Kamis, 10 Desember 2015

Harga Teman Dan Profesionalisme

Meme yang Beredar Di Media Sosial
Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah meme yang menarik perhatian saya. Bunyi meme tersebut "Friends will ask for discount prices. True friends will pay full price, to support you, your time and your work" Artinya, teman akan meminta harga diskon. Teman sejati akan membayar harga penuh untuk mendukung Anda, waktu dan pekerjaan Anda. Meme ini mengingatkan saya pada salah satu bab berjudul "Profit, Benefit dan Pahala" dalam buku Motivaction: Mimpi atau Mati yang saya tulis. Dalam buku saya mengkritisi mereka yang tidak menghargai karya dan profesionalisme dalam bentuk harga yang pantas.

Selama 22 tahun berkarir sebagai komedian dan pembawa acara serta beberapa tahun terakhir menekuni dunia training dan motivasi, saya seringkali mengalami hal terkait dengan harga dari jasa yang saya berikan. Seorang teman lama yang mengetahui saya sekarang juga dikenal sebagai motivator menghubungi dan menanyakan tarif saya sebagai motivator. Saya menyebutkan sejumlah angka serta durasi tampil. Teman itu dengan santai bilang kalau harga saya kemahalan kemudian meminta diskon yang sangat besar. Menyikapi hal ini saya hanya tersenyum dan mengatakan kepadanya, apabila kemahalan tidak usah dipaksakan. Sikap saya ini bukanlah sikap sombong tapi sikap profesional agar profesi, kerja keras dan jasa saya dihargai.

Menurut saya, yang dilakukan teman dengan meminta diskon adalah hal yang wajar. Sesuai dengan apa yang ditulis meme diatas "friends will ask for discount prices" he he he. Ada yang lebih parah. Seringkali seseorang yang merasa berteman dengan saya meminta saya untuk menjadi pengisi acara dalam sebuah event tanpa menyebutkan berapa honor yang saya terima untuk jasa yang saya berikan. Biasanya setelah acara orang tersebut akan menyodorkan amplop kepada saya. Tentu saja isi amplop tersebut berdasarkan penafsiran orang itu dalam menghargai jasa yang saya berikan. Menurut saya ini aneh dan tidak profesional. Orang membayar jasa saya berdasarkan ketentuannya sendiri. Coba sama-sama kita bayangkan, ketika kita berobat ke dokter apakah setelah dokter memeriksa dan memberi resep lalu kita bisa seenaknya membayar biaya pengobatan berdasarkan penafsiran kita sendiri? Di kasir supermarket, apakah boleh membayar belanjaan kita yang jumlah pembayarannya berdasarkan kemauan kita sendiri?

Ahmad Gozali, seorang perencana keuangan syariah menyebutkan segala sesuatu akadnya harus jelas. Itulah cara berbisnis yang Islami. Oleh karena itu, sekarang saya menyerahkan segala hal yang menyangkut tarif jasa kepada orang lain. Saya tidak menyebutnya manager tapi juru bicara yang bertugas membicarakan masalah harga jasa saya. Saya sendiri mempraktekan ini kepada orang lain. Saat saya butuh jasa rekan yang berprofesi sebagai pembawa acara, komedian atau motivator untuk tampil di event yang saya buat, saya selalu mengomunikasikan masalah harga di awal. Jika memang cocok, baru jalan.

Senin, 30 November 2015

Lima Manfaat Grup Whatsapp

Salah Satu Grup WA Favorit Saya
Sudah menjadi sifat dasar manusia senang bersosialisasi dan berkumpul. Maka tak heran jika ada orang yang senang menyendiri dan tidak suka bergaul selalu menimbulkan tanda tanya. Warung atau cafe biasanya disukai orang sebagai tempat untuk bergaul. Di sana kita bisa bebas ngobrol berjam-jam untuk membahas hal-hal yang penting hingga tidak penting. Ketawa-ketiwi, ngegosip, curhat atau sekedar ngobrol ngalor ngidul.

Seiring dengan perkembangan teknologi, berkumpul tidak lagi selalu harus bertemu secara fisik. Orang bisa memanfaatkan teknologi agar tetap dapat berkomunikasi secara bersama-sama dalam waktu yang bersamaan tanpa harus bertemu. Di akhir tahun 90-an mailing list atau milis mulai digunakan sebagai ajang berkumpul untuk berbagi informasi atau sekadar bercerita. Tren menggunakan milis makin meningkat sejak munculnya penyedia layanan seperti Yahoo!Groups. Berbagai macam milis bermunculan, biasanya terkait dengan profesi, hobi, satu almamater, dan lain-lain.

