Rabu, 14 Oktober 2015

Menjadi Die Hard Sales Person

Kenapa Anda masuk ke dunia sales? Dari pengalaman saya memberikan motivasi maupun training, banyak sekali orang mencoba masuk ke dalam profesi ini tanpa alasan dan motivasi yang kuat. Banyak yang tidak sengaja, ada juga yang karena tidak punya pilihan, atau sekadar mencari pengalaman kerja. Alasan terakhir biasanya terjadi pada fresh graduate yang belum memiliki visi dan misi karier yang jelas tetapi di saat yang sama dihantui ketakutan menjadi pengangguran.

Memang kesempatan untuk bekerja sebagai sales person menghampar luas layaknya rumput di padang, sangat banyak sehingga mudah didapat. Namun berdasarkan pengamatan saya, orang-orang yang masuk ke dunia sales dengan alasan cari pengalaman, coba-coba, yang penting punya pekerjaan, biasanya tidak akan bisa bertahan lama bekerja sebagai sales.

Menurut saya, sebenarnya hanya ada 3 kunci yang bisa membuat seseorang mampu bertahan dan berhasil mencapai sukses di dunia sales. Pegang teguh 3 kunci ini, maka keberhasilan sudah bersama Anda
.
1. Hukum 10 Ribu Jam Terbang
Berapa kali Anda ditolak oleh prospek atau calon client? 10, 20, 50 kali atau bahkan terlalu sering hingga Anda pun sampai tak bisa menghitungnya lagi? Padahal rasanya semua ilmu penjualan yang Anda pelajari sudah diaplikasikan. Jangan cepat-cepat membuat kesimpulan bahwa Anda sudah gagal.

Ada sebuah teori yang dicetuskan pertama kali oleh psikolog asal Swedia bernama Anders Ericsson. Ericsson mengadakan penelitian pada sekelompok pemain biola dari Berlin Academy of Music. Dari penelitian ini, Ericsson menyimpulkan pemain biola yang mampu memberikan penampilan terbaiknya adalah mereka yang berlatih paling banyak. Bahwa untuk menjadi ahli di satu bidang yang digeluti, seseorang harus melewati tahap latihan selama 10.000 jam terbang.

Penulis, jurnalis dan pembicara terkenal asal Kanada Malcolm Gladwell kemudian juga mempopulerkan teori ini. Dalam bukunya yang berjudul "Outliers" Gladwell yang juga mempertimbangkan aspek 'bakat' mengatakan, kunci seseorang agar bisa sukses di bidang apapun yang digelutinya adalah dengan melakukan latihan hingga 10.000 jam.

Jadi jika ingin sukses, Anda harus menjadi ahli di bidang apapun yang digeluti, termasuk bidang sales. Untuk menjadi ahli, mau tidak mau Anda harus mampu melewati 10 ribu jam terbang. Dalam masa 10 ribu jam ini berbagai hambatan, kesulitan dan persoalan pasti melanda. Gagal closing beruntun, ditolak, diacuhkan atau bahkan sukses mendapatkan closing pertama Anda? Di masa 10 ribu jam terbang inilah beragam hal yang Anda temui membuahkan pengalaman berharga.

Pengalaman baik gagal maupun berhasil harus segera dievaluasi. Tanyakan pada diri sendiri, "mengapa penjualan yang ini bisa closing sementara yang lain gagal?" Pelajari juga semua profil client yang pernah dan sedang Anda hadapi. Evaluasi semacam ini membantu Anda menemukan pola untuk mengidentifikasi hal-hal yang mendukung keberhasilan sehingga Anda tidak perlu membuang waktu mengulang-ulang kegagalan yang sama.

Jika Anda mampu bertahan, belajar, mengasah keterampilan dan kreatif menangani masalah serta mencari solusi dari beragam kesulitan yang dihadapi di masa 10 ribu jam ini, Anda pasti sukses. Sukses menjadi seorang sales dengan pendapatan tinggi dan terus meningkat hingga mencapai puncak.

2. We Can Only Sell When We Know the Product Well

Terdengar klasik. Namun senjata klasik sales inilah yang tidak akan pernah membuat Anda gagal. Namanya juga senjata klasik, wajar kalau terlihat usang dan tua. Tugas Anda sebagai seorang sales person mengoptimalkan fungsi senjata tua ini agar bisa kembali menjadi senjata andalan.

Yang jelas agar bisa menggunakan senjata klasik yang satu ini, Anda tidak bisa hanya mengandalkan pengetahuan yang didapat dari product knowledge trainer dari produk yang Anda jual. Jika memungkinkan, coba dan gunakan produk yang Anda jual sehingga Anda bisa merasakan sendiri pengalaman menggunakan produk tersebut.

