Minggu, 29 November 2015

API Lagi MNCTV

Bersama Rekan-Rekan Juri API Lagi MNCTV
Sabtu 28 November 2015 saya diundang MNCTV untuk menjadi salah satu juri Aksi Pelawak Indonesia (API) Lagi. Saya menerima undangan ini dengan senang hati. Saya diplot menjadi juri bersama Patrio dengan formasi lengkap Parto, Akri dan Eko. Selain itu di bangku juri juga ada stand up comedian Adjis Doa Ibu 

Ada dua alasan yang membuat saya senang mendapat undangan ini. Pertama, ini perjalanan nostalgia saya sebagai komedian karena tahun 2005 saya pernah dilibatkan sebagai mentor dan juri API 1. Saat itu singkatan API masih berupa Audisi Pelawak TPI karena TPI belum berganti nama menjadi MNCTV. Sebagai mentor saya sempat mengenalkan stand up comedy termasuk kepada Sule yang keluar sebagai juara bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam grup lawak SOS. Alasan kedua, dalam API Lagi ada dua kategori yang diperlombakan sekaligus yaitu tv play (lawak grup) dan stand up comedy. Saya sangat menguasai kedua bidang ini secara teori dan praktek karena sebelum mengenal stand up comedy tahun 1997 saya terlebih dahulu berkiprah sebagai pelawak grup dan pernah menjadi finalis lomba lawak RRI / TVRI tingkat nasional tahun 1989.
 
Dalam catatan saya sebagai juri saya melihat bahwa semangat peserta dalam mengikuti kompetisi ini sangat luar biasa. Mereka semua sudah siap tampil untuk memberikan yang terbaik. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi penonton. Saya menilai sebagian peserta grup (tv play) masih kurang kreatif dalam menggali materi lawakan sehingga ada yang terjebak mengikuti pola yang sudah terlalu sering dimainkan oleh senior mereka. Selain itu kekompakan dalam bermain grup masih belum terlihat karena masing-masing masih memunculkan ego individu. Dalam grup tidak semua harus lucu tapi ada yang bertugas untuk bisa mengatur irama permainan dengan baik atau istilah kerennya play maker.

Untuk peserta kategori stand up comedy secara delivery semuanya terlihat sudah sangat menguasai panggung. Secara objektif saya akui bahwa terlihat ada usaha dari mereka untuk melakukan stand up comedy secara benar. Topik yang dibahas sudah sangat variatif. Saran saya mereka harus lebih tekun dalam mengolah materi untuk bisa membuat penonton tertawa. Jangan cepat puas dengan materi yang sudah ditulis. Bagaimana pun selain delivery yang baik jualan utama pelawak maupun stand up comedian adalah materi. Mereka harus bisa memanfaatkan kompetisi ini dengan sebaiknya karena ini merupakan salah satu gerbang mereka untuk bisa eksis di dunia komedi Indonesia.