Munculnya Facebook tahun 2004 juga dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul. Berbagai grup pun muncul di jaringan Facebook. Perkembangan teknologi biasanya juga diikuti dengan perubahan kebiasaan. Munculnya blackberry yang menyediakan fasilitas grup membuat orang mulai beralih memanfaatkan blackberry sebagai ajak berkumpul. Perlahan tapi pasti orang-orang mulai meninggalkan milis. Era android datang menggilas blackberry. Perlahan tapi pasti pengguna blackberry mulai berkurang, orang pun mulai banyak beralih menggunakan whatsapp (WA). Grup-grup WA pun muncul. 

Ada seorang teman yang tergabung dalam 42 grup WA. Menurut saya sebaiknya kita memilih bergabung dengan grup yang mendatangkan manfaat. Kebanyakan grup tanpa kita sadari bisa mengganggu produktifitas kita. Notifikasi yang bejibun apabila tidak dibuka menimbulkan rasa penasaran, apabila dibuka takut kita larut membaca atau meresponnya. Hal ini kadang tanpa kita sadari kita sudah membuang waktu produktif kita. 

Namun begitu, ada beberapa hal positif yang bisa kita manfaatkan dengan bergabung di grup WA :

1. Personal branding. Melalui grup WA kita bisa membangun personal branding. Branding ini bisa dibangun melalui pesan yang kita kirim ke grup atau cara kita merespon topik yang sedang dibahas di grup.

2. Personal marketing. Kita bisa memanfaatkan grup WA untuk memasarkan diri. Sebaiknya dilakukan dengan cara yang halus dan jangan vulgar. Misalnya, kita bisa memasarkan keahlian sebagai penulis bercerita di grup bahwa tadi baru selesai meeting dengan salah satu penerbit yang tertarik dengan tulisan kita. Atau jika kita punya usaha sampingan seperti produksi sambal maka kita bisa cerita di grup bahwa kita baru sempat buka grup karena tadi sibuk menyiapkan pesana sambal dari pelanggan. Sekali lagi, perlu diingat lakukan dengan cara yang halus dan cerdas supaya tidak menjadi sekadar pamer.

3. Entertaining. Grup WA bisa kita gunakan sebagai hiburan pelepas lelah, pengusir suntuk dan penghalau galau. Biasanya di grup banyak berseliweran postingan meme lucu, cerita lucu atau bahasan topik yang lucu dari anggota grup lain. Ini cukup menghibur tapi ingat harus tetap membatasi diri jangan sampai larut dalam grup sehingga mengabaikan pekerjaan atau aktifitas lain.

4. Monitoring. Banyak juga orang yang bergabung di grup WA tapi tidak aktif. Tidak pernah posting, tidak pernah komentar dan tidak pernah respon. Namun dia sangat rajin mengecek grup. Biasanya tipe begini adalah tipe yang tidak mau ketinggalan informasi terkini. Tipe anggota grup seperti inil memang lebih suka memonitor. 

5. Networking. Ini menurut saya paling penting. Bergabung dengan grup WA untuk membangun networking alias jaringan.

Hal yang perlu dihindari ketika bergabung dengan grup WA adalah selling apalagi sampai hard selling. Belum tentu anggota lain suka hal ini. Apabila ingin memanfaatkan grup WA untuk selling maka sebaiknya bikin grup WA sendiri yang tujuannya memang untuk jualan.

Minggu, 29 November 2015

API Lagi MNCTV

Bersama Rekan-Rekan Juri API Lagi MNCTV
Sabtu 28 November 2015 saya diundang MNCTV untuk menjadi salah satu juri Aksi Pelawak Indonesia (API) Lagi. Saya menerima undangan ini dengan senang hati. Saya diplot menjadi juri bersama Patrio dengan formasi lengkap Parto, Akri dan Eko. Selain itu di bangku juri juga ada stand up comedian Adjis Doa Ibu 

Ada dua alasan yang membuat saya senang mendapat undangan ini. Pertama, ini perjalanan nostalgia saya sebagai komedian karena tahun 2005 saya pernah dilibatkan sebagai mentor dan juri API 1. Saat itu singkatan API masih berupa Audisi Pelawak TPI karena TPI belum berganti nama menjadi MNCTV. Sebagai mentor saya sempat mengenalkan stand up comedy termasuk kepada Sule yang keluar sebagai juara bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam grup lawak SOS. Alasan kedua, dalam API Lagi ada dua kategori yang diperlombakan sekaligus yaitu tv play (lawak grup) dan stand up comedy. Saya sangat menguasai kedua bidang ini secara teori dan praktek karena sebelum mengenal stand up comedy tahun 1997 saya terlebih dahulu berkiprah sebagai pelawak grup dan pernah menjadi finalis lomba lawak RRI / TVRI tingkat nasional tahun 1989.
 
