Senin, 17 November 2014

Kunci Hidup Sukses

Stand Up Motivasi Iwel Sastra
Kunci hidup sukses dari saya adalah tulus, lakukan yang terbaik, usaha maksimal, lengkapi dengan doa. Kunci sukses inilah yang sukses mengantar saya menjadi pelopor stand up comedy Indonesia hingga mendapat predikat sebagai stand up motivator nomor 1 Indonesia.

Empat kunci sukses ini saling melengkapi dan mendukung. Tentu sukses tidak akan pernah bisa kita capai jika kita tidak berusaha. Sudah berusaha tapi belum mencapai target? Artinya harus dimaksimalkan kembali. Tidak ada sukses yang instan dan mudah. Jika sudah maksimal, selalu berikan yang terbaik dalam pekerjaan. Tantang diri Anda untuk melakukan lebih dan sempurna.

Tulus! bukan nama penyanyi yang sedang naik daun dengan lagunya yang berjudul "Sepatu" ya. Tetapi tulus dalam bekerja. Tidak perlu hitung-hitungan atau merasa sayang tenaga dan pikiran. Jika bekerja dengan tulus dan ikhlas kita tidak akan merasa terbeban dengan pekerjaan. Semua terasa ringan dan mudah dilakukan.

Terakhir lengkapi dengan doa. Semoga segala usaha yang telah kita lakukan dengan sungguh-sungguh membuahkan hasil dan manfaat bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain di sekitar kita. Jangan pernah remehkan kekuatan doa kita sendiri. Kadang solusi dari persoalan sulit yang sedang kita hadapi datangnya tak disangka-sangka karena doa kita.

Sukses Bahagia ala Iwel Sastra
Stand Up Motivator Nomor 1 Indonesia  

Kamis, 02 Oktober 2014

Kenapa Saya Tidak Bisa "Move On"

Stand up motivasi iwel sastra
Salah satu kunci agar kita bisa mencapai sukses adalah selalu memandang ke depan. Masa lalu, apalagi yang jelek-jelek harus segera dibuang dari pikiran. Kalau istilah populer sekarang adalah "move on", terus jalan ke depan, lanjutkan hidup. Jangan terus larut memikirkan masalah di masa lalu. Biasanya memikirkan masa lalu hanya akan membuat kita menyalahkan orang lain atau situasi yang berujung pada dendam dan penyesalan. Salah satu cara yang paling ampuh agar kita bisa move on adalah berhenti berpikir yang dimulai dengan kata-kata seperti berikut.

"Kalau saja dulu .... pasti sekarang saya sudah sukses"

"Ah, dulu saya punya bos payah. Tidak mengerti potensi saya"

"Kenapa sih sejak dulu saya selalu diberi kesulitan"

Ini contoh kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan kalau mau sukses. Kalau Anda mau menengok ke belakang, ubah cara pandang dalam melihat persoalan. Sesekali melihat ke belakang memang perlu tapi ingat! Melihat ke belakang bukan untuk menyesali tapi untuk evaluasi. Dengan begitu kita malah bisa mendapat banyak hal positif dari masalah di masa lalu. Misalnya, kita terhindar mengulangi kesalahan yang sama dan lebih mantap dalam menyusun strategi hidup ke depan.

Stand Up Motivasi Iwel Sastra

Selasa, 09 September 2014

Group WA / BBM, Menyenangkan atau Menyebalkan?

Gabung di group WA / BBM bisa menyenangkan atau malah menyebalkan. Sebaiknya pilih group yg bisa menghibur & memberi informasi bermanfaat. Agar tak mengganggu waktu produktif, jangan ikut group terlalu banyak. Saya hanya ikut 3 group.