Cara lain adalah bertanya pada yang sudah pernah menggunakan produknya. Jangan takut menanyakan apa kekurangan dari produk yang Anda jual. Justru dengan mengetahui kekurangan produk yang Anda jual, Anda bisa benar-benar memahami kelebihan dan kekurangan produk sehingga Anda bisa menjawab kebutuhan konsumen. Konsultasikan kekurangan produk dengan trainer dan sesama rekan sales untuk mencari kemungkinan solusi atau perbaikan produk.

Jika Anda sudah menyelami dari A sampai Z produk yang dijual hingga benar-benar mendalam, Anda pasti memiliki keyakinan yang besar. Yakin bahwa produk yang Anda jual bukan hanya bagus tetapi juga dibutuhkan oleh client. Pengetahuan yang mendalam membuat Anda mampu menjawab pertanyaan, keraguan bahkan kebutuhan client saat mereka masih bimbang dalam mengambil keputusan.

Pengetahuan yang mendalam terhadap produk yang dijual pun akan membuat Anda bukan sekadar menjelaskan, tetapi berbagi cerita serta pengalaman menggunakan produk. Dengan cara seperti ini, Anda akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan client. Customer believe in you because you believe in your own product.

3. Use Your Ear

Gunakan telinga Anda saat menjual. Berdasarkan pengalaman, banyak sales person ketika menjual bicara tak henti-henti bicara dan sulit diinterupsi. Memang bagus, artinya Anda semangat dalam memberikan penjelasan pada client mengenai produk yang sedang Anda tawarkan. Namun jenis komunikasi seperti ini sebenarnya tidak efektif.

Klien yang Anda bombardir dengan informasi yang begitu banyak dan bertubi-tubi justru malah tidak akan memahami apa yang Anda katakan. Apalagi jika Anda melakukannya sambil membujuk atau malah setengah memaksa client untuk langsung membuat keputusan. Ini seringkali malah membuat client langsung menarik diri.

Bertanyalah pada konsumen. Ketika Anda bertanya, konsumen akan merasa Anda berniat memahami kebutuhannya. Tidak sekadar menjadikannya target atau korban penjualan yang harus dikalahkan dalam pertarungan Anda untuk mendapatkan kemenangan closing. Dengan bertanya, Anda juga jadi bisa mendapat lebih banyak informasi mengenai hal yang menjadi kebutuhan, harapan, keinginan serta kekhawatirannya akan produk yang sedang Anda tawarkan. Jika Anda sudah memahami ini maka Anda bisa dengan sangat mudah memberikan solusi atau penawaran yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien.

Jika 3 kunci ini sudah Anda pegang, pahami dan lakukan maka bisa dipastikan karier Anda di dunia sales pasti cerah.

Minggu, 11 Oktober 2015

Stand Up Comedy Sebagai Batu Loncatan

Terjadi pro dan kontra terhadap pendapat bahwa stand up comedy adalah batu loncatan untuk ke dunia hiburan yang lebih cerah. Alasan pendapat ini karena beberapa comic yang terjun ke film, sitkom, tv host kemudian tidak lagi melakukan stand up comedy. Adam Sandler, Jim Carrey, Eddie Murphy aktor yang memulai karirnya sebagai stand up comedian. Setelah mereka sukses berkarir di layar lebar kemudian lama tak pernah lagi melakukan stand up comedy.

Salah satu yang stand up comedian yang sudah lama tidak tampil dalam panggung stand up comedy adalah Eddie Murphy yang memulai karirnya sebagai comic ketika berusia belasan tahun. Mulai tampil di Saturday Night Live usia 21 tahun. Eddie Murphy awalnya hanya dapat peran kecil sebelum akhirnya dipercaya mendapat porsi utama di program bergengsi tersebut. Eddie Murphy tampil di Saturday Night Live 1980 - 1984. Memulai debut layar lebarnya 1982 lewat film 48 Hrs yang ngehits.

Saat tampil rutin di SNL dan mulai bermain film, Eddie Murphy masih tampil di panggul Stand Up Comedy. Eddie Murphy comic yang hebat dipanggung. Jam terbang yang dibangun semenjak usia belasan tahun dengan tampil di klub komedi membuat dia mampu membuat penonton terhibur dengan jokes-nya yang khas. Penggemar stand up bertanya-tanya kenapa Eddie Murphy berhenti stand up setelah pertunjukannya berjudul Raw thn 1987. Pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada Adam Sandler dan Jim Carrey yang sudah sekian lama tidak lagi melakukan stand up

Inilah yang memunculkan anggapan bahwa Stand Up Comedy adalah batu loncatan utk bisa eksis di film, tv bahkan musik. Selain bermain film Eddie Murphy terkesan lebih memilih untuk menjadi penyanyi yang dimulai lewat album How Could It Be thn 1985.  Hal serupa dilakukan Adam Sandler selain bermain film lebih memilih tampil dipanggung bersama grup musiknya yang beraliran rock.  Melalui akun twitternya, Eddie Murphy saat ini sibuk mempromokan single-nya berjudul Oh Jah Jah yang beraliran regae.

