwel Wel became Indonesia’s first well-known stand-up comedian in 2004.
Iwel later became more famous through satirical TV program Republik
Mimpi and Democrazy. (The Jakarta Post)
Kutipan ini mengingatkan saya kembali kepada tahun 2004, saat saya belum menemukan banyak orang yang berminat menjadi stand up comedian. Jangankan untuk berminat menjadi stand up comedian, istilah stand up comedy sendiri masih sangat asing. Inilah yang menjadi motivasi saya untuk memperkenalkan stand up comedy melalui pementasan di Gedung Kesenian Jakarta pada 6 Maret 2004.
Apalagi kalau saya tarik jauh mundur ke belakang, tahun 1998 ketika saya memutuskan untuk memulai menjadi seorang stand up comedian. Banyak rekan-rekan pelawak yang ragu jika gaya komedi asal Amerika ini bisa berkembang di Indonesia.
Pasca pementasan stand up comedy Indonesia pertama yang saya lakukan, dalam kurun waktu 2004 hingga 2010 saya belum menemukan banyak orang yang tertarik untuk menjadi stand up comedian. Stand up comedy baru menjadi sebuah ledakan pada tahun 2011. Banyak kemudian bermunculan anak-anak muda yang tertarik untuk menjadi stand up comedian.
Selasa, 26 November 2013
Catatan Pementasan Komedi Tunggal Iwel Sastra
![]() |
| Foto : ET Hadi Saputra |
Di penghujung tahun 1997 saya memutuskan untuk solo karir di dunia lawak
Indonesia. Keinginan ini muncul karena dari tahun 1989 hingga 1997 saya selalu
gagal membentuk grup lawak. Penyebab kegagalan ini lebih sering disebabkan
karena perbedaan fokus antara saya dengan rekan. Saya fokus ingin menjadikan
pelawak sebagai profesi, sedangkan teman-teman lebih banyak yang menjadikan ini
sebagai kerjaan sampingan. Ini berdampak kepada komitmen ketika latihan dan
menerima tawaran manggung.
Terakhir tahun 1997 saya sempat satu grup dengan Tukul Arwana, bahkan kami
sempat tampil dalam program Opera Sabun Mandi yang ditayangkan SCTV sebanyak 26
episode. Saya berpisah dengan mas Tukul bukan karena perbedaan prinsip,
melainkan karena kesempatan yang hinggap pada mas Tukul. Pasca membintangi
video klip Joshua, tawaran demi tawaran berdatangan untuk mas Tukul. Saya tentu
tidak mau menghalangi rezeki mas Tukul.
Saya sempat berpikir untuk meninggalkan dunia lawak untuk mulai meniti
karir sebagai pengacara atau pengusaha. Keinginan ini saya urungkan ketika saya
dipenghujung tahun 1997 saya menyaksikan sitkom Seinfeld dan film dokumenter
yang memperlihatkan Bob Hope sedang menghibur tentara Amerika yang sedang
bertugas di Vietnam. Saya kemudian memutuskan untuk mencoba solo karir.
Tahun 1998 saya bercerita kepada sahabat saya Diaz Hendropriyono keinginan
saya untuk fokus meniti karir seperti pelawak Amerika Jerry Seinfeld dan Bob
Hope. Diaz memberi tahu saya bahwa di Amerika itu disebut stand up comedy. Jadilah sejak saat itu saya mulai memproklamirkan
diri sebagai stand up comedian. Diaz
yang sekolah di Amerika ini pulalah yang kemudian mengirimkan saya berbagai VCD
penampilam stand up comedian Amerika. Saya kemudian mulai mempelajari stand up comedy yang ternyata mempunyai aturan-aturan tersendiri.
Setelah enam tahun berjuang mempopulerkan stand up comedy, 6 Maret 2004 saya mengadakan pementasan stand up comedy pertama Indonesia di
Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan ini mendapat pemberitaan yang positif dari
berbagai media. Perlahan masyarakat Indonesia mulai mengenal stand up comedy.
Stand up comedy sendiri
kemudian semakin popular tahun 2011 seiirng dengan berkembangnya sosial media
seperti youtube dan twitter. Saya menilai kedua sosial media ini berperan dalam
membuat stand up comedy bisa lebih
mudah dikenal masyakarat. Ditambah Metro TV dan Kompas TV kemudian menayangkan
program stand up comedy.