1. Group WA bersama para motivator & trainer. Ada Jamil Azzaini, Ippho Santosa, Prasetya M Brata, Ahmad Fuadi, Assad, Mas Mono, Ahmad Gozali, Zaidul Akbar, dll. Isinya saling motivasi, saling cela & saling menghibur. Kami memberi nama group WA ini dengan sedikit narsis "Motivator Ganteng"

2. Group BBM yang anggotanya hanya 4 orang: saya, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi & Yunarto Wijaya serta analis timur tengah Zuhairi Misrawi. Di group ini kami bergosip info-info A1 politik & kebijakan negeri ini.

3. Group WA alumni Pascasarjana ilmu komunikasi Fisip UI. Anggotanya teman-teman kuliah S2 dulu. Isinya kangen2an & update info baru ilmu komunikasi & pendidikan karena sebagian besar anggota profesinya dosen.

Rabu, 20 Agustus 2014

Pengalaman Menyapih Anak

Matin sangat mudah disapih
Salah satu sahabat yang saya kunjungi di moment lebaran tahun ini adalah Ippho Santosa, penulis buku mega best seller 7 Keajaiban Rezeki. Saya dan istri yang disambut dengan begitu ramah oleh tuan rumah langsung merasa nyaman. Obrolan pun mengalir lancar dan hangat di antara kami. Kebetulan anak saya dan Mas Ippho ada yang seumur, pembicaraan pun tak lepas dari persoalan anak. Salah satunya saya sempat mendengar istri saya dan istri Mas Ippho saling berbagi pengalaman menyapih anak. 

Hal ini membuat saya juga ingin berbagi pengalaman saya bersama istri menyapih anak kami.Pengalaman menyapih antara anak pertama dan anak kedua kami benar-benar jauh berbeda. Matin, anak pertama kami sangat mudah disapih. Awalnya sesuai anjuran di Al Quran, saya dan istri berniat menyapih Matin di usia 2 tahun. Tetapi, saat itu istri merasa masih berat dan belum siap berpisah dari Matin.

Akhirnya 3 bulan setelah Matin merayakan ulang tahunnya yang ke dua kami pun siap memulai proses menyapih. Tidak seperti biasanya, pagi itu ketika Matin bangun istri tidak menyusuinya. Matin kami peluk, kami ajak main dan bercanda sambil sesekali kami ingatkan kalau dirinya sudah besar, sudah menjadi anak laki-laki yang gagah dan sehat. Memang dia terlihat sedikit resah tiap kali ia ingin menyusu. Saya tahu istri pun sebenarnya tidak tega dan ingin kembali memeluk dan menyusui Matin tapi saya berusaha menguatkan kembali niatnya untuk menyapih.

Alhamdulillah hanya dalam waktu 3 hari Matin sudah benar-benar bisa berhenti menyusu ASI. Istri saya pun menangis antara sedih dan takjub pada Matin yang begitu mudah dan tidak rewel ketika disapih. Ternyata mendampingi istri menyapih adalah pengalaman yang benar-benar penuh keajaiban. Ajaib melihat Matin yang setiap malam ketika mau tidur harus menyusu dulu pada ibunya bisa tanpa menangis atau rewel dan merengek berhenti minum ASI. Betapa cepat Matin mampu beradaptasi. Wajar jika tiga malam pertama Matin resah dan sedikit sulit tidur. Tapi saya dan istri tidak berhenti memeluknya, menimang-nimangnya, membelai rambut dan punggungnya untuk meyakinkan Matin, berhenti menyusu ASI bukan berarti ia berhenti mendapatkan curahan cinta ayah dan ibunya.

Pengalaman tak kalah seru berikutnya adalah ketika saya dan istri menyapih anak kedua kami, Kayra. Cerita pengalaman anak kedua ada di posting berikutnya ya. 

Rabu, 16 April 2014

Saya @iwelsastra19 si Ayah ASI

Matin anak ayah Iwel si bayi ASI
"Kalau aku gak kebangun sama bunyi alarmnya, nanti jam 2 tolong bangunin ya" ujar istri saya yang bersiap untuk tidur setelah menyusui anak kami Matin yang belum genap berusia satu bulan.