Dalam catatan saya sebagai juri saya melihat bahwa semangat peserta dalam mengikuti kompetisi ini sangat luar biasa. Mereka semua sudah siap tampil untuk memberikan yang terbaik. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi penonton. Saya menilai sebagian peserta grup (tv play) masih kurang kreatif dalam menggali materi lawakan sehingga ada yang terjebak mengikuti pola yang sudah terlalu sering dimainkan oleh senior mereka. Selain itu kekompakan dalam bermain grup masih belum terlihat karena masing-masing masih memunculkan ego individu. Dalam grup tidak semua harus lucu tapi ada yang bertugas untuk bisa mengatur irama permainan dengan baik atau istilah kerennya play maker.

Untuk peserta kategori stand up comedy secara delivery semuanya terlihat sudah sangat menguasai panggung. Secara objektif saya akui bahwa terlihat ada usaha dari mereka untuk melakukan stand up comedy secara benar. Topik yang dibahas sudah sangat variatif. Saran saya mereka harus lebih tekun dalam mengolah materi untuk bisa membuat penonton tertawa. Jangan cepat puas dengan materi yang sudah ditulis. Bagaimana pun selain delivery yang baik jualan utama pelawak maupun stand up comedian adalah materi. Mereka harus bisa memanfaatkan kompetisi ini dengan sebaiknya karena ini merupakan salah satu gerbang mereka untuk bisa eksis di dunia komedi Indonesia.

Selasa, 24 November 2015

Pelatihan Kepemimpinan Alias Leadership Training

Suatu kali saya mendapat pertanyaan yang berbunyi mengapa karyawan perlu ikut pelatihan kepemimpinan. Belum sempat saya menjawab dia melanjutkan pertanyaan dengan menanyakan apakah pemimpin itu terlahir sebagai pemimpin atau dibentuk. Dia meneruskan pertanyaan dengan pendapatnya yang menyebutkan kalau seseorang ikut pelatihan kepemimpinan berarti pemimpin itu dibentuk. Setelah saya yakin dia selesai dengan pertanyaan dan pendapatnya barulah saya menjawab kedua pertanyaan tersebut serta memberikan tanggapan atas pendapatnya.

Secara sederhana karyawan perlu ikut pelatihan kepemimpinan supaya bisa memimpin. Minimal memimpin dirinya sendiri. Kedengarannya memang lucu memimpin diri sendiri. Artinya adalah bahwa ketika seseorang karyawan berada dalam struktur organisasi meskipun masih berada pada level bawah segala tindakannya yang tarkait dengan hak dan kewajiban dalam organisasi tersebut memberikan dampak terhadap karirnya baik positif maupun  negatif. Misalnya ketika dia memerintahkan kepada dirinya sendiri untuk segera menyelesaikan pekerjaan atau memilih mengabaikan deadline yang diberikan oleh atasan. Bagi karyawan yang membawahi beberapa karyawan lain dalam organisasi perusahaan pelatihan kepemimpinan menjadi modal untuk memimpin bawahannya dengan baik karena memimpin bukan sekadar menjadi leader yang memiliki anak buah.

Ada orang yang terlahir dengan bakat kepemimpinan. Bakat ini sudah terlihat semenjak kecil dalam pergaulan sehari-hari. Ada nilai plus bagi mereka yang memiliki bakat kepemimpinan  yaitu karisma dan wibawanya sebagai pemimpin muncul secara natural. Auaranya muncul. Namun bukan berarti mereka yang tidak memiliki bakat kepemimpinan tidak bisa menjadi pemimpin. Itulah gunanya pelatihan kepemimpinan yang membantu para calon pemimpin atau pun yang sudah duduk sebagai pemimpin untuk bisa memimpin dengan baik.

Kepemimpinan adalah seni. Setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam seni memimpin.

1. Seni menginspirasi. Seorang leader atau pemimpin yang baik tidak hanya mengandalkan kata-kata tapi juga perbuatan. Tindakan dan langkah positif  pemimpin yang membuat semakin majunya perusahaan  menjadi inspirasi bagi bawahannya untuk melakukan yang terbaik. 

