Selasa, 09 September 2014

Group WA / BBM, Menyenangkan atau Menyebalkan?

Gabung di group WA / BBM bisa menyenangkan atau malah menyebalkan. Sebaiknya pilih group yg bisa menghibur & memberi informasi bermanfaat. Agar tak mengganggu waktu produktif, jangan ikut group terlalu banyak. Saya hanya ikut 3 group.

1. Group WA bersama para motivator & trainer. Ada Jamil Azzaini, Ippho Santosa, Prasetya M Brata, Ahmad Fuadi, Assad, Mas Mono, Ahmad Gozali, Zaidul Akbar, dll. Isinya saling motivasi, saling cela & saling menghibur. Kami memberi nama group WA ini dengan sedikit narsis "Motivator Ganteng"

2. Group BBM yang anggotanya hanya 4 orang: saya, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi & Yunarto Wijaya serta analis timur tengah Zuhairi Misrawi. Di group ini kami bergosip info-info A1 politik & kebijakan negeri ini.

3. Group WA alumni Pascasarjana ilmu komunikasi Fisip UI. Anggotanya teman-teman kuliah S2 dulu. Isinya kangen2an & update info baru ilmu komunikasi & pendidikan karena sebagian besar anggota profesinya dosen.

Rabu, 20 Agustus 2014

Pengalaman Menyapih Anak

Matin sangat mudah disapih
Salah satu sahabat yang saya kunjungi di moment lebaran tahun ini adalah Ippho Santosa, penulis buku mega best seller 7 Keajaiban Rezeki. Saya dan istri yang disambut dengan begitu ramah oleh tuan rumah langsung merasa nyaman. Obrolan pun mengalir lancar dan hangat di antara kami. Kebetulan anak saya dan Mas Ippho ada yang seumur, pembicaraan pun tak lepas dari persoalan anak. Salah satunya saya sempat mendengar istri saya dan istri Mas Ippho saling berbagi pengalaman menyapih anak. 

Hal ini membuat saya juga ingin berbagi pengalaman saya bersama istri menyapih anak kami.Pengalaman menyapih antara anak pertama dan anak kedua kami benar-benar jauh berbeda. Matin, anak pertama kami sangat mudah disapih. Awalnya sesuai anjuran di Al Quran, saya dan istri berniat menyapih Matin di usia 2 tahun. Tetapi, saat itu istri merasa masih berat dan belum siap berpisah dari Matin.

Akhirnya 3 bulan setelah Matin merayakan ulang tahunnya yang ke dua kami pun siap memulai proses menyapih. Tidak seperti biasanya, pagi itu ketika Matin bangun istri tidak menyusuinya. Matin kami peluk, kami ajak main dan bercanda sambil sesekali kami ingatkan kalau dirinya sudah besar, sudah menjadi anak laki-laki yang gagah dan sehat. Memang dia terlihat sedikit resah tiap kali ia ingin menyusu. Saya tahu istri pun sebenarnya tidak tega dan ingin kembali memeluk dan menyusui Matin tapi saya berusaha menguatkan kembali niatnya untuk menyapih.

Alhamdulillah hanya dalam waktu 3 hari Matin sudah benar-benar bisa berhenti menyusu ASI. Istri saya pun menangis antara sedih dan takjub pada Matin yang begitu mudah dan tidak rewel ketika disapih. Ternyata mendampingi istri menyapih adalah pengalaman yang benar-benar penuh keajaiban. Ajaib melihat Matin yang setiap malam ketika mau tidur harus menyusu dulu pada ibunya bisa tanpa menangis atau rewel dan merengek berhenti minum ASI. Betapa cepat Matin mampu beradaptasi. Wajar jika tiga malam pertama Matin resah dan sedikit sulit tidur. Tapi saya dan istri tidak berhenti memeluknya, menimang-nimangnya, membelai rambut dan punggungnya untuk meyakinkan Matin, berhenti menyusu ASI bukan berarti ia berhenti mendapatkan curahan cinta ayah dan ibunya.

Pengalaman tak kalah seru berikutnya adalah ketika saya dan istri menyapih anak kedua kami, Kayra. Cerita pengalaman anak kedua ada di posting berikutnya ya. 

Rabu, 16 April 2014

Saya @iwelsastra19 si Ayah ASI

Matin anak ayah Iwel si bayi ASI
"Kalau aku gak kebangun sama bunyi alarmnya, nanti jam 2 tolong bangunin ya" ujar istri saya yang bersiap untuk tidur setelah menyusui anak kami Matin yang belum genap berusia satu bulan.

