Senin, 20 Juni 2016

Motivasi di Victoria Park Hongkong

Motivasi Diselingi Games Menghibur
Jumat 17 Juni 2016 dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia saya berangkat ke Hongkong. Menurut jadwal seharusnya berangkat pada 23.55 namun karena alasan operasional pesawat baru berangkat sekitar pukul 00.25. Saya ke Hongkong memenuhi undangan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang ingin memotivasi para pekerja migran Indonesia di Hongkong. Beberapa hari sebelum berangkat saya telah mempersiapkan materi motivasi yang akan saya berikan dalam bentuk slide dan beberapa video yang berhubungan dengan materi yang akan saya sampaikan.

Pada hari Sabtu saya menemani komisioner Baznas Bapak Irsyad dan Ibu Emmy mengikuti serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan pekerja migran. Kami mengunjungi kantor NGO yang selama ini mendampingi pekerja migran yang sedang menghadapi masalah serta beberapa kegiatan lain termasuk berkunjung dan sekaligus melaksanakan shalat di Mesjid Kowloon yang berlokasi di 105 Nathan Road, Tsim Sha Tsui.

Minggu 19 Juni 2016 saya menuju Victoria Park. Di depan Victoria Park seorang panitia lokal sudah menanti saya untuk bersama-sama jalan kaki menuju ke tempat acara yang berada di tengah-tengah taman. Sehari sebelumnya saya sudah mendapatkan info kalau panitia tidak menyediakan infocus sehingga tidak memungkinkan slide dan video yang telah saya siapkan untuk tayang. Hal yang membuat saya tersenyum adalah ketika saya mengetahui bahwa sound system yang tersedia ala kadarnya yaitu mic dengan pengeras suara yang berasal dari sebuah tape.

Tentu saja sebagai motivator, keterbatasan sarana yang ada tidak membuat saya patah semangat. Bagi saya mic, infocus atau flipchart adalah alat bantu. Hal yang paling penting adalah bagaimana motivasi saya bisa memberikan pengaruh kepada mindset para pekerja migran. Memberikan motivasi di tengah taman dengan sound system ala kadarnya menjadi pengalaman baru bagi saya. Acara motivasi berjalan dengan sangat baik, peserta sangat antusias bahkan ketika saya akan mengakhiri sesi motivasi saya sebagian peserta berteriak "lagi, lagi, lagi." He he he konser musik kali ah. Untuk menyenangkan hati mereka saya pun lanjut dengan materi motivasi yang jauh lebih mendalam lagi.

Kamis, 09 Juni 2016

Iwel Sastra & Associates, Leadership Communication Firm

Sewaktu saya mendirikan perusahaan training tahun 2013 saya menghindari memberi nama perusahaan berkaitan dengan nama saya. Pilihan nama pun jatuh kepada Mahara Training. Menghindari menggunakan nama saya sebagai nama perusahaan. Saya terinspirasi pada Hermawan Kartajaya dengan Markplus, Handi Irawan dengan Frontier, Yuswohady dengan inventure dan lain sebagainya. Para pendiri perusahaan konsultan tersebut tidak menggunakan nama mereka sebagai nama perusahaan.

Seiring dengan perjalanan waktu saya banyak bertemu dengan klien atau pun rekan yang bertanya kenapa saya tidak memberi nama perusahaan training saya dengan menggunakan nama saya saja. Alasannya adalah mereka menganggap bahwa nama saya sebagai sebuah brand sudah sangat dikenal sehingga lebih memudahkan dalam memperkenalkan diri. Apabila nasehat ini saya kaitkan dengan ilmu branding saya pikir ada benarnya juga.

Memasuki bulan Juni 2016 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan 1437 H saya kembali teringat dengan berbagai saran ini. Untuk semakin memantapkan diri di dunia motivasi, training dan konsultan maka saya kemudian memutuskan untuk mengubah Mahara Training menjadi Iwel Sastra & Associates dengan tagline Leadership Communication Firm. Sebagai motivator saya fokus kepada materi seputar mindset dan perubahan. Sedangkan untuk dunia training dan konsultan saya fokus pada kepemimpinan dan komunikasi. Ini sangat sesuai dengan keahlian, pengalaman dan latar belakang pendidikan saya sebagai lulusan pascasarjana ilmu komunikasi FISIP UI.