Seiring dengan semakin populernya stand
up comedy, tahun 2012 yang lalu saya sebenarnya ingin mengadakan kembali
show tunggal stand up comedy. Niat
ini tertunda karena saya sedang fokus menyelesaikan buku perdana saya Motivaction:
Mimpi atau Mati! yang kemudian diterbitkan Noura Books pada Mei 2013.
Seiring dengan terbitnya buku tersebut saya mulai memperkenalkan stand up motivation yaitu menggabungkan stand up comedy dan motivasi. Efek buku
ini sangat luar biasa, saya banyak memenuhi undangan sebagai stand up motivator. Sehingga rencana
untuk pementasan tunggal stand up comedy
kembali tertunda.
September 2013 saya bulatkan niat saya bahwa sebelum tahun 2013 berakhir, saya
sudah melakukan pementasan tunggal stand
up comedy. Saya kemudian berpikir, kalau saya hanya menampilkan stand up comedy maka tidak ada sesuatu
yang baru ditampilkan. Selama tahun 2011 hingga 2013 sudah banyak stand up comedian Indonesia yang
melakukan pertunjukan tunggal.
Saya teringat DVD ventriloquist
Jeff Dunham yang diberikan Fandy Begenk kepada saya pada bulan Agustus 2013. Kebetulan
saya lagi senang-senangnya dengan ventriloquist
yang merupakan seni suara perut yang biasanya menggunakan boneka. Saya sendiri
sewaktu kecil sangat suka dengan boneka Tongki-nya Gatot Sunyoto. Muncul ide
untuk menggabungkan stand up comedy
dengan ventriloquist. Supaya
pembukaan show menarik maka saya punya ide untuk membuka acara dengan musik
humor.
Mulailah saya bergerak untuk menghubungi tempat. Pilihannya adalah
Taman Ismail Marzuki Jakarta. Saya memilih Taman Ismail Marzuki karena tahun
2004 saya sudah melakukan pementasan di Gedung Kesenian Jakarta. Alasan lain
bahwa yang saya tampilan ini bukan sekedar tontonan tapi merupakan sebuah seni
komedi.
Alhamdulillah masih tersedia jadwal kosong di Graha Bhakti Budaya Taman
Ismail Marzuki untuk tanggal 23 November 2013. Saya punya waktu sekitar dua
bulan untuk persiapan. Saya pun mulai mencari orang yang bisa membuatkan boneka
ventriloquy di Indonesia. Roni Yuzirman pendiri komunitas tangan di atas memperkenalkan saya dengan Anang Sujana pemilik
pabrik boneka. Setelah melalui proses pertemuan beberapa kali dengan pak Anang
akhirnya boneka ventriloquy yang saya beri nama Lewi jadi.
Persiapan selanjutnya adalah saya harus bisa memainkan boneka ventriloquy
dengan baik. Kemampuan suara perut, akting, kemahiran menghidupankan boneka
serta penguasaan materi humor menjadi suatu bagian yang utuh dalam memainkan
ventriloquy. Saya pelajari semuanya melalui youtube dan DVD Jeff Dunham.
Sembari itu saya juga menulis materi stand
up comedy dan mempelajari lagu Superman yang dipopulerkan oleh Benyamin S.
Pementasan ini penuh tantangan, semangat yang berkorbar dalam jiwa didukung oleh passion yang tinggi
dalam berkomedi membuat saya melakukan semuanya dengan senang hati. Saya sebut penuh
tantangan, selain mempersiapkan isi acara saya juga harus mencari dana untuk
pertunjukan ini, membentuk tim acara serta ikut
memikirkan strategi promosi untuk mendatangkan penonton.
Menjelang hari pertunjukan saya pun berbagi tugas dengan istri. Saya mulai fokus
kepada manajemen show, istri fokus membenahi berbagai hal penunjang show. Ada
juga beberapa kendala yang dihadapi menjelang hari pementasan, seperti crew
pendukung yang nggak bisa hadir pada saat gladi resik karena memiliki kesibukan
ditempat lain. Untunglah pihak Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki
mendukung penuh acara ini dengan mengerahkan crew Graha Bhakti Budaya Taman
Ismail Marzuki untuk membantu keperluan kami seperti artistik, pencahayaan dan
tata suara.
Hari pertunjukan pun datang. Diluar dugaan saya penonton yang hadir tidak
sebanyak yang diharapkan. Apapun yang terjadi, sedikit atau banyak penonton
saya harus tampil maksimal. Melucu dihadapan penonton yang jumlahnya sedikit
memiliki tantangan yang berat. Itu harus saya hadapi.