Istri saya sangat disiplin menyusui anak kami, walaupun di malam hari ia tetap menyusui Matin tiap 2 jam sekali. Terkadang 3 jam sekali kalau Matin telah menyusu lebih lama dari biasanya.

Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 23.15, saya pun merebahkan badan di sebelahnya. Tetapi selama beberapa saat istri saya masih membolak-balikan badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Ia mengeluh payudara kirinya terasa sakit. Tetapi karena lelah dan mengantuk, tidak berapa lama kemudian ia pun tertidur dan saya menyusul.

Kencangnya istri mencengkeram lengan saya membuat saya terbangun. Betapa kagetnya saya ketika terbangun melihat istri sedang menggigil hebat. "Dingin...., mimik (payudara) aku sakit..." ujar istriku perlahan. Saya coba menyelimuti istri saya, tetapi dia tetap menggigil sampai saya dapat mendengar suara gemeletuk dari giginya yang beradu karena gemetar.

Baru sesaat diselimuti, istri saya bangun. Ia minta saya mengambilkannya baju ganti. Saya lihat baju di bagian dada kanannya basah hingga ke bawah akibat rembesan air susu yang keluar dari payudaranya. "Aw... Sakit..." rintih istri saya yang saat itu sampai berurai air matanya karena menahan sakit.

Si Bayi ASI sekarang sudah jago main piano
Saya panik, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Syukurlah saat itu kami tinggal di rumah orang tua istri. Saya segera membangunkan ibu mertua. Istri saya kemudian dibantu oleh ibunya. Ibu mertua mencoba menenangkan istri dan mencoba memijit payudaranya. Bukan membaik ia malah semakin kesakitan.

"Wah, ini air susunya sudah terlanjur mengeras", ucap ibu pada saya.

Saya sendiri malam itu tidak tahu apa penyebab payudara istri nyeri dan mengeras. Menurut ibu mertua sepertinya saluran ASI tersumbat. Peristiwa ini terjadi ketika anak kami baru berumur beberapa minggu. Kami masih minim pengalaman soal menyusui anak serta mencegah hal-hal yang berhubungan dengan timbulnya rasa sakit akibat menyusui.

Malam itu, diantara panik, sedih dan empati mendalam terhadap rasa sakit yang dirasakan istri saya tersadar bahwa pengetahuan saya soal ASI nol besar. Hari-hari berikutnya saya jadi rajin googling, tanya orangtua, mertua, teman dan terutama rajin konsultasi dengan dokter mengenai ASI. Atas anjuran dokter, istri saya melakukan perawatan untuk menangani ASI yang tersumbat dengan teknik mengompres dan memijat payudara. Setelah hampir seminggu melakukan perawatan istri baru merasa lega karena ASI nya kembali lancar.

Sejak kami baru menikah dan belum hamil, istri memang sudah berpesan pada saya bahwa dia ingin menyusui anak kami dengan ASI eksklusif. Bermodal sebuah artikel dari majalah Femina dan beberapa artikel berbahasa inggris hasil googling keinginan istri saya semakin mantap. Saya sendiri mendukung istri untuk memberikan ASI. Saya pernah membaca terjemahan ayat suci Al-Quran tentang pentingnya memberikan ASI kepada anak.
Happy Matin

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. 2 : 233)

Hal yang mengejutkan, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa urusan menyusui bukan hanya urusan ibu. Dukungan seorang suami sangat dibutuhkan. Selain ayat Al-Quran hal lain yang mendukung istri memberikan ASI  adalah manfaat ASI yang sangat banyak. Penjelasan dokter menyebutkan  anak yang disusui dengan ASI selama dua tahun memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik hingga tidak gampang sakit. Secara emosional pun proses menyusui meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.