Istri saya sangat disiplin menyusui anak kami, walaupun di malam hari ia tetap menyusui Matin tiap 2 jam sekali. Terkadang 3 jam sekali kalau Matin telah menyusu lebih lama dari biasanya.

Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 23.15, saya pun merebahkan badan di sebelahnya. Tetapi selama beberapa saat istri saya masih membolak-balikan badannya mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Ia mengeluh payudara kirinya terasa sakit. Tetapi karena lelah dan mengantuk, tidak berapa lama kemudian ia pun tertidur dan saya menyusul.

Kencangnya istri mencengkeram lengan saya membuat saya terbangun. Betapa kagetnya saya ketika terbangun melihat istri sedang menggigil hebat. "Dingin...., mimik (payudara) aku sakit..." ujar istriku perlahan. Saya coba menyelimuti istri saya, tetapi dia tetap menggigil sampai saya dapat mendengar suara gemeletuk dari giginya yang beradu karena gemetar.

Baru sesaat diselimuti, istri saya bangun. Ia minta saya mengambilkannya baju ganti. Saya lihat baju di bagian dada kanannya basah hingga ke bawah akibat rembesan air susu yang keluar dari payudaranya. "Aw... Sakit..." rintih istri saya yang saat itu sampai berurai air matanya karena menahan sakit.

Si Bayi ASI sekarang sudah jago main piano
Saya panik, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Syukurlah saat itu kami tinggal di rumah orang tua istri. Saya segera membangunkan ibu mertua. Istri saya kemudian dibantu oleh ibunya. Ibu mertua mencoba menenangkan istri dan mencoba memijit payudaranya. Bukan membaik ia malah semakin kesakitan.

"Wah, ini air susunya sudah terlanjur mengeras", ucap ibu pada saya.

Saya sendiri malam itu tidak tahu apa penyebab payudara istri nyeri dan mengeras. Menurut ibu mertua sepertinya saluran ASI tersumbat. Peristiwa ini terjadi ketika anak kami baru berumur beberapa minggu. Kami masih minim pengalaman soal menyusui anak serta mencegah hal-hal yang berhubungan dengan timbulnya rasa sakit akibat menyusui.

Malam itu, diantara panik, sedih dan empati mendalam terhadap rasa sakit yang dirasakan istri saya tersadar bahwa pengetahuan saya soal ASI nol besar. Hari-hari berikutnya saya jadi rajin googling, tanya orangtua, mertua, teman dan terutama rajin konsultasi dengan dokter mengenai ASI. Atas anjuran dokter, istri saya melakukan perawatan untuk menangani ASI yang tersumbat dengan teknik mengompres dan memijat payudara. Setelah hampir seminggu melakukan perawatan istri baru merasa lega karena ASI nya kembali lancar.

Sejak kami baru menikah dan belum hamil, istri memang sudah berpesan pada saya bahwa dia ingin menyusui anak kami dengan ASI eksklusif. Bermodal sebuah artikel dari majalah Femina dan beberapa artikel berbahasa inggris hasil googling keinginan istri saya semakin mantap. Saya sendiri mendukung istri untuk memberikan ASI. Saya pernah membaca terjemahan ayat suci Al-Quran tentang pentingnya memberikan ASI kepada anak.
Happy Matin

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. 2 : 233)

Hal yang mengejutkan, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa urusan menyusui bukan hanya urusan ibu. Dukungan seorang suami sangat dibutuhkan. Selain ayat Al-Quran hal lain yang mendukung istri memberikan ASI  adalah manfaat ASI yang sangat banyak. Penjelasan dokter menyebutkan  anak yang disusui dengan ASI selama dua tahun memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik hingga tidak gampang sakit. Secara emosional pun proses menyusui meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.

Selain penjelasan dokter, menurut saya ada dua hal lagi keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Dari segi ekonomi sangat menghemat pengeluaran. Harga susu formula sekarang semakin mahal. Dari segi kemasan, sudah jelas ASI tidak dapat ditandingi oleh susu formula he he he.