Mei 2015, publik dikejutkan rumor Eddie Murphy tampil Stand Up di The Comedy Store LA setelah lebih dari 25 tahun vakum. Berita yang tidak jelas kepastiannya tersebut menarik perhatian pecinta stand up comedy yang rindu "jokes" Eddie Murphy. Hingga sekarang tidak ada penjelasan kenapa comic-comic hebat tersebut tidak lagi melakukan stand up comedy termasuk Drew Carey.

Pendapat lain tidak setuju Stand Up Comedy disebut hanya batu loncatan. Comic yang vakum hanya soal fokus dan prioritas dalam karir.  Banyak comic populer yang tetap setia tampil Stand Up Comedy diusia senja seperti George Carlin, bahkan sekarang Jerry Seinfeld.  Di Amerika, comic populer jarang tampil dalam durasi pendek kecuali menjadi tamu di acara semacam The Tonight Show. Untuk penampilan panggung mereka biasanya dalam durasi panjang minimal 1 jam, tentu butuh waktu dan fokus dalam menulis materi.

Semakin populer seorang comic maka beban panggungnya semakin berat. Comic wajib sajikan materi yang orisinil bahkan fresh. George Carlin semasa hidupnya lebih prioritaskan tampil dipanggung   stand up comedy, meski pernah juga sesekali main film. Jerry Seinfeld ketika sitkom Seinfeld sedang naik daun memilih fokus pada sitkom tersebut. Pasca sitkom kembali rutin dipanggung.  Seinfeld menghindari bermain film layar lebar. Sesekali terlibat juga dalam film sebagai pengisi suara seperti di Bee Movie. Seinfeld tak kuasa menolak ajakan Chris Rock untuk tampil sebagai cameo bersama Adam Sandler di film Top Five.

Di Indonesia banyak comic yang berhasil merambah ke layar lebar seperti Ernest, Arie Kriting, Mongol, Acho, Kemal, dan lain-lain. Dari Eddie Murphy saya belajar bahwa untuk tampil di panggung comic bukanlah sekedar tampil. Materi adalah nyawa comic. Semakin belajar stand up comedy dari pendahulunya semakin kita paham stand up comedy bukan sekadar bikin gerrr.  Industri televisi di Amerika sangat hati-hati dalam memperlakukan stand up comedy. Bisa dilihat dalam The Last Comic Standing.


Inspirasi Sukses Dari Steve Jobs

Hari ini, 5 Oktober empat lalu, Steve Jobs meninggal dunia. Untuk memperingati tokoh besar pengubah dunia ini, saya akan tulis dan tweet sedikit dari banyak hal yang bisa dipelajari dari Jobs di Monday Morning Motivation.

Sebagai pengusaha Jobs dikenal dan dikagumi karena passion dan kreatifitasnya tapi kali ini saya akan mengajak teman-teman  melihat hal lain yang juga bisa dipelajari dari  Steve Job yang lahir sebagai anak yang "tak diinginkan". Hubungan cinta ortu biologisnya tak disetujui karena perbedaan suku bangsa dan agama. Ayah Jobs, Abdulfattah Jandali adalah seorang muslim dari Suriah sedangkan ibu Jobs yg bernama Joanne Schieble adalah keturunan Jerman beragama katolik. Mereka bertemu saat sama-sama menjadi  mahasiswa di University of Wisconsin

Steve Jobs diadopsi oleh pasangan Paul & Clara Jobs yang sangat menyayanginya. Sejak kecil Jobs adalah anak yang aktif  dan punya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap alat-lat elektronik. Sejak kecil Jobs tak pernah menikmati sekolah walau sebenarnya dia adalah anak yang jenius. Ia pun drop out di semester pertama kuliahnya di Reeds College. Perilaku Jobs cukup membuat ortunya kewalahan. 

Di masa remaja inilah Jobs tenggelam dalam pencarian akan jati dirinya. Di satu sisi ia resah dengan fakta ia adalah anak adopsi. Jiwanya berontak, mempertanyakan eksistensi dirinya. Jobs pun menjalani gaya hidup hippie sambil terus belajar sana sini dan mencari esensi hidup hingga akhirnya ia menjadi penganut agama Buddha. Jobs pun pergi ke India untuk mencari pencerahan dari pergolakan batin yg dialaminya. 

Kembali ke Amerika, pikiran Jobs dipenuhi dengan keinginan membuat alat kecil yang bisa digenggam sehingga mudah dioperasikan. Bisa bikin orang bahagia dan alat itu harus bisa mengubah dunia. Saat itu Job bekerja di Atari, perusahaan pembuat game. Bersama Steve Wozniak, teman lamanya yang berprofesi sebagai insinyur Jobs pun ikut aktif di grup Homebrew Computer Club. 

Club itu aktif membahas informasi dan perkembangan pembuatan komputer, sirkuit elektronik dan lainnya. Di tahun 1976 setelah Wozniak berhasil membuat komputer Apple 1, Jobs mendirikan Apple Computer di garasi rumahnya.  Setahun kemudian pada 1977 Apple Computer memperkenalkan Apple II, komputer pribadi yang bisa dimiliki individu menjadi produk masal pertama yang sukses diproduksi dan dijual ke pasar luas. Kesuksesan Jobs & Wozniak dg segera menjadikan mereka miliarder. 

Walau sempat dipecat dari perusahaan yang didirikannya, Jobs terus mencari dan melakukan inovasi agar apapun produk yang ia buat bisa membuat orang lain bahagia. Setelah 12 tahun dipecat dari Apple, Jobs akhirnya diminta kembali ke Apple yg saat itu sudah hampir kolaps. Belajar dari kesalahan masa lalu, kali ini Jobs bertujuan membuat Apple menjadi perusahaan yang memiliki bukan hanya produk inovatif berkualitas tapi juga managemen terbaik. 

Sekembalinya Jobs ke Apple, kita semua tahu keberhasilan Jobs melalui produk-produknya yang sudah kita kenal dan gunakan. Berawal dari seorang anak adopsi yang waktu kecilnya pemberontak & remaja yang tersesat Jobs berhasil menjadi seseorang yang mengubah dunia. Ia mewujudkan mimpi besarnya yang tampak konyol dan impossible. 

Dari kisah Jobs, dua hal yang bisa dipelajari pertama, its not about who you are but who you become. Yang penting bukan darimana kita berasal tapi menjadi apa diri kita. Menurut Jobs, masa lalu penting tapi untuk menghubungkan titik-titik menuju masa depan kita. Jika dilihat dari perjalanan hidupnya, Jobs sebenarnya tidak punya rencana atau design hidup untuk menjadi pengusaha besar. Ia hanya memiliki passion yang tinggi dengan elektronik & komputer. Keinginannya hanyalah membuat alat sederhana yang bisa membahagiakan orang. 

Saat bekerja membuat alat, bukan uang yang ada di kepala Jobs tapi elektronik adalah hal yang ia suka dan percaya bisa jadi alat yang membantu manusia hingga mengubah dunia. Dalam salah satu wawancara, Jobs pernah mengatakan betapa beruntungnya ia bekerja dengan orang-orang jenius yang penuh minat, passion membuat komputer untuk tujuan membahagiakan orang, membantu hidup orang menjadi lebih mudah dengan bantuan alat yang gampang dioperasikan. 

Tidak ada orang yg bekerja untuk uang semata. Semua orang di Apple mencintai dan senang dengan apa yang mereka lakukan. Memang ada orang membangun usaha hanya bertujuan menghasilkan uang. Tapi untuk perusahaan yg hebat, menurut Jobs, soalnya bukanlah uang. Kecintaan Jobs pada elektronik dan komputer membuatnya selalu bekerja dengan rasa senang. Asik berinovasi, diskusi seru dengan ide yang tampak gila dan konyol tapi Jobs terbukti telah mengubah dunia.
Dari Steve Jobs kita belajar untuk bekerja dengan sesuatu yang kita cintai. Passion menjadi energi luar biasa wujudkan mimpi. Pesan saya jika pekerjaan yang Anda tekuni sekarang bukanlah pekerjaan yang Anda cintai, maka pilihannya ada dua. Pertama, Anda berhenti jika masih yakin bisa menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion Anda. Kedua, jika tidak ada pilihan dan berbahaya memutuskan berhenti. Maka belajarlah mencintai pekerjaan Anda yang sekarang.
Tulisan ini dirangkum dari twit saya melalui akun @iwelsastra19 Monday Morning Motivation 5 Oktober 2015.

Kamis, 01 Oktober 2015

Orang Indonesia Pertama Yang Pentas Stand Up Comedy

koleksi rekaman stand up comedy dalam berbagai format

Saya sering ditanya, kenapa sebagai pelopor stand up comedy Indonesia saya kurang eksis dibandingkan Pandji atau Raditya Dika. Bahkan, banyak yang tidak tahu saya adalah pelopor stand up comedy Indonesia. Melalui tulisan ini saya menjawab pertanyaan tersebut. 

Sebelumnya dari tahun 1989 hingga tahun 1997 saya lebih banyak berkiprah sebagai pelawak grup. Kegagalan demi kegagalan dalam membentuk grup lawak membuat saya memutuskan untuk solo karir. Saya memutuskan menekuni stand up comedy semenjak tahun 1998 karena terinpirasi oleh Jerry Seinfeld dan Bob Hope. 

Saat saya mulai menekuni stand up comedy tahun 1998 tidak bertujuan menjadi pelopor melainkan karena semenjak kecil saya sudah memiliki
cita-cita menjadi seorang pelawak. Ketika menyaksikan Jerry Seinfeld dan Bob Hope memainkan stand up comedy saya merasa terpanggil untuk menekuninya.

Setelah perjuangan yang panjang semenjak tahun 1998, saya kemudian membuat pentas stand up comedy pertama di Indonesia yang dimainkan orang Indonesia pada 6 Maret 2004 di Gedung Kesenian Jakarta. Pementasan ini bertujuan mensosialisasikan stand up comedy di Indonesia. Saat itu stand up comedy masih sangat asing di Indonesia. Masyarakat lebih mengenal lawak tunggal. Stand up comedy dan lawak tunggal adalah dua hal yang berbeda. 

Ketika saya mulai menekuni stand up comedy, youtube belum ada. Untuk bisa mendapatkan rekaman stand up comedy sangat sulit. Saya sendiri harus titip pada teman yang tinggal di Amerika. Koleksi rekaman penampilan stand up comedian Amerika dan Inggris masih dalam format video VHS. 

Ada pula teman yang berbaik hati merekam penampilan George Carlin dalam bentuk VCD. Di Zaman format VCD, untuk satu penampilan, disc nya banyak banget he he he... Di era DVD saya memiliki beberapa rekaman panggung stand up comedian dunia seperti Jerry Seinfeld, Billy Connolly, Jamie Foxx, dan lain-lain. Sebagian besar adalah pemberian dari teman-teman yang baru pulang dari luar negeri.
 
Saat saya tampil stand up di acara Bincang Bintang RCTI tahun 2005-2006 belum banyak yang tahu kalau yang saya tampilkan itu adalah stand up comedy. Saat itu saya lebih sering menggunakan gaya topical ala Jay Leno dan David Letterman. Sesekali observational ala Jerry Seinfeld. Gaya topical menggunakan berita atau informasi sebagai set up kemudian dibelokkan oleh punchline yang membuat penonton tertawa. Kembali ke pertanyaan, kenapa saya kurang dikenal sebagai pelopor stand up comedy dan kalah eksis dibanding Pandji dan Raditya Dika? Jawabannya sederhana, karena saya kurang terlibat dalam program stand up comedy di televisi terutama Kompas TV he he he.

Di Metro TV saat awal ada Stand Up Comedy Show saya masih sering diundang. Perlahan jarang kemudian tidak pernah. Saya rasa hal itu disebabkan comic semakin banyak dan gaya stand up comedy saya yang taat pakem bisa jadi dianggap kurang cocok untuk pemirsa Indonesia. Sementara menurut Mas Kelik M Nugroho, wartawan senior penikmat dan pemerhati stand up comedy di Indonesia, comic Indonesia lebih banyak bicara sesuatu yang dekat dengan dirinya tetapi bukan sesuatu yang dekat dengan masyarakat.  Bicara sesuatu yang dekat dengan dirinya misalnya, membahas tentang Ibunya, tentang pacarnya, atau tentang keanehan dirinya sendiri.

Ketika Kompas TV akan membuat stand up comedy Indonesia, Indra Yudhistira dan Akhmad Shef mengundang saya untuk diminta masukan. Saat itu saya juga ditawari menjadi salah seorang juri. Saya menyanggupi tawaran itu. Kemudian tidak ada kabar lanjutan.  Saya kemudian diminta tampil sebagai comic tamu di episode perdana program tersebut karena akhirnya posisi juri diberikan ke komedian senior yang meskipun senior tapi saat itu belum tentu tahu dan mendalami stand up comedy.

Kompas TV memiliki peran dalam mengorbitkan  Pandji dan Raditya Dika sebagai stand up comedian dengan menunjuk mereka sebagai pembawa acara Stand Up Comedy Indonesia. Dalam perjalanan program tersebut Raditya Dika beralih sebagai juri dan Pandji tetap menjadi juri. Oleh karena itu wajar jika mereka jadi lebih terkenal. Bisa jadi tidak banyak yang tahu Ramon Papana ikut mengenalkan stand up comedy di Indonesia melalui Comedy Cafe-nya. Sebelum stand up comedy populer di Indonesia, saya bersama Ramon Papana  mengunggah di youtube video penampilan saya bersama beberapa comic lain di Comedy Cafe.

Menurut saya alasan utama kenapa stasiun televisi tidak melibatkan saya lebih pada alasan komersil, rating dan share semata. Begitu juga ketika Indosiar membuat program Stand Up Comedy Academy yang dilibatkan sebagai juri adalah komedian terkenal yang tidak memiliki akar sebagai stand up comedian.  Bagi saya ini ini hal lumrah. Setiap manusia mempunyai jalan hidup dan pintu rezekinya masing-masing. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, tulisan di blog ini untuk menjawab pertanyaan. Dikenal atau tidak, stand up comedy bagian hidup saya. Dulu saya memulai stand up comedy karena memang harus memulai. Bukan karena latah tapi memang panggilan hati dan karier.

Jika saat ini saya menekuni dunia motivasi dan training bukan berarti saya meninggalkan stand up comedy. Sebagai pakar motivasi dan trainer saya masih bisa memainkan berbagai materi stand up comedy yang saya sisipkan dalam materi motivasi atau training saya. Ini menjadi nilai tambah saya sebagai pakar motivasi dan trainer.

Tulisan ini dirangkum dari twit saya, Stand Up Comedy Insight #SUCI Selasa 29 September 2015

Selasa, 29 September 2015

Inspirasi Sukses Ala Adam Levine

Adam Levine (Photo from www.blogher.com)
Saat ini siapa yang tak kenal dengan vokalis band Maroon 5 Adam Levine. Levine yang pernah dinobatkan sebagai Sexiest Man Alive di tahun 2013 oleh majalah People adalah rockstar kelas dunia. 

Pendapatannya selama tahun 2013 saja ditaksir mencapai 35 Juta US$. Beristri model cantik Behati Prinsloo saat ini Levine juga sedang membangun kerajaan bisnisnya. Selain merilis parfume dan koleksi pakaian pria, Levine, yang baru berusia 36 tahun juga memiliki perusahaan rekamannya sendiri. Ganteng, muda, kaya dan terkenal, Adam Levine sedang berada di puncak sukses. 

Di Monday Morning Motivation saya ajak teman-teman melihat kisah orang sukses dunia. Dengan mempelajari kisah sukses orang lain, selain bisa memetik inspirasi, semangat dan moyivasi kita dalam berusaha juga bisa terpompa. Paling penting dipelajari adalah bahwa tiap orang punya jalan suksesnya masing-masing. Sukses tidak jatuh dari langit tapi harus diperjuangkan. Bahkan untuk selebriti dunia sekelas Adam Levine.

Levine pertama kali membentuk band musik tahun 1994 bersama teman-teman sekolahnya. Band yang diberi nama Kara's Flower itu mulai dengan manggung di cafe-cafe kecil dan di pesta ulang tahun anak-anak. Setelah sekian lama berusaha, baru pada tahun 1997 Kara's Flower merilis album pertamanya dan gagal. Band pun bubar. 

Di tahun 2000 Levine drop out kuliah dari Five Town College dan kembali membentuk grup band bersama teman dari band terdahulunya. Ini adalah tahun2 awal Maroon 5 yang berat utk Levine dan teman-teman. 

Saat itu karir bermusiknya belum jelas, tak punya pekerjaan, tak punya uang, Levine pun diputus hubungan cintanya oleh perempuan yang menurut Levine paling cantik sedunia. Pacarnya memutuskan hubungan dengan Levine justru di saat-saat ia paling membutuhkan kehadiran tambatan hati sebagai tempat bersandar saat berjuang di dalam ketidakpastian. Waduh..., perih banget ga tuh?! he he he... Sakitnya putus cinta tidak membuat Levine menyerah. Semua itu justru ia tuangkan dalam lagu. 

Bukan hanya perih diputusi pacar, Maroon 5 pun pernah tampil di sebuah cafe di Oregon tanpa ada seorang penonton pun. Tapi Levine dan Maroon 5 bergerak terus mencari konsep & bentuk musik yg sesuai, tak putus asa mencari produser rekaman sambil terus berlatih. 

Lagu-lagu putus cinta Levine kemudian menjadi album pertama Maroon 5 yang rilis pada 2002. Itu pun tidak langsung sukses. Lagunya merangkak pelan di tangga lagu. Setelah 2 tahun, baru pada 2004 album itu hits dan memenangkan grammy awards sebagai Best New Artist. 
Setekah itu Adam Levine dan Maroon 5 masih terus berjuang menjadi grup band papan atas. Hasil perjuangannya itu bisa dilihat sekarang ini. Dari Levine kita belajar  bahwa sukses harus melalui proses dan terus tingkatkan kualitas diri.

Yuk, jangan nyerah. Pompa terus semangat untuk sukses. 

Tulisan ini juga saya share melalui akun twitter @iwelsastra19 #MondayMorningMotivation

Selasa, 22 September 2015

Berani Lucu Ala Comic

Saya tidak pernah melabel diri sendiri dengan cap negatif. Selama jadi comic saya tidak pernah merasa ngebomb, hanya merasa salah strategi. Comic itu seperti pemain bola. Harus punya strategi saat tampil. Strategi yang saya maksud adalah strategi memainkan materi, membaca audience, bahkan posisi duduk audience. 

Kalau ada penonton yang tidak tertawa, saya tidak mau melabel materi saya tidak lucu. Bisa jadi materinya tidak nyambung dengan audience. Contoh, Jerry Seinfeld, comic pertama yang tampil di Tonight Show nya Jimmy Fallon. Ada yang bilang ngebomb padahal menurut saya lucu banget. 

Buat para comic jangan pernah takut nggak lucu. Apabila ketakutan itu muncul maka yang terjadi seharusnya bisa tampil lucu malah jadi tampil nggak lucu. Kalau ada yang bilang garing, doakan saja supaya dapat hidayah. Perbaiki kualitas diri. Siapa yang bersungguh-sungguh, rezeki pasti menghampiri. Saya tidak pernah takut tidak laku, tidak pernah takut tidak muncul di TV. Saya hanya takut Tuhan mencabut aura lucu saya he he he... 

Comic atau pelawak bisa ngetop dan kaya raya bukan karena lucu, tapi karena Tuhan sudah memberikan dia kesempatan untuk ngetop dan kaya raya. Apa pun profesi yang ditekuni, lakukan sungguh-sungguh. Niatkan untuk kebaikan. Insya Allah selalu ada jalan. Rezeki Tuhan yang atur

Selasa, 01 September 2015

Pakar Motivasi

Seorang teman komedian bertanya, apa saya sudah beralih dari komedian menjadi motivator? Dalam dua tahun terakhir pertanyaan ini memang sering saya dengar. Hal ini karena saya semakin sering diundang untuk memberikan motivasi di berbagai perusahaan maupun untuk publik.

Sebenarnya saya tidak meninggalkan dunia komedi karena komedi adalah dunia yang saya cintai sejak kecil. Kecintaan saya pada komedilah yang mengantarkan saya dikenal sebagai pelopor stand up comedy di Inndonesia dan tampil menjadi host di berbagai acara tivi.

Ada beberapa alasan kenapa kemudian saya lebih sering tampil sebagai motivator. Pertama, saya melihat perkembangan dunia komedi di indonesia bergeser dari dunia komedi yang saya impikan dulu saat masih kecil. Acara lawak yang dulu ditampilkan TVRI menurut saya sangat menarik karena pelawak-pelawak yang tampil, bukan sekadar tampil.

Pelawak jaman TVRI menurut saya adalah orang orang yang cerdas. Mereka  mempersiapkan penampilan mereka dengan baik sehingga selain kekuatan improvisasi, kelucuan yang ada di atas panggung sudah direncanakan dan dikemas dengan baik.

Di era awal tivi swasta, daya pikat komedi itu masih terlihat dari berbagai program televisi seperti Lenong Rumpi, Keluarga Van Danoe dan Bagito Show yang kemudian diikuti oleh kelahiran Patrio dengan Ngelaba dan Cagur dengan Chatting. Bahkan, di tahun 1997 saya sempat memiliki program Opera Sabun Mandi di SCTV yang menjadi momen kelahiran Tukul sebagai komedian. Sayangnya, program lawak ini terpaksa berhenti karena dihantam krisis moneter pada 1998.

Setelah era ini, terjadi pergeseran bentuk komedi di Indonesia. Stasiun tivi mulai mengambil pelawak secara perorangan kemudian dikumpulkan dalam sebuah program. Bahkan kemudian bermunculan artis-artis yang ikut terjun menjadi komedian di program bentukan stasiun tivi tersebut. Ada juga sih beberapa program ini bagus. Terutama yang memang dimainkan oleh pelawak seperti Parto, Sule dan alm Jojon.