Selain penjelasan dokter, menurut saya ada dua hal lagi keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Dari segi ekonomi sangat menghemat pengeluaran. Harga susu formula sekarang semakin mahal. Dari segi kemasan, sudah jelas ASI tidak dapat ditandingi oleh susu formula he he he.

Kumpulan Tulisan Iwel Sastra di Koran Tempo

Balada Banjir, Koran Tempo edisi Kamis 16 Januari 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/01/16/1047/Balada-Banjir

Genarasi Galau, Koran Tempo edisi Jumat 14 Februari 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/02/14/1121/Generasi-Galau

Tahun Kursi, Koran Tempo edisi Jumat 14 Maret 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/03/14/1195/Tahun-Kursi

Serba Cepat, Koran Tempo edisi Kamis 17 April 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/04/17/1280/Serba-Cepat

Revolusi Metal, Koran Tempo edisi Jumat 16 Mei 2014

 http://www.tempo.co/read/kolom/2014/05/16/1346/Revolusi-Metal

Nomor Cantik , Koran Tempo edisi Senin 9 Juni 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/06/09/1400/Nomor-Cantik

Fair Play, Koran Tempo edisi Rabu 25 Juni 2014

http://koran.tempo.co/konten/2014/06/25/345295/Fair-Play

Menemukan Kembali, Koran Tempo edisi Jumat 25 Juli 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/07/25/1521/Menemukan-Kembali

Hari Televisi, Koran Tempo edisi Selasa 27 Agustus 2014

http://koran.tempo.co/konten/2014/08/26/350086/Hari-Televisi

Olahraga Andalan, Koran Tempo edisi Selasa 9 September 2014

https://www.tempo.co/read/kolom/2014/09/09/1626/Olahraga-Andalan

Kereta Api, Koran Tempo edisi Selasa 30 September 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/09/30/1680/Kereta-Api

Rabu, 05 Maret 2014

Magnet Rezeki

Mini Seminar 7 Magnet Rezeki
Dalam buku Motivaction: Mimpi atau Mati! yang saya tulis dan diterbitkan bulan Mei 2013 oleh penerbit Noura (Mizan Group) pada bab terakhir saya menulis tentang magnet rezeki. Bab terakhir ini diberi nama bonus track karena isinya sangat berbeda dengan bab-bab sebelumnya. Bab ini saya masukan untuk menegaskan bahwa sukses yang diraih seseorang sebenarnya tak lepas dari campur tangan Tuhan di dalamnya.

Saya menulis 7 magnet rezeki. Diantaranya adalah:

1. Usaha
Dalam berusaha, agar terhindar dari rasa putus asa dan terjerumus dal usaha yang tidak halal, banyak-banyaklah mengingat Allah.

2. Ilmu
Ilmu yang dimaksud adalah baik ilmu ibadah maupun ilmu urusan dunia. Misalnya, jika kita seorang entrepreneur maka kita harus menguasai ilmu pemasaran, ilmu manajemen dan berbagai ilmu lain yang mendukung usaha kita.

Sinergikan ilmu ibadah dan ilmu dunia maka hasilnya akan menjadi magnet rezeki yang dahsyat luar biasa.

3. Doa
Doa adalah pendorong usaha kita. Doa adalah kekuatan yang bisa membuat kita yakin usaha kita pasti berhasil.

4. Shalat malam
Telah banyak hadist yang menyebutkan manfaat shalat malam. Di malam hari kita juga bisa jauh lebih fokus memanjatkan doa.

5. Shalat Duha
Shalat Duha adalah shalat yang salah satu manfaatnya diyakini bisa membuka pintu rezeki.

6. Orangtua
Ada hadist menyebutkan, ridha Allah bergantung pada ridha orangtua. Sangat penting untuk berlaku hormat dan sayang pada orangtua.

7. Sedekah
Sedekah adalah magnet yang bisa melipatgandakan rezeki kita jika kita mengusahakannya dengan cara halal