Passion saya yang begitu besar terhadap dunia motivasi dan training membuat saya rajin membuat berbagai modul yang terkait dengan kepemimpinan dan komunikasi. Menurut saya dasar dari kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan komunikasi. Selain itu untuk penjualan, pemasaran, kekompakan tim, membangun tim pondasi dasarnya adalah komunikasi. Sehingga dapat dipastikan modul training yang saya persiapkan sangat bermanfaat untuk perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan pengembangan sumber daya atau bahasa kerennya people development.

Senin, 06 Juni 2016

Motivator Indonesia

Sebagai seorang motivator saya sering berinteraksi dengan motivator lainnya. Baik dalam berbagai event publik maupun dalam acara kopdar para motivator. Suatu hari pertengahan Mei 2016 saya dihubungi melalui whatsapp oleh Handi Irawan yang merupakan CEO Frontier Consulting Group. Pak Handi mengundang saya untuk ikut hadir dalam kopdar whatsapp group AMA’s Great Speaker yang akan diadakan Rabu 25 Mei 2016. Berhubung yang menghubungi saya adalah pak Handi maka tanpa pikir panjang saya langsung menyambut hangat undangan tersebut.
 
Kopdar ini dilaksanakan di sebuah restoran yang berlokasi di  jalan Abdul Muis Jakarta Pusat dihadiri oleh banyak pembicara dengan berbagai latar belakang. Sebagai motivator saya tentu sangat senang bertemu dengan para motivator senior seperti Andrie Wongso, Tung Desem Waringin dan lainnya. Acaranya dikemas santai penuh keakraban diisi dengan saling sharing pembicara dan motivator yang hadir secara bergantian. Pembicara senior Andrias Harefa didaulat menjadi moderator yang memandu jalannya acara. Meskipun sama-sama berprofesi sebagai motivator ketika ada motivator yang sedang melakukan sharing motivator lainnya mendengarkan dengan sangat antusias.
 
Saya juga diminta untuk sharing pengalaman saya sebagai seorang motivator. Dalam sharing ini saya menceritakan bahwa saya adalah komedian yang melebarkan sayap menjadi motivator dan trainer. Saya terjun sebagai motivator dan trainer bukan aji mumpung melainkan karena saya sebenarnya sudah sejak lama memiliki ketertarikan untuk menjadi seorang motivator dan trainer. Saya baru berani menekuni secara serius dunia motivasi dan training ketika saya merasa positioning saya sebagai seorang komedian sudah sangat kuat. Ini menjadi nilai lebih ketika saya menjadi seoarang motivator dan trainer.
 
Kopdar bersama pembicara dan motivator Indonesia ini sangat seru. Saking serunya saya sampai lupa ngajak motivator lainnya foto bareng.

Iwel Sastra Management
Kontak 08176655874

Rabu, 25 Mei 2016

Tiga Motivator Terbaik di Indonesia

Jika ada yang tiba-tiba meminta Anda menyebutkan nama 3 motivator terbaik di Indonesia maka reaksi Anda dalam menanggapinya kemungkinan ada dua. Pertama, Anda akan segera menyebutkan 3 nama motivator terbaik yang berada di puncak pikiran Anda. Kedua, Anda akan mengernyitkan kening, berusaha mengingat-ingat atau mencari 3 motivator terbaik Indonesia menurut versi Anda. Apapun rekasi yang Anda berikan pasti Anda berusaha menyebutkan 3 nama motivator terbaik di Indonesia.