Setelah pukulan gong ketiga, layar pertunjukan dibuka. Saya memulai
pertunjukan dengan ngerap berbahasa Inggris yang kemudian diplesetkan menjadi
lagu begadangnya Rhoma Irama. Saya pun kemudian mulai menyapa penonton dan
mulai menceritakan pengalaman saya merintis karir sebagai pelawak dengan gaya
jenaka. Kemudian saya lanjutkan dengan menyanyikan lagu Superman yang
dipopulerkan oleh Benyamin S.
Saya menutup sesi pertama ini dengan sebuah anekdot dari almarhum Gus Dur.
Kemudian saya silam ke belakang panggung untuk ganti baju. Di panggung penonton
melihat adegan dalam bentuk siluet yang memperlihatkan seorang perempuan sedang
berganti kostum. Disinilah komedinya, saya yang ganti kostum tapi yang muncul siluet
perempuan.
Setelah berganti kostum, saya muncul kembali diatas panggung. Saya
memainkan stand up comedy dengan membahas tentang kebiasaan saya suka
membaca, rencana pembangunan subway di Jakarta, teknologi telepon genggang,
Jakarta sebagai kota dengan mal terbanyak, korupsi serta persoalan aktual lainnya.
Kemudian untuk sesi terakhir saya memperkenalkan boneka ventriloquy Lewi.
Pada sesi ini saya ngelawak berdua dengan Lewi. Alhamdulillah sambutan penonton
sangat luar biasa menyaksikan saya dengan Lewi membahas beberapa permasalahan,
seperti penyadapan telepon Presiden SBY, rencana Jokowi maju sebagai presiden
hingga persoalan para Jomblo.
Menjelang pukul 22.00 saya mengakhiri pertunjukan yang berlangsung hampir 2
jam.
Minggu, 24 November 2013
Pertunjukan Komedi Tunggal Iwel Sastra, Menggabungkan Stand Up Comedy Dan Ventriloquist
Komedian Iwel Sastra mengadakan pertunjukan komedi tunggal One Stop Comedy : Bersatu Kita Lucu di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Sabtu 23 November 2013 yang lalu. Pertunjukan berdurasi hampir 2 jam ini mendapatkan sambutan positif dari penonton yang dibuat tertawa oleh Iwel selama pertunjukan.
Iwel pernah mencatat sejarah dalam dunia komedi Indonesia dengan mengadakan pementasan Stand Up Comedy pertama Indonesia yang diadakan pada 6 Maret 2004. Ini pulalah yang membuat Iwel mendapat julukan sebagai pelopor stand up comedy Indonesia.
Sembilan tahun setelah pertunjukan tunggal pertamanya, Iwel kembali mengadakan pertunjukan tunggal. Kali ini Iwel menggabungkan musik humor, stand up comedy dan ventriloquist (seni suara perut yang biasanya menggunakan boneka). Setelah Stand Up Comedy populer di Indonesia, Iwel berharap Ventriloquist segera ikut populer di Indonesia. Tantangan menjadi Ventriloquist adalah menggabungkan kemampuan akting, suara perut dan meramu materi lawakan bersama boneka.
Sembilan tahun setelah pertunjukan tunggal pertamanya, Iwel kembali mengadakan pertunjukan tunggal. Kali ini Iwel menggabungkan musik humor, stand up comedy dan ventriloquist (seni suara perut yang biasanya menggunakan boneka). Setelah Stand Up Comedy populer di Indonesia, Iwel berharap Ventriloquist segera ikut populer di Indonesia. Tantangan menjadi Ventriloquist adalah menggabungkan kemampuan akting, suara perut dan meramu materi lawakan bersama boneka.
![]() |
| TEMPO/Charisma Adristy |
![]() |
| TEMPO/Charisma Adristy |
![]() |
| TEMPO/Charisma Adristy |
![]() |
| TEMPO/Charisma Adristy |
![]() |
| inilah.com/Eusebio Chrysnamurti |
![]() |
| inilah.com/Eusebio Chrysnamurti |
![]() |
| inilah.com/Eusebio Chrysnamurti |
![]() | ||
| inilah.com/Eusebio Chrysnamurti |
Link berita
http://www.tempo.co/read/beritafoto/11594/Iwel-Beraksi--Stand-Up-Comedy-dengan-Suara-Perut
http://artis.inilah.com/read/detail/2050185/sukses-pentas-komedi-tunggal-iwel-sastra#.UpKxWid6ikw
Langganan:
Postingan (Atom)