Namun di beberapa program yang disebut sebagai program komedi unggulan, para pemainnya hanya mengandalkan improvisasi. Mereka saling teriak, bersahutan, berjoget atau melakukan apapun dengan bebas tanpa konsep dan tujuan yang jelas. Para insan kreatif televisi pun tampaknya sangat suka membuat program seperti ini. Pertama karena mudah. Kedua karena didukung oleh Nielsen yang memberikan rating dan share tinggi terhadap program seperti itu.

Selain menonton lawak indonesia, waktu kecil saya juga suka nonton komedi situasi Amerika seperti Perfect Stranger, The Cosby Show, hingga Seinfeld. Di Amerika sendiri sitkom semacam ini tetap bertahan dengan munculnya bintang-bintang baru seperti Everybody Loves Raymond, Friends, dan Carmichael Show. Bahkan Amerika pun memproduksi banyak sekali sitkom untuk anak-anak. Salah satu yang disukai anak saya adalah Nicky, Rickey, Dickey & Dawn yang tayang di saluran Nicklelodeon.

Sementara di Indonesia, komedi situasi ini kurang bertahan walau sempat ada Bajaj Bajuri dan OB. Trend program di televisi Indonesia pun sangat ditentukan oleh Nielsen.

Kedua, saya sudah mulai menekuni stand up comedy sejak tahun 1998 dan melakukan pementasan stand up comedy pada 6 Maret 2004 di Gedung Kesenian Jakarta. Selain itu, sebelum stand up comedy menjadi trend di tahun 2011, saya juga sudah sering tampil berstand up comedy di berbagai acara baik di televisi melalui acara Bincang Bintang RCTI maupun undangan berbagai perusahaan. Ketika stand up comedy menjadi trend dan banyak komik baru bermunculan,saya tertarik untuk memulai sesuatu yang lain.

Ketiga, Saya ingin menginspirasi banyak orang bahwa passion itu bisa kita temukan kapan saja. Tidak harus sejak kecil. Seperti halnya ketika saya bertemu Gede Prama di tahun 1999 yang membuat saya tertarik dengan dunia motivasi. Namun saat itu saya menahan diri karena ingin fokus menjadi stand up comedian. Di saat sekarang masyarakat sudah mengenal saya sebagai stand up comedian barulah saya menekuni dunia motivasi secara serius.
Terkait alasan ketiga, saya mempelajari beberapa selebriti Amerika. Banyak selebriti Amerika yang memiliki beberapa skill sekaligus. Namun mereka fokus menonjolkan hanya satu skill atau kebiasaan yang ingin ditonjolkan sebagai personal brandingnya. Misalnya Jamie Foxx. Dia adalah seorang penyanyi bersuara bagus, dan juga seorang stand up comedian yang lucu dan brilian. Namun ia lebih ingin dikenal sebagi aktor. Maka ia pun fokus menjalani dunia akting.

Mark Whalberg, dulu yang sempat dikenal sebagai rapper dengan nama Markie Mark. Sekarang Whalberg mengubur nama itu karena ia ingin lebih dikenal sebagai seorang aktor. Begitu pula halnya dengan Will Smith yang dulu sempat ngehits sebagai rapper dengan nama The Fresh Prince. Bersama DJ Jazzy Jeff, singlenya yang berjudul Boom Shakes the Room amat populer & disukai. Sekarang Will Smith lebih dikenal sebagai aktor walau sesekali ia masih ngeRap. Bahkan lagunya yang berjudul Gettin Jiggy With It memenangkan Grammy Award di tahun 1999 untuk Best Rap Solo Performance. Padahal di masa itu Will Smith sedang benar-benar naik daun sebagai aktor Hollywood. Selain nama-nama diatas, banyak lagi contoh lainnya.

Kembali ke saya, saat ini saya memang sedang fokus membangun personal branding sebagai seorang komedian yang jago menginspirasi dan lebih senang mendapat julukan sebagai pakar motivasi. Ini membuat orientasi saya di industri televisi adalah bisa punya program inspiratif seperti Oprah Winfrey dan tampil dalam film bernafaskan motivasi seperti film The Pursuit of Happiness, Life of PI, A Beautiful Mind dan The Wolf of Wall Street.

Untuk menajamkan kemampuan saya sebagai pakar motivasi, disamping didukung latar pendidikan S2 ilmu komunikasi dari FISIP UI, saya juga terus meningkatkan kemampuan di bidang perubahan, leadearship, mindset, teamwork, dan motivasi lainnya.

Tapi tentunya, sebagai motivator saya tetap menyertakan komedi dalam motivasi yang saya sampaikan.

Iwel Sastra
Komedian, Trainer & Motivator
Informasi training & motivasi : hubungi Cici 08176655874