2. Seni memotivasi. Ada kalanya bawahan atau tim berada pada kondisi yang tidak prima, kehilangan semangat, kehilangan orientasi kerja yang diakibatkan oleh berbagai hal baik terkait dengan pekerjaannya maupun diluar pekerjaan. Pemimpin yang baik harus bisa memotivasi karyawan untuk kembali fokus pada pekerjaannya dengan berbagai motivasi yang mengarah kepada solusi terhadap persoalan yang sedang dihadapi bawahan atau tim.

3. Seni mengatur. Ini bagian yang sangat penting bagaimana seorang leader bisa mengatur bawahan atau timnya dengan baik. Tim terdiri dari individu dari berbagai latar belakang, sifat dan tujuan hidup yang berbeda-beda. Apabila tidak memilki seni mengatur dengan baik maka bisa jadi pemimpin malah putus asa dan frustasi terhadap kinerja bawahan atau tim yang tidak pernah sesuai dengan harapan. 

Iwel Sastra
Komedian, Trainer & Motivator
Informasi training & motivasi : hubungi Cici 08176655874

Senin, 23 November 2015

Hindari Penyebab Gagal

Ada kalimat penghibur yang biasa diucapkan ketika ada seseorang yang gagal, "gagal adalah sukses yang tertunda". Menurut saya, meskipun kalimat ini cukup menghibur, tetapi sebaiknya kita hindari. Jika sukses bisa didapat tepat waktu, mengapa juga ditunda-tunda. Misalnya, seorang pemuda menghadap calon mertua. Kemudian calon mertuanya menanyakan pekerjaan pemuda ini. Lalu dengan mantap pemuda tersebut menjawab “saya adalah pengusaha sukses. Sukses yang tertunda.” Maka dengan tak kalah mantap calon mertuanya berkata “kamu saya izinkan mendekati anak saya tapi sementara izinnya saya tunda dulu.”

Dalam buku Motivaction, Mimpi Atau Mati! saya menulis, segala sesuatu yang datang pada waktu yang diharapkan lebih menyenangkan daripada tertunda. Seorang pria jomblo yang janjian dengan perempuan idamannya untuk bertemu tentu akan sangat senang ketika idamannya datang tepat waktu. Sebaliknya, pria jomblo ini pasti akan gelisah kalau perempuan idaman yang janjian dengannya datang terlambat. Ketika akhirnya datang malah bersama pria lain. Gubrak! Contoh ini mungkin kurang pas tapi tolong dianggap pas saja, he he he.

Begitupun dengan sukses yang tertunda. Walaupun kemudian kita berhasil meraihnya, tetapi sebelum itu kita pernah berada dalam pahitnya kegagalan. Atau ketika kita meraihnya ternyata hal yang kita tuju dan inginkan sudah tidak menjadi trend lagi. Misalnya, sudah lama Anda ingin menjadi pengusaha fashion, namun selalu gagal ketika mencobanya. Ketika Anda akhirnya berhasil menjadi pengusaha fashion ternyata bisnis itu pemainnya sudah sesak. Anda terjebak dalam kompetisi banting harga atau dalam istilah kerennya red ocean. Berarti Anda hanya sesaat saja menikmati kesuksesan. Masih banyak sekali hal yang harus diperjuangkan lagi sebelum Anda bisa benar-benar merasakan puncak sukses sebagai pengusaha fashion. 
 
Jadi sebaiknya mulai sekarang jangan terlalu cepat menghibur diri dengan kata-kata “gagal adalah sukses yang tertunda”. Ketika mengalami kegagalan, katakanlah “saya telah berhasil menginjak anak tangga pertama kesuksesan dan siap melesat ke anak tangga berikutnya hingga puncak”. Ingat ya, puncak kesuksesan bukan puncak yang ada taman safarinya lho, he he he. 

Siapa bilang gagal alias sukses yang tertunda itu enak. Supaya kesuksesan datang tepat waktu, pelajari 3 penyebab gagal yang harus dihindari berikut ini.

Pertama, gagal karena tidak mengukur diri. Dengan mengukur diri kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan untuk kemudian memantaskan diri dengan impian kita. Contoh paling mudah adalah jika ada seseorang yang bermimpi ingin jadi penyanyi terkenal padahal dia tidak memiliki kualifikasi untuk bisa menjadi penyanyi yang bagus. Jangankan bernyanyi, batuk saja dia fals. Bagaimana mungkin ia bisa menjadi penyanyi terkenal. Lantas apakah dia tidak boleh jadi penyanyi? Boleh saja tapi standar mimpinya diturunkan menjadi penyanyi kamar mandi.