Kumpulan Tulisan Iwel Sastra di Koran Tempo

Balada Banjir, Koran Tempo edisi Kamis 16 Januari 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/01/16/1047/Balada-Banjir

Genarasi Galau, Koran Tempo edisi Jumat 14 Februari 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/02/14/1121/Generasi-Galau

Tahun Kursi, Koran Tempo edisi Jumat 14 Maret 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/03/14/1195/Tahun-Kursi

Serba Cepat, Koran Tempo edisi Kamis 17 April 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/04/17/1280/Serba-Cepat

Revolusi Metal, Koran Tempo edisi Jumat 16 Mei 2014

 http://www.tempo.co/read/kolom/2014/05/16/1346/Revolusi-Metal

Nomor Cantik , Koran Tempo edisi Senin 9 Juni 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/06/09/1400/Nomor-Cantik

Fair Play, Koran Tempo edisi Rabu 25 Juni 2014

http://koran.tempo.co/konten/2014/06/25/345295/Fair-Play

Menemukan Kembali, Koran Tempo edisi Jumat 25 Juli 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/07/25/1521/Menemukan-Kembali

Hari Televisi, Koran Tempo edisi Selasa 27 Agustus 2014

http://koran.tempo.co/konten/2014/08/26/350086/Hari-Televisi

Olahraga Andalan, Koran Tempo edisi Selasa 9 September 2014

https://www.tempo.co/read/kolom/2014/09/09/1626/Olahraga-Andalan

Kereta Api, Koran Tempo edisi Selasa 30 September 2014

http://www.tempo.co/read/kolom/2014/09/30/1680/Kereta-Api

Rabu, 05 Maret 2014

Magnet Rezeki

Mini Seminar 7 Magnet Rezeki
Dalam buku Motivaction: Mimpi atau Mati! yang saya tulis dan diterbitkan bulan Mei 2013 oleh penerbit Noura (Mizan Group) pada bab terakhir saya menulis tentang magnet rezeki. Bab terakhir ini diberi nama bonus track karena isinya sangat berbeda dengan bab-bab sebelumnya. Bab ini saya masukan untuk menegaskan bahwa sukses yang diraih seseorang sebenarnya tak lepas dari campur tangan Tuhan di dalamnya.

Saya menulis 7 magnet rezeki. Diantaranya adalah:

1. Usaha
Dalam berusaha, agar terhindar dari rasa putus asa dan terjerumus dal usaha yang tidak halal, banyak-banyaklah mengingat Allah.

2. Ilmu
Ilmu yang dimaksud adalah baik ilmu ibadah maupun ilmu urusan dunia. Misalnya, jika kita seorang entrepreneur maka kita harus menguasai ilmu pemasaran, ilmu manajemen dan berbagai ilmu lain yang mendukung usaha kita.

Sinergikan ilmu ibadah dan ilmu dunia maka hasilnya akan menjadi magnet rezeki yang dahsyat luar biasa.

3. Doa
Doa adalah pendorong usaha kita. Doa adalah kekuatan yang bisa membuat kita yakin usaha kita pasti berhasil.

4. Shalat malam
Telah banyak hadist yang menyebutkan manfaat shalat malam. Di malam hari kita juga bisa jauh lebih fokus memanjatkan doa.

5. Shalat Duha
Shalat Duha adalah shalat yang salah satu manfaatnya diyakini bisa membuka pintu rezeki.

6. Orangtua
Ada hadist menyebutkan, ridha Allah bergantung pada ridha orangtua. Sangat penting untuk berlaku hormat dan sayang pada orangtua.

7. Sedekah
Sedekah adalah magnet yang bisa melipatgandakan rezeki kita jika kita mengusahakannya dengan cara halal

Jumat, 17 Januari 2014

Esai Iwel Sastra Di Koran Tempo : Balada Banjir

Koran Tempo, Kamis 16 Januari 2014

Link Digital : http://www.tempo.co/read/kolom/2014/01/16/1047/Balada-Banjir

Senin, 30 Desember 2013

Revolusi Dimulai Dari Panggung

Revolusi dimulai dari panggung, itulah yang menjadi judul resolusi saya untuk tahun 2014. Ini sekaligus jawaban saya terhadap kegelisahan masyarakat terhadap tayangan televisi. Tidak semua tayangan televisi itu buruk, ada juga yang baik. Hanya saja karena tayangan yang menggelisahkan masyarakat ini berada pada jam utama dan dimainkan oleh artis dan komedian terkenal sehingga menarik perhatian.

Sebagai pelaku di industry tv dan komedian, kurang pas jika saya ikut memberikan komentar dan penilaian terhadap tayangan-tayangan tersebut. Apalagi sebagian besar tayangan yang menjadi sorotan itu bergenre komedi.

Tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemain-pemain yang terlibat dalam tayangan tersebut karena sesungguhnya yang memegang kontrol adalah stasiun televisi. Pemain hanya memainkan peran mereka sesuai dengan order yang telah ditulis dalam naskah atau sesuai dengan arahan penata laku atau tim kreatif. Dengan memegang azas memenuhi tuntutan peran, maka komedian tidak keberatan kalau wajahnya ditimpuk pakai tepung. 

Pihak televisi sendiri dalam membuat konsep kreatif biasanya berpegang pada tuntutan rating. Bagi mereka jika membuat sesuatu yang mudah bisa menghasilkan rating yang tinggi buat apa bersusah payah membuat program harus memenuhi unsur mendidik. Udah susah mikirin konsepnya, ratingnya belum tentu bagus. 

Suatu kali saya melakukan presentasi program komedi dihadapan tim produksi dan kreatif sebuah televisi hiburan swasta nasional. Diujung presentasi manager produksinya berkata “mas Iwel, komedi yang disukai masyarakat itu bukan verbal kayak stand up comedy, tapi komedi visual”

Pernyataan ini membuat saya bertanya dalam hati “apakah penonton Indonesia mengalami kemunduran?” Tayangan komedi yang pernah populer dinegeri ini tahun 90-an adalah tayangan komedi yang mengedepankan komedi verbal seperti Lenong Rumpi,  Keluarga Van Danoe, Bagito Show dan Ngelaba. Bahkan kelompok lawak Cagur diawal pemunculan mereka melalui program Chating juga mengedapankan komedi verbal. Ketroprak humor yang dipopulerkan oleh pelawak Timbul dan kawan-kawan juga mengedepankan komedi verbal dengan gaya  pemain masing-masing. Komedi visual hanya bumbu, itupun dimainkan dalam batas-batas tertentu.

Tokoh-tokoh seperti Chairul Tanjung, Hary Tanoe, Aburizal Bakrie dan pemilik Indosiar-SCTV seharusnya bisa ikut memiliki peran penting dalam ikut memperbaiki tayangan-tayang televisi menjadi tayangan yang sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka adalah pemilik stasiun televisi hiburan, sebagai pemilik tentu mereka memiliki kekuatan yang luar biasa ikut berperan dalam menyuguhkan tayangan yang berkualitas kepada pemirsa.

Saya sendiri, sebagai komedian pergerakan mempunyai prinsip lebih baik berbuat daripada hanya sekadar ikut berkomentar. Saya mengutip ucapan Adlai Stevenson “lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan” Itulah sebabnya lahir pemikiran resolusi untuk tahun 2014 adalah "revolusi dimulai dari panggung" 

Arti revolusi dimulai dari panggung adalah, disaat kesempatan untuk memiliki tayangan yang baik ditelevisi belum muncul maka saya tidak akan menyerah. Saya masih bisa membuat panggung-panggung lain, seperti halnya dulu pertama kali saya melakukan pementasan stand up comedy 6 Maret 2004. Itu saya lakukan disaat stand up comedy belum mendapatkan ruang dimana-mana.

Hal lain munculnya istilah revolusi dimulai dari panggung adalah, saya terinpirasi ketika pak Teguh melahirkan Srimulat atau Bing Slamet dan seniman komedi lainnya memulai semua dari panggung. Selama tahun 2013 pentas stand up comedy yang dilakukan oleh Pandji, Ernest Prakasa dan sejumlah comic lain padat dengan penonton. Pementasan stand up comedy yang saya lakukan bersama teman-teman tanggal 21-22 Desember 2013 di Galeri Indonesia Kaya juga penuh dengan penonton. Ini menunjukan bahwa, masih ada ruang untuk terus bergerak. 

Kerinduan masyarakat terhadap tayangan berkualitas bisa dilihat dari meningkatnya jumlah penonton yang menonton film-film nasional berkualitas seperti Habibie Ainun, Soekarno, 99 Cahaya Di Langit Eropa, Tengelamnya Kapal Van Der Wijk dan lain-lain.

Panggung-panggung untuk seniman lokal berkarya harus terus dihidupkan dengan dukungan media cetak dan media sosial. Ketika pembuktian dipanggung ini terbukti, maka saya yakin nanti televisi berlomba-lomba kembali menayangkan tayangan televisi berkualitas. Harus ada yang memulai, saya senang menjadi bagian gerakan ini. Mengutip ucapan Sutan Syahrir "hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan."