Kamis, 11 April 2013

Keajaiban buku MotivAction Part 3

"Kalau uda Iwel mau bukunya terbit bulan Oktober, sanggup nggak menyelesaikan bukunya dalam satu bulan?" tantang Reno.
Tanpa berpikir panjang saya langsung menjawab tantangan tersebut "sanggup".

Selanjutnya saya, Reno dan Icha diskusi mengenai masalah teknis dalam penerbitan sebuah buku dan kesepakatan kontrak yang akan saya tandatangani.

Sebulan penuh selama bulan Agustus saya menulis naskah buku. Saya lebih senang menulis di malam hari. Kegiatan menulis sepanjang malam sebulan penuh membuat istri saya harus rela berkorban untuk melalui malam sendirian. Naskah buku selesai dalam sebulan dan saya mengirimkan naskah tepat di tanggal yang kami sepakati untuk penyerahan naskah.

Semula saya memberi judul buku ini Stand Up Motivation. Saya memilih judul ini untuk mendekatkan dengan image saya sebagai Stand Up Comedian. Judul utama ini dianggap kepanjangan, tim Noura Books mengajak saya untuk mencari judul alternatif. Saya bersama dengan tim Noura Books memikirkan judul lain yang juga bisa menggambarkan bahwa buku ini berisi motivasi yang disajikan dengan ala komedi. Muncullah kemudian judul MotivAction, Mimpi atau Mati!

"Uda Iwel, buku ini bisa aja terbit bulan Oktober seperti harapan uda. Kita tentu tidak mau buku ini hanya sekedar terbit. Sayang kalau naskah sebagus ini hanya sekedar jadi buku dan terbit. Kami berharap buku ini bisa menjadi Bestseller bahkan Mega Bestseller. Sebaiknya buku ini jangan terbit tergesa-gesa. Harus atur strategi dengan melihat situasi pasar," jelas Reno.

Saya sebagai orang baru dalam penerbitan tentu tidak mau bersikap sok tahu. Menurut saya Noura Books sebagai penerbit yang berpegalaman tentu tahu yang terbaik. Apalagi setelah saya lihat contoh desain layout buku MotivAction yang menjadi sangat menarik untuk dibaca. Saya sangat setuju sebuah buku jangan hanya sekedar terbit. Tujuan penulis menulis buku adalah agar karyanya dibaca oleh jutaan pembaca. Untuk membuat orang mau membaca karya penulis tentu banyak faktor pendukung yang bisa dilakukan.

Buku MotivAction terdiri dari 5 Bab.

Bab 1 saya banyak bercerita tentang action. Semua kiat dan tips dan action ini saya ambil dari pengalaman ketika merintis karir menjadi pelawak hingga akhirnya banting stir jadi Stand Up Comedian. Bagaimana caranya menciptakan momentum, menghindari diri dari menunda kesuksesan, kekuatan skenario mimpi, dan lain-lain.

Bab 2 tentang memasarkan diri bukan jual diri ya, he he he. Perbedaan istilah ini juga saya jelaskan dalam buku. Memasarkan diri meliputi bagaimana kaya dengan memasarkan diri, menjadikan kelemahan sebagai kekuatan, menggunakan batu loncatan serta beberapa kiat lainnya.

Bab 3 langkah-langkah ringan menuju sukses. Dalam bab ini dijelaskan mengenai teori Robin, business buddy, cara menghargai intangible asset, dan lain sebagainya.

Bab 4 faxtor XYZ. Penjelasan bagaimana mengetahui faxtor X, menciptakan faktor keberuntungan, bonus mimpi serta faktor-faktor lainnya dalam meraih mimpi.

Bab 5 saya beri judul bonus track. Istilah ini biasanya kita temui dalam album CD. Semula saya ragu untuk menuliskan bagian ini. Saya merasa tidak pantas untuk menuliskannya karena bab ini banyak membahas faktor sukses dari tinjaun agama. Setelah melakukan perenungan, akhirnya saya tulis karena menurut saya ilmu yang baik sebaiknya disebarluaskan.

Intinya dalam Bab ini saya ingin menyampaikan sukses itu terjadi bukan hanya karena faktor manusia namun ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Disini dituliskan tentang ilmu rezeky, rahasia kehidupan rahasia Tuhan, 7 magnet rezeky dan lain sebagainya.

In Shaa Allah Awal Mei buku MotivAction sudah bisa dibaca. Alhamdulillah, meskipun bukunya masih dalam tahap produksi, saat ini sudah banyak yang mengundang untuk acara bedah buku, talkshow bahkan seminar MotivAction.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 27 Maret 2013

Keajaiban Buku MotivAction Part 2

Met Siang, mas Iwel. Saya reno. Editor akuisisi penerbit Noura  Books (Mizan Grup).  Saya dapat info dari rekan wartawan, bahwa mas Iwel sedang menyiapkan naskah buku. Benarkah? Jika iya, bolehkah kami tahu tentang apa? Barangkali nanti kami bisa menerbitkan.