Contoh lain, jika Anda ingin menjadi direksi di sebuah perusahaan besar. Tentu mimpi ini hanya akan jadi angan-angan jika Anda tidak mengukur posisi dan kualifikasi Anda saat ini. Apa jabatan Anda sekarang, kualifikasi apa yang diperlukan agar bisa duduk di posisi direktur, kualifikasi apa yang sudah Anda miliki dan yang belum Anda miliki, bagaimana memenuhinya. Semua hal ini harus dipetakan, diukur kemudian ditentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

Kedua, gagal karena tidak memiliki ilmunya. Banyak dari kita lupa, saat ingin mewujudkan apapun impian kita harus menguasai ilmunya. Jika Anda ingin menjadi seorang marketer sukses dengan penghasilan besar tentu Anda harus menguasai ilmu dan teknik pemasaran. Jika Anda ingin menjadi seorang trainer sukses yang bisa mengembangkan keterampilan sesama rekan karyawan tentu Anda harus menguasai ilmu dan skill komunikasi.

Sebenarnya ada cara paling mudah mendapatkan ilmu agar kita sukses di bidang apapun yang dijalani, yaitu mempelajari pengalaman orang sukses. Dengan melihat perjalanan orang sukses dari masa lalu hingga saat ini kita bisa melihat kerja keras, strategi dan konsistensi mereka. Kemudian pinjamlah pengalaman itu sebagai panduan. Dengan begitu, kita bisa hemat waktu karena terhindar dari melakukan kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang sebelum kita.

Orang sering kali terobsesi ingin menjadi seperti Steve Jobs, Bill Gates maupun Mark Zuckerberg. Lalu ikut-ikutan tidak melanjutkan kuliah karena beranggapan mereka ini sukses walaupun tidak menyelesaikan kuliah Namun ada yang dilupakan oleh orang-orang bahwa meskipun mereka tidak menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi namun mereka telah memiliki ilmu tentang bisnis yang mereka geluti. Seharusnya bukan dilihat tidak selesai kuliahnya, tetapi sebaiknya dicari tahu bagaimana cara orang-orang sukses ini mendapatkan ilmu di luar sekolah. Kalau salah menafsirkan, bukannya jadi Steve Jobs malah nggak punya job alias nganggur.

Ketiga, gagal karena tidak sabar. Harus dipahami, apapun tujuan dan cita-cita kita, ada proses yang harus dilalui. Proses bukan cuma terkait waktu. Tetapi juga beragam masalah, hambatan dan kesulitan yang muncul di sepanjang perjalanan. Sabar dalam berproses mewujud dalam sikap pantang menyerah, tetap konsisten, disiplin dan optimis. Sabar dan tekun merupakan syarat wajib sukses.

Dalam sabar ini Anda harus memiliki mental seperti seorang petinju professional yang siap bertarung selama 12 ronde. Kalau dalam 3 ronde Anda bisa mengalahkan lawan, itu berarti strategi Anda berjalan dengan baik. Kalau setelah 10 ronde Anda belum bisa mengalahkan lawan maka Anda harus tetap bersabar dan tidak menyerah. Minimal Anda harus menang angka. Kalau Anda tidak mempersiapkan diri untuk bertarung hingga 12 ronde, maka ketika Anda dipukul jatuh di ronde pertama, mental Anda pasti langsung ciut. Kalau sudah begini, bukannya segera bangkit ketika wasit mulai menghitung bisa jadi Anda malah pura-pura tidur he he he.  

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Luar Biasa Edisi Desember 2014

Minggu, 22 November 2015

Semua Berawal Dari Kecil

Foto bersama sebagian peserta
Dalam salah satu bab buku Motivaction, Mimpi atau Mati! saya menulis bahwa semua berawal dari kecil. Saya memberikan beberapa contoh bisnis atau produk yang dimulai dari kecil. Melalui tulisan itu saya ingin menginspirasi pembaca agar segera action meskipun dimulai dari hal yang kecil. Apabila kita tidak pernah mau memulai dari yang kecil maka jangan harap bisa tumbuh menjadi besar. Menjalani proses merupakan suatu keharusan untuk mencapai sukses.