Seberapa banyak diantara Anda yang memasukan nama Anda sendiri ke dalam daftar tiga motivator terbaik tersebut? Jika ada yang memasukan nama sendiri, dalam pada urutan berapa Anda memasukan nama Anda? "Saya kan bukan motivator maka saya tidak memasukan nama saya. Yang ditanya 3 motivator terbaik Indonesia kok." Inilah yang menjadi kesalahan banyak orang selama ini. Banyak orang yang mengenyampingkan bahkan menyepelekan potensi diri dalam memotivasi diri sendiri. Sesungguhnya motivator terbaik adalah diri kita sendiri. Kekuatan motivasi terbesar adalah yang datang dari dalam diri kita.

Ketika datang ke seminar motivasi atau ketika perusahaan mendatangkan motivator untuk memberikan training motivasi menjadi tidak akan ada artinya jika Anda sendiri enggan memotivasi diri. Semua ucapan motivator hanya berlalu begitu saja. Ibarat lagu yang tidak Anda kenal diputar di kafe tempat Anda ngopi atau ngobrol bersama teman-teman. Lagu itu terdengar di telinga tetapi tidak masuk ke hati sehingga berlalu begitu saja. Jika Anda mendengar semangat motivasi dari motivator, inspirator, atasan, teman atau siapa saja lalu Anda memerintahkan diri sendiri untuk merasa termotivasi maka dengan sendirinya Anda segera menjalankan perubahan positif dalam diri. Ingat, motivator terbaik itu adalah diri Anda sendiri dan yang terbaik kedua adalah saya, he he he.

info training & motivasi hub Cici 08176655874

Senin, 23 Mei 2016

Bukan Mendadak Motivator

Terinspirasi oleh Jerry Seinfeld sejak tahun 1998 saya sudah menekuni Stand Up Comedy. 6 Maret 2004 saya mengadakan pementasan Stand Up Comedy di Gedung Kesenian Jakarta. Inilah yang membuat media menjuluki saya sebagai pelopor Stand Up Comedy Indonesia. Bahkan tahun 2004 ada media yang menulis saya adalah Stand Up Comedian pertama di Indonesia.

Perkenalan saya dengan pak Gede Prama tahun 1999 membuat saya tertarik dengan dunia motivasi. Saat itu saya tidak mau mengembangkan ketertarikan ini lebih jauh karena saya mau fokus menekuni Stand Up Comedy. Semenjak tampil rutin di acara Bincang Bintang RCTI (2005-2006) kemudian Republik Mimpi hingga Democrazy Metro TV (2006-2012) popularitas saya sebagai komedian dan pembawa acara semakin meningkat.

Tahun 2005 rekan saya pemilik perusahaan training beberapakali meminta saya untuk menjadi trainer di perusahaannya. Saya sempat memenuhi ajakan tersebut dengan menjadi trainer untuk materi komunikasi dan manajemen risiko. Kemudian saya memutuskan untuk berhenti karena mau fokus membesarkan program televisi yang saya kelola.

Buku Judy Carter yang berjudul "the message of you" yang saya baca tahun 2012 membuat saya kemudian memutuskan mulai serius menekuni dunia motivasi dan training. Dalam bukunya tersebut Judy Carter menyebutkan di Amerika banyak comic yang laris sebagai public speaker. Alasan lain yang membuat saya memutuskan masuk ke dunia training dan motivasi adalah saya merasa positioning saya sebagai pembawa acara dan komedian sudah sangat kuat.

Pengalaman saya dalam mewujudkan mimpi menjadi komedian serta kegemaran saya membaca buku motivasi sejak tahun 1996 serta didukung  latarbelakang pendidikan saya S2 Ilmu komunikasi FISIP UI menjadi nilai lebih bagi saya sebagai trainer dan motivator yang bisa mengajak peserta training melihat sesuatu dari sisi lain.

Dapat dikatakan kehadiran saya sebagai trainer dan motivator bukanlah sesuatu yang mendadak.

Info training / motivasi : Cici 08176655874

Selasa, 17 Mei 2016

Teamwork, Kompak dan Saling Mengisi.