Itulah SMS yang saya terima pada tanggal 16 Juli 2012 pukul 11.50. Sehari setelah saya melalui akun twitter saya melakukan public commitment dengan mengatakan akan menerbitkan buku pada bulan Oktober 2012.  Saya tentu senang sekali membaca SMS ini. Apalagi SMS ini datang dari sebuah penerbit besar Noura Books. Inilah yang saya sebut dengan keajaiban. Saya punya keinginan buku pertama saya diterbitkan oleh Mizan, sekarang Noura Books yang merupakan bagian dari Mizan menghubungi saya. Saya tidak segera membalas SMS tersebut, bukan sok jual mahal tapi karena nggak ada pulsa.

Setelah isi pulsa saya segera membalas SMS tersebut. Tak lama Reno Azwir dari Noura Books menelepon saya.

"Mas Iwel bukunya udah mau terbit?" tanya Reno.
"Rencananya begitu," jawab saya singkat.
"Penerbitnya siapa?" lanjut Reno.
"Belum tahu mas."
"Mau terbit tapi kok belum tahu penerbitnya" kejar Reno.
"Maunya saya sih mas terbit Oktober tapi belum ada penerbit," ucapan saya ini sepertinya semakin membuat Reno bingung.
"Sudah ditawarkan ke Penerbit?" Reno penasaran plus bingung.
"Belum sih."

Untuk menutupi kebingungannya Reno mengajak saya ketemuan sekalian untuk melihat naskah yang akan saya terbitkan. Saya pun menyanggupi ajakan Reno untuk bertemu esok hari di sebuah kafe di kawasan Kemang. Setelah menutup pembicaraan dengan Reno saya menjadi panik setengah mati. Apa yang harus saya sampaikan besok kepada Reno. Naskah yang ingin dilihat Reno belum saya tulis sama sekali. Bahkan saya pun belum tahu menulis apa.

Keesokan harinya.
Saya bertemu dengan Reno yang siang itu ditemani oleh Icha Nadia editor Noura Books. Setelah pesan minum dan berbincang basa-basi, Reno langsung ke pokok tujuan pertemuan kami.

"Mas Iwel bawa naskahnya?" tanya Reno langsung kepada pokok sasaran.
"Bawa" jawab saya mantap.
"Boleh kami lihat?" pinta Reno.
"Nggak bisa"
Reno dan Icha saling pandang bingung. Mungkin mereka berpikir yang mereka temui adalah orang yang kurang waras. Katanya nulis buku tapi kok naskahnya nggak boleh dilihat.
"Kenapa nggak boleh dilihat mas?" tanya Icha mencairkan suasana.
"Karena semua masih ada disini" jawab saya sambil menunjuk ke kepala saya.

Reno yang saat itu sedang menyisip minumannya dari sedotan terperanjat kaget. Sedotan terlepas dari mulutnya dan untung minuman yang ada dimulutnya tidak muncrat  ke wajah saya.

"Jadi belum ditulis mas?" ujar Reno setengah melotot.

Untungnya Reno dan Icha adalah manusia-manusia tangguh yang sudah siap menghadapi beragam model penulis. Termasuk penulis nekat seperti saya. Sementara mereka bingung saya hanya bisa nyengir sambil mengaduk-ngaduk gelas minuman yang sudah kosong.

"Buku mau terbit Oktober? tapi sampai sekarang belum ditulis?" nggak jelas maksudnya Reno bertanya atau bergumam sendiri.

Wah .., apa yang terjadi selanjutnya. Nanti kita sambung lagi ya :)

Follow @iwel_mc

Picture : http://noura.mizan.com

Senin, 25 Maret 2013

Keajaiban Buku MotivAction

Saya mendapat kabar gembira dari penerbit Noura Books (Mizan Group) yang memberi kabar buku perdana saya MotivAction, Raih Mimpimu Sekarang Juga! mulai nangkring di toko buku 20 April 2013. Bagi saya buku MotivAction memiliki keajaiban tersendiri.

Keajaiban ini berawal ketika tahun 2004, teman saya bernama Dana memberi saya sebuah buku yang berjudul Seinlanguage. Buku ini ditulis oleh Jerry Seinfeld dan diterbitkan pertama kali tahun 1993. Tentu saja saya menyebutnya sebagai keajaiban karena bertahun-tahun saya merindukan untuk bisa memiliki buku tersebut, tiba-tiba tanpa disangka-sangka Dana yang baru saya kenal memberikan buku tersebut cuma-cuma. Sebagai gambaran supaya tidak salah persepsi, Dana ini berjenis kelamin cowok. Bukan itu saja saya yakin dia ini cowok tulen bukan cowok KW. Jadi motifnya memberikan buku tersebut pastilah motif berbagi bukan motif asmara.

Setelah membaca buku Seinlanguage saya termotivasi untuk menulis buku. Sayangnya ini hanya sekedar motivasi yang tidak terealisasikan. 

Sewaktu menjadi host acara Sosok Pilihan yang ditayangkan Alif TV (TV kabel), saya mewawancarai Bos Mizan Group Haidar Bagir. Keinginan untuk menulis buku kembali muncul. Waktu itu saya masih malu mengungkapkan kepada pak Haidar keinginan saya untuk menulis buku dan diterbitkan oleh Mizan. Saya meminta no hp pak Haidar ketika selesai suting. Dalam hati saya waktu itu berkata, saya akan menulis buku dan diterbitkan oleh Mizan. Minimal saya udah ada modal kenal dengan Bos penerbit besar.

Keinginan ini kembali lewat tengelam oleh kesibukan. Bulan Juli 2012 dalam sebuah acara saya berbincang dengan Bong Chandra penulis buku Unlimited Wealth, 17 Hari Menuju Kebebasan Finansial. Bong menceritakan pengalamannya yang suka menunda-nunda menulis buku. Sampai akhirnya Bong melakukan Public Commitment. Menurut Bong, Public Commitment adalah bentuk komitmen yang kita sampaikan kepada orang banyak. Bong Misalnya menyatakan kepada publik bahwa buku perdananya akan terbit tanggal 1 Mei 2010. Pernyataan Bong ini direspon oleh banyak orang dengan melakukan Pre-Order, padahal bukunya belum ditulis sama sekali. Mau nggak mau Bong harus menerbitkan buku yang kemudian menjadi Best Seller tersebut sesuai dengan komitmen yang telah disampaikannya kepada publik.

Terinspirasi dengan apa yang dilakukan Bong. Saya mengikuti cara Bong. Bulan Juli 2012 saya melalui akun twitter saya menulis "Buku Perdana Saya Akan terbit Pada Bulan Oktober 2012" Dimanakah letak keajaibannya? Bukankah yang saya tulis di akun twitter saya tersebut meleset?

Tunggu lanjutannya ya ...

Picture : http://nourabooks.blogspot.com/

Sabtu, 29 Desember 2012

Mandi Hujan

Bagaikan pemain bola profesional. Matin, anak saya yang paling besar mengambil ancang-ancang untuk menendang bola. Sesaat kemudian dia menendang bola dengan keras kearah saya. Bola tersebut menggelinding masuk diantara kedua kaki saya.
   
“Goool,” teriaknya sambil melompat-lompat ditengah hujan yang deras. 

Sore itu hujan turun dengan deras. Saya ingat sewaktu saya kecil seringkali mandi hujan ditengah hujan yang deras. Sekalian bernostalgia dengan masa kecil saya mengajak Matin mandi hujan.

“Gimana kalau mandi hujannya sambil main bola?” ajak Matin.

Saya memenuhi ajakan Matin.

Kayra adik Matin ikut main hujan. Kayra mengenakan jas hujan lengkap dengan sepatu boot. Kayra menolak untuk mandi hujan tapi tetap ingin ikutan main-main di tengah guyuran hujan yang deras. Sewaktu kecil saya pernah diberi tahu kalau hujan mandi hujan di tengah hujan yang deras tidak apa-apa selama tidak dilakukan terlalu lama. Sehabis mandi hujan harus segera mandi lagi dan membersihkan diri dengan sabun. Hujan gerimis justru katanya yang harus dihindari karena bisa menyebabkan sakit.
 
Saya memang senang mengajak Matin mandi hujan. Kegiatan ini tidak kami lakukan setiap kali hujan turun. Tergantung dengan keaadan. Hujan deras dan Matin dalam keadaan fit itulah syarat kami melakukan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. 

Manfaat kegiatan ini saya lakukan untuk mendekatkan diri dengan Matin.  Sangat menyenangkan bermain bola ditengah hujan yang deras. ikut menyelami nikmatnya masa kanak-kanak. Bisa saja orang yang melihat adegan ini akan memberikan komentar “dasar, masa kecil kurang bahagia”
                  
Selain mandi, kegiatan lain yang saya lakukan bersama Matin adalah main games. Matin sangat senang main games mobil apapun jenis permainannya. Ikut main games bersama Matin membuat saya paham bahwa games itu memang bikin candu. Ini bahaya bagi anak-anak jika kecanduan games yang bisa membuat mereka malas melakukan aktifitas lain.

Saya membatasi waktu Matin bermain games supaya dia tetap memiliki waktu untuk belajar dan melakukan aktifitas lain yang bermanfaat. Saat kami sedang seru-serunya main games tapi waktu tidur sudah datang maka saya akan mengajak Matin untuk mematikan games. Biasanya saya akan menemani Matin sampai terlelap dengan membacakan dongeng. Setelah Matin tertidur baru saya menyalakan games kembali dan lanjut main games sendiri. Wealah repot .., ini yang kecanduan games kok bapaknya?

follow @iwelsastra19


Photo : Rain on a Sunny Day - Courtsey : http://dpshots.com