Sebagai pakar motivasi saya selalu menyampaikan apa yang sudah saya lakukan dan melakukan apa yang saya sampaikan. Sejak beberapa bulan lalu saya memiliki ide untuk membuat acara Forum Motivasi Iwel Sastra. Dalam acara ini saya ingin menampilkan semua kemampuan public speaking yang saya miliki mulai sebagai MC, stand up comedian, trainer dan motivator. Selain itu saya juga ingin memberikan panggung untuk para alumni kelas public speaking saya agar mereka bisa menunjukan kebolehannya sebagai pembicara sekaligus menambah jam terbang. Ide ini tidak boleh mengendap terlalu lama maka saya memutuskan untuk langsung eksekusi. 

Untuk membuat sebuah event dibutuhkan biaya, semakin besar eventnya maka semakin besar biaya yang dikeluarkan. Semakin besar biaya yang dibutuhkan maka semakin sulit untuk mendapatkan sponsor apalagi untuk sebuah program perdana yang belum terbukti. Maka saya memutuskan untuk membuat event perdana ini secara sederhana dengan target 100 peserta. Meskipun sederhana namun saya ingin acara ini memberikan manfaat yang besar bagi peserta sehingga saya mengonsep acara ini menjadi sebuah acara yang lain daripada yang lain dan belum pernah diadakan oleh motivator lain sebelumnya.

Minggu 22 November 2015 Forum Motivasi Iwel Sastra berjalan lancar dan sukses. Acaranya mulai ontime tapi selesai molor karena antusias peserta yang sangat luar biasa. Selanjutnya Forum Motivasi Iwel Sastra menjadi tumbuh menjadi event besar tergantung dari konsistensi saya membangunnya karena kunci sukses bisnis kecil tumbuh menjadi besar adalah konsistensi dalam menjalani proses untuk mencapai target yang diinginkan.

Rabu, 18 November 2015

Menang Atau Kalah Itu Tidak Biasa

Judul tulisan ini bertolak belakang dengan istilah yang sering kita dengar, “menang atau kalah itu biasa.” Ini merupakan kalimat penghibur yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada pihak yang bertanding bahwa menyelesaikan pertandingan lebih utama dibandingkan dengan hasil pertandingannya. Makna kalimat ini sebenarnya dorongan agar peserta dalam sebuah pertandingan bisa menang dengan terhormat menggunakan cara-cara yang sportif. Jika akhirnya kalah, tetap kalah dengan terhormat karena telah berusaha melakukan yang terbaik.
 
Fakta yang sesungguhnya, apakah benar menang atau kalah itu biasa? Sesungguhnya tidak! Yang berhasil memenangkan pertandingan tidak bisa disebut biasa, tetapi lebih tepat luar biasa. Yang kalah tidak bisa disebut biasa karena ini juga termasuk luar biasa. Lho kok luar luar biasa? Iya lah, biasanya menang, ini kok kalah, jadi diluar kebiasaan.

Dalam karir maupun bisnis kita harus menancapkan pada diri kita untuk menjadi pemenang. Tentu sebaik-baiknya pemenang adalah pemenang yang memenangkan pertandingan dengan cara yang baik dan benar. Bukan dengan cara yang curang bahkan menjatuhkan kompetiter dengan cara-cara yang kotor. Namun apabila kita sudah menancapkan target untuk menjadi pemenang namun kesempatan belum datang kita harus tetap mengobarkan semangat untuk menjadi pemenang tersebut di dalam hati sambil melakukan instropeksi. Pilah potensi yang kita miliki yang harus dipertahankan dan harus ditingkatkan.

Salah satu cara mudah untuk menjadi pemenang adalah membangun semangat kompetisi di dalam diri. Jika kita menyaksikan pertandingan sepakbola liga Inggris, maka kita akan disuguhkan sebuah pertandingan yang menarik. Apalagi jika pertandingan tersebut masuk dalam kategori “big match” maka kita akan menyaksikan permainan seru yang disuguhkan oleh pemain-pemain dari kedua klub yang bertanding. Bahkan ketika klub papan bawah seperti Sunderland berhadapan dengan Manchester United yang merupakan klub papan atas pertandingan tetap terlihat menarik. Ini disebabkan semangat kompetisi yang dibangun setiap klub ketika bertanding. Klub papan atas tetap memiliki semangat tinggi untuk memenangkan pertandingan meskipun sebagai kluib papan atas mereka diatas angin. Sementara klub papan bawah berusaha untuk mengalahkan klub papan atas karena menjadi gengsi tersendiri jika mereka bisa mengalahkan klub papan atas tersebut.

Jadilah pemenang karena menang atau kalah itu tidak biasa!