Bersama Rekan Artis Dalam Acara Nite Time Metro TV
Salah satu materi training yang sering diminta oleh berbagai perusahaan adalah membangun teamwork. Training membangun teamwork ini sangat penting karena berhasil atau gagal sebuah perusahaan mencapai target sangat bergantung pada kerjasama team. Untuk masalah teamwork, saya sering memberikan contoh tim sepakbola. Meski sebuah tim sepakbola ternama beranggotakan para pemain bintang apabila tidak memiliki teamwork yang baik maka akan mengalami kekalahan demi kekalahan dalam pertandingan.

Pengalaman saya dalam memproduksi acara televisi membuktikan bahwa teamwork sangat penting. Rata-rata program televisi yang saya kelola berumur panjang. Ini disebabkan ada sinergi yang baik antara semua anggota team. Yang berada di belakang layar dan di depan layar saling mengisi. Saya pernah mempunyai program televisi yang hanya bertahan 3 bulan. Ini merupakan program televisi saya yang berumur paling pendek. Ini terjadi karena program ini tidak memiliki teamwork yang solid. 

Untuk bisa memiliki teamwork yang hebat rumusnya sangat sederhana yaitu kompak dan saling mengisi. Kompak artinya memiliki komunikasi yang baik sesama anggota team dan menjalankan fungsi masing-masing dengan baik. Saling mengisi artinya tiap anggota team adalah orang terbaik di bidangnya. Memiliki keahlian khusus yang berfungsi menjadi salah satu kekuatan team. Keahlian masing-masing anggota team ini harus saling melengkapi dengan anggota lainnya.

Saling mengisi yang dimaksud adalah memadukan keahlian tiap anggota team menjadi sebuah kekuatan untuk mencapai tujuan. Bukan yang ahli mengisi kekosongan anggota team yang performanya kurang baik. Misalnya, apabila sebagian besar anggota team memiliki kecepatan bekerja yang tinggi lalu ada beberapa yang lamban maka yang terjadi bukan saling mengisi. Mereka yang lamban ini malah bisa menghambat dan menganggu kecepatan yang lain.

Mulai sekarang pastikan Anda memiliki teamwork yang kompak dan saling mengisi.

informasi training & motivasi : Cici 08176655874

Selasa, 26 April 2016

Trainer, Coach dan Buddy

Yang pernah ikut training dan coaching tentu sudah paham beda antara training dan coaching. Secara sederhana bedanya adalah trainer memberikan pelatihan keahlian sedangkan coach membantu coachee (orang yang diberikan coaching) mencapai tujuannya. Trainer lebih banyak berkomunikasi satu arah sambil sesekali memberi kesempatan trainee untuk bertanya. Sedangkan coach lebih banyak bertanya kepada coachee untuk menggali potensi yang dimilikinya. Meskipun secara bahasa Inggris apabila kita buka kamus, trainer dan coach sama-sama memiliki arti pelatih. 

Seorang trainer harus menguasai materi yang akan dia bagi kepada trainee. Misalnya seorang sales trainer. Dia harus menguasai berbagai teknik penjualan terkini. Singkatnya seorang trainer adalah pakar di bidangnya. Sedangkan seorang coach tidak harus menguasai bidang tertentu dalam melakukan coaching terhadap coachee. Leadership coach tidak harus ahli leadership karena keahlian seorang coach bertumpu kepada kepiawaiannya dalam meramu pertanyaan kepada coachee sehingga coachee menemukan potensi diri yang bisa digunakan dalam mencapai tujuan.

Saya sendiri dalam bidang people development mengembangkan istilah buddy. Saya terinpirasi dengan istilah comedy buddy saat mempelajari stand up comedy. Proses kerja buddy ini hampir mirip dengan cara kerja guru-guru kungfu dalam menggembleng muridnya. Pertama sang guru akan menggali potensi si murid terlebih dahulu kemudian baru menentukan jurus yang tepat untuk diturunkan kepada si murid. Inilah yang membuat sesi training saya menggunakan gaya komunikasi "two ways traffic communication." Dengan begitu, peserta selain mendapatkan ilmu soft skill yang sesuai dengan bidangnya juga bisa menemukan potensi dirinya.

informasi training & motivasi : hubungi Cici